
Sudah lama aku tak kembali ke kota kecil tempat tinggalku dulu. Kota kecil dimana cinta pertama yang aku tinggalkan berada.
Aku begitu merindukan dirinya, merindukan gadis cantik berhidung mancung yang selalu ada dalam ruang hampa dihatiku hingga saat ini. Ya.. Dia kekasih hatiku Thera.
Oh, aku lupa memperkenalkan diri ini. Namaku Topan Rakhabhumi, lucu sekalikan namaku. Meskipun lucu, aku harus tetap menghargainya, sebab itu bukan hanya sebuah nama, tapi ada sepenggal doa dari orang tua ku yang mereka selipkan didalam nama itu.
Dan Aku mengenal Thera sejak duduk dibangku sekolah menengah pertama, saat itu Ayah ku dipindah tugaskan dikota kecil dimana Thera berada.
Gadis itu begitu cantik dan ramah. Dia gadis pertama yang mengajakku berkenalan.
"Haha gadis lucu"
Ucapku sembari mengacak rambut hitamnya yang tergerai indah. Dan membuat dirinya cemberut.
"Kau ini! Kusutkan jadinya."
__ADS_1
Jawabnya lalu mencebikkan bibir tipis nya kesal padaku kala itu.
Aku dan Thera menjadi akrab, kami juga sering berangkat dan pulang sekolah bersama sebab rumah kami dekat.
Di kelas x aku baru berani menembaknya. Kami pun menjadi sepasang kekasih hingga tamat dari SMA.
Akan tetapi, kerena ekonomi keluarga yang pas pas an membuat Thera tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa sebab aku sendiri masih jadi tanggungan orang tuaku.
Sejak saat itu pula, hubungan kami renggang. Ditambah lagi saat disemester akhir kuliahku aku dijodohkan dan disuruh menikah dengan anak atasan Ayahku. Membuat aku dan Thera harus putus tanpa kata-kata.
Membuat gadis yang sangat aku cintai itu sakit hati mungkin saja.
Sebentar lagi aku akan tiba di kota cinta pertