Sister

Sister
Bab 14


__ADS_3

Keesokan harinya, tidak seperti  biasanya, pasokan bunga datang terlambat.


Lalu Yu Chen akhirnya turun tangan. Ia mengambil beberapa bunga dan membawanya ke mobilnya.


Saat tiba di tempat pemasok bunga.


Ia melihat taman bunga yang begitu indah.


Ia teringat pada ibunya.


Lalu ia membawa beberapa bunga dimobilnya.


Sampai di resort, ia membawa bunga-bunga itu ke dalam, dengan dibantu seorang teman rekan kerjanya.


Yu Ching melihatnya saat berjalan bersama Mo Bei dan Xiao Kang serta para dewan direksi.


Tiba-tiba dada Yu Chen terasa sakit dan penglihatannya seperti hilang. Seikat bunga lili segar di tangannya pun terjatuh.


Yu Ching terkejut melihatnya. ia menghentikan langkahnya.


Yu Chen pun pelan-pelan jongkok di lantai, ia perlahan mengambil bunga- bunga lili yang terjatuh ke lantai. Beberapa saat rasa sakit di dadanya pun menghilang.


Mo Bei melihat ke arah mata Yu Ching memandang.


Rekan kerja Yu Chen pun ikut membantu dan berkata, "Biar aku bantu."


Yu Chen tersenyum, "Tidak apa-apa. Terima kasih."


Setelah itu Yu Chen pun berdiri.


Yu Ching menggelengkan kepala.


Lalu ia berjalan lagi bersama dewan direksi.


Sore itu, setelah Yu Chen menyelesaikan pekerjaannya.


Ia berdiri di depan taman belakang resort.


Di depan kolam kecil, ia menjatuhkan perlahan beberapa bunga lili putih di kolam itu.


Yu Ching yang sedang ada di ruang kerjanya berdiri di dekat jendela, dan tidak sengaja melihat Yu Chen.


Yu Ching, "Yu Chen... ."


Yu Chen duduk di dekat kolam sambil berpikir," Kenapa akhir-akhir ini dadaku sering tiba-tiba terasa sakit?"


Ia lalu menghela napas.


Lalu ia berdiri.


Dan berjalan masuk ke ruang kerjanya. Ia merapikan beberapa bunga -bunga.


Yu Ching berjalan menuju ruang kerja adiknya.


Ia meletakkan teh hangat di atas meja kerja adiknya.


Yu Chen melihatnya dan ia menoleh, ternyata kakaknya.


Ia tersenyum, "Kakak... ."


Yu Ching, "Hari ini sepertinya kau terlihat sibuk sekali."

__ADS_1


Yu Chen menggelengkan kepala, "Tidak kak."


Yu Ching, "benarkah? kakak lihat kau membawa banyak bunga. Apakah para pemasok tidak bisa datang? "


Yu Chen tersenyum, "Hanya beberapa bunga saja kak."


Yu Ching, "Yu Chen, kau bisa menyuruh yang lain untuk mengambil bunga-bunga itu. Tidak perlu kau yang melakukannya.”


Yu Chen masih sibuk mengikat bunga-bunganya dan berkata," Kakak, tidak apa-apa. Lagipula aku sangat senang. Pemandangan di sana sangat indah. Suatu hari nanti aku akan mengajak kakak untuk melihat pemandangan di sana. "


Yu Ching menggelengkan kepala," Kakak hanya tidak ingin kau kelelahan Yu Chen."


Yu Chen selesai mengikat dan merapikan bunganya menjadi sebuah karangan bunga yang indah,


dan ia memberikannya untuk kakaknya," Ini untuk kakak."


Sambil ia tersenyum.


Yu Ching tersenyum, "Wahhh indah sekali."


Yu Chen , "Tadi aku tidak sengaja menjatuhkan bunga lili di lantai. Aku jadi teringat ibu, bunga lili kesukaan ibu. Rasanya sudah lama tidak membawa bunga lili untuk ibu."


Yu Ching menatap adiknya.


Lalu Yu Chen mengambil keranjang bunga  dan merapikannya lagi.


Yu Ching, "Kau masih mau bekerja lagi?"


Yu Chen,  "Masih banyak yang harus kurapikan dulu kak."


Yu Ching, "Sudahlah. biesok kau lanjutkan lagi."


Yu Chen tersenyum, "Kakak... ."


Yu Ching pun menggandeng tangan adiknya.


Dan Yu Chen hanya bisa mengikuti kakaknya.


Malam itu mereka makan bersama. Mereka makan dengan lahapnya.


Lalu Yu Ching berkata," Yu Chen, kakak lihat sepertinya kau kurang sehat. Mungkin lebih baik kau cek kesehatan."


Yu Chen," Kakak aku tidak apa-apa. Dengan makan banyak aku selalu sehat."


Yu Ching tersenyum, "Kau ini, selalu saja begitu."


Yu Chen tersenyum, lalu ia berkata, "Kakak, aku ingin ke Shanghai. Aku ingin menjenguk ibu dan ayah. "


Yu Ching berhenti makan saat mendengar adiknya berbicara.


Lalu ia berkata, "Kakak mengerti, kakak pun juga ingin ke Shanghai. Baiklah, kakak akan atur waktu agar kita bisa ke Shanghai. Bagaimana? "


Yu Chen tersenyum dan mengangguk.


Keesokan harinya Yu Chen hendak kembali dari Resort.


Hari itu ia menaiki mobil sendiri, ia membawa beberapa bunga dan hendak membawanya pulang untuk bibinya.


Sebelum pulang ia mampir di sebuah toko roti.


Ia membeli beberapa roti kesukaan kakeknya, paman dan bibinya, Yue Yue juga kakaknya.

__ADS_1


Lalu ia keluar dari toko roti. Saat hendak naik mobilnya, tanpa sengaja ia melihat sebuah mobil, mobil kak Xiao Kang.


Ia hendak turun dan hendak menghampiri mobil kak Xiao Kang, tanpa diduga ia melihat orang yang duduk di samping kak Xiao Kang.


Dan betapa terkejutnya ia, orang itu adalah Sasa sahabatnya.


Ditambah lagi, Kak Xiao Kang memegang tangan Sasa dengan penuh kelembutan.


Yu Chen benar -benar tidak menyangka dan terkejut.


Yu Chen masuk ke dalam mobilnya.


Ia masih terus menatap mobil kak Xiao Kang yang berhenti sedikit jauh dari mobilnya.


Lalu beberapa saat mobil kak Xiao Kang pun berjalan, Yu Chen mengikutinya.


Sampai tiba di sebuah rumah makan, Xiao Kang dan Sasa masuk.


Mereka duduk, dan begitu menikmati. Yu Chen sengaja duduk agak jauh dan tidak terlihat.


Ia benar -benar tidak menyangka tunangannya dan sahabat baiknya melakukan semua itu di belakangnya.


Karena Yu Chen sudah tidak tahan, ia berdiri dan mau pergi.


Tapi tanpa di duga karena tidak hati-hati, ia menabrak seorang pelayan yang sedang membawa segelas minuman.


Dan gelas itu terjatuh dan pecah. Semua menatapnya.


Begitu juga Sasa dan Xiao Kang. Mereka begitu terkejut melihat Yu Chen.


Yu Chen menatap mereka, ia meneteskan air mata.


Lalu ia segera pergi keluar.


Sasa dan Xiao kang pun berdiri.


Sasa mengejar sahabatnya itu.


Yu Chen mau segera naik ke dalam mobilnya, Sasa bisa mengejarnya, dan memegang tangan Yu Chen.


Sasa, "Yu Chen! Aku mohon tunggu sebentar, aku bisa jelaskan semuanya."


Yu Chen menoleh, "Aku sudah lihat semuanya dan sudah jelas. "


Sasa, "Yu Chen... ."


Tangan Yu Chen yang masih di pegang oleh Sasa, Yu Chen melepaskannya dan ia menatap Sasa.


Air matanya mengalir, dan ia terlihat begitu sedih dan kecewa.


Sasa hanya menatapnya.


Lalu Yu Chen masuk ke dalam mobilnya.


Sasa ," Yu Chen!"


Dan Yu Chen segera pergi.


Ia menangis di dalam mobil.


Ia mempercepat kecepatan mobilnya. Tanpa sengaja ada sebuah truk kontainer hendak menyeberang, ia begitu terkejut dan segera dengan cepat membelokkan mobilnya dan ia segera rem dengan cepat. Dan untung saja ia tidak menabrak apapun, hanya saja karena mengerem mendadak kepalanya terbentur setir mobilnya. Dan sedikit berdarah.

__ADS_1


Lama sekali ia diam di dalam mobil. Lalu beberapa jam kemudian ia menjalankan mobilnya lagi menuju ke sebuah toko obat, dan ia membeli obat untuk menutupi lukanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2