
5 hari berlalu Yu Chen masih juga belum sadar.
Yu Ching mengganti bunga yang baru kesukaan Yu Chen sedangkan Que Nan mengupas buah.
Yu Ching menatap adiknya.
Ia berkata, "Yu Chen, ini bunga kesukaan mu. Kau bisa menciumnyakan? Sebentar lagi musim gugur tiba Yu Chen. kau pasti menyukainya."
Que Nan, "Yu Ching, makanlah buah ini dulu."
Yu Ching, "Baiklah bi."
Que Nan, "Sore nanti, Yue Yue akan kemari bersama Chen Chen. Anak itu ingin sekali menemui Yu Chen. katanya sudah lama tidak bertemu dengan Yu Chen."
Yu Ching tersenyum mendengarnya.
"Chen Chen, ia sangat mirip dengan Yu Chen. karenanya mereka berdua sangat cocok." Kata Yu Ching.
Que Nan memandang Yu Chen dan berkata, "Dulu saat aku membawa kalian berdua, bibi berjanji akan menjaga kalian seperti anak bibi sendiri. Bibi sudah berjanji pada ibu kalian. Bibi yakin, kita sekeluarga bisa berkumpul. Bibi yakin, Yu Chen akan segera sadar."
Yu Ching menatap bibinya dan memegang tangan bibinya. Dan berkata, "Terima kasih bi."
Tangan Yu Chen sedikit bergerak. Yu Ching melihatnya.
Yu Ching, "Yu Chen?! tanganmu bergerak."
Que Nan, "Yu Chen!"
Yu Ching lalu memanggil dokter.
Beberapa saat dokter pun datang. Ia memeriksa keadaan Yu Chen.
Lalu Yu Ching bertanya, "Bagaimana keadaan adikku dokter?"
"Nona Xu menunjukkan perkembangan. Keadaanya sudah mulai stabil." Jawab dokter yang menangani Yu Chen selama ini.
Setelah memeriksa keadaan Yu Chen, dokter itupun pergi.
Sementara itu Yue Yue bersama Chen Chen datang.
Chen Chen melihat Yu Chen terus tertidur.
Chen Chen pun memegang tangan Yu Chen.
Lalu Chen Chen berkata, "Kakak, kenapa kau tidur terus? Kakak cepat bangun? Chen Chen rindu dengan kakak."
Semuanya saling berpandangan mendengar Chen Chen.
Yue Yue mendekati putrinya, sambil memegang pundak putrinya.
"Chen Chen, bibi Yu Chen akan segera bangun. Chen Chen harus sabar ya. Setelah itu Bibi Yu Chen akan menemani Chen Chen bermain." Kata Yue Yue dengan lembut.
Chen Chen mengangguk. Lalu Chen Chen memengang jari kelingking Yu Chen dan mengkaitkan dengan jari kelingkingnya sendiri.
Dan ia berkata, "kakak janji ya."
Tiba-tiba tanpa diduga, jari Yu Chen mulai bergerak lagi.
Semuanya pun terkejut melihatnya.
__ADS_1
kemudian perlahan mata Yu Chen pun mulai terbuka. Perlahan tapi pasti. Pandangannya masih sedikit kabur dan mulai beradaptasi.
Yu Ching segera mendekat, "Yu Chen?!"
Akhirnya ia mendengar suara kakaknya. Ia melihat kakaknya, bibinya, Yue Yue dan Chen Chen yang ada di sampingnya.
Dengan suara masih pelan karena masih lemas ia berkata lirih, "Kakak... ."
Yu Ching mengangguk haru.
Que Nan, "Syukurlah."
Yu Chen, "Aku kira tidak akan bisa melihat kalian lagi. Aku senang bisa melihat kalian."
Yu Ching tersenyum haru dan berkata, "Kakak senang kau sudah sadar. Terima kasih Yu Chen."
Sambil Yu Ching menggenggam erat tangan adiknya.
Yue Yue, "Lihat Chen Chen, berkatmu akhirnya bibi Yu Chen bangun. Dia ingin sekali segera bermain denganmu, Chen Chen."
Chen Chen yang masih berdiri di samping Yu Chen, ia berkata," Benarkah?"
Yu Chen tersenyum mengangguk pada Chen Chen.
Ia menjawab, "Tentu saja. Terima kasih Chen Chen, kau sudah membangunkan kakak."
Chen Chen mengangguk senang.
Semuanya tersenyum bahagia.
Li Wei yang sedang di Coffee shop rumah sakit segera datang setelah mendapat kabar dari Yue Yue.
Yu Ching dan lainnya berjalan keluar kamar dan membiarkan mereka berdua.
Li Wei menatap Yu Chen, lalu menggenggam tangan kanan Yu Chen dengan lembut. Dan mereka saling bertatapan.
Mata Li Wei berkaca-kaca karena begitu bahagia dan terharu melihat kekasihnya akhirnya sadar kembali.
Tangan kanan Yu Chen lalu memegang wajah Li Wei dengan lembut dan berkata, "Maaf sudah membuatmu khawatir, Li Wei."
Li Wei menggelengkan kepalanya.
Lalu Ia menjawab, "Aku... benar-benar tidak bisa hidup tanpamu Yu Chen. Aku bersyukur, kau mau bertahan dan sadar kembali."
Yu Chen tersenyum lembut.
Li Wei lalu mencium kening Yu Chen dengan lembut.
Hari-hari pemulihan dijalani Yu Chen dan kesehatan Yu Chen mulai membaik.
Akhirnya setelah benar-benar pulih dan sehat Yu Chen pun diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Ia meminta kakaknya mengantarnya mengunjungi Chong Xiao Kang. Ia sudah mendengar semuanya apa yang terjadi pada Chong Xiao Kang begitu juga Sasa.
Saat di mobil Yu Ching berkata, "Benarkah kau tidak mau ditemani kakak?"
Yu Chen mengangguk, "Iya kak, aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin bertemu sebentar saja."
Yu Ching, "Baiklah kalau begitu. Kakak menunggumu di mobil."
__ADS_1
Yu Chen mengangguk, lalu ia berjalan masuk.
Chong Xiao Kang tidak menyangka Yu Chen menjenguknya.
Chong Xiao Kang, "Kau... sudah sehat? Aku tidak menyangka kau masih ingat untuk menjengukku setelah semua apa yang sudah kulakukan padamu selama ini."
Yu Chen menatap Xiao Kang. Pemuda yang dulunya begitu gagah dan hebat. Sekarang begitu berbeda.
Yu Chen berkata, "Sebenarnya, aku tidak ingin menjengukmu. Jika mengingat apa yang sudah kau lakukan, aku sudah tidak ingin melihatmu lagi. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Kau sudah menerima tanggung jawabmu setelah apa yang sudah kau lakukan. Lagipula, kau sudah menyadarkanku bahwa aku sesungguhnya mencintai Li Wei."
Chong Xiao Kang menatap Yu Chen, "Yu Chen... ."
Lalu Yu Chen berkata lagi, "Aku tidak membencimu Chong Xiao Kang. Aku berharap, kau di sini bisa merenungkan semua kesalahanmu."
Chong Xiao Kang terkejut mendengarnya, ia menundukkan kepalanya karena menyesal.
Yu Chen menghela napas dan berkata lagi, "Kau beruntung memiliki seseorang yang begitu mencintaimu dan menerimamu apa adanya. Jangan sia-siakan itu Chong Xiao Kang. Kelak kau harus membalas kebaikannya."
Chong Xiao Kang mengerti siapa orang yang dimaksudkan Yu Chen, yaitu Sasa.
Xiao Kang Hanya diam dan tidak bisa menjawab apapun.
"Baiklah. Aku harus pergi. Jaga dirimu baik-baik." Kata Yu Chen lagi.
Lalu Yu Chen berdiri.
Tiba-tiba Xiao Kang berkata, "Yu Chen."
Yu Chen yang mendengarnya, ia menoleh.
Xiao Kang berkata, "Maafkan aku."
Yu Chen mendengarnya dan meneteskan air mata. Ia menundukkan kepalanya sebentar, lalu menatap Xiao Kang lagi.
Ada senyuman di bibir Yu Chen, lalu ia pergi.
Di dalam ruangan penjara. Xiao Kang pun menangis, ia menyesali segala perbuatannya yang sudah ia lakukan.
Pada akhirnya sia-sia saja, dan Yu Chen pun berbesar hati memaafkannya.
5 bulan kemudian,
akhirnya Yu Ching menikah dengan Mo Bei dan juga Yu Chen dengan Li Wei, mereka menggelar pernikahan bersama-sama.
Seluruh keluarga begitu bahagia menikmati kebersamaan itu.
Di altar gereja, Yu Ching berdiri bersama dengan Mo Bei, dan mereka bergandengan tangan berjalan.
Begitu juga disusul oleh Yu Chen dan Li Wei.
Yu Chen dan Li Wei saling berpandangan dengan senyuman bahagia.
Li Wei mengulurkan tangannya pada Yu Chen.
Yu Chen membalasnya, ia menggenggam tangan Li Wei dengan erat.
Lalu mereka berjalan bersama.
...The End...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...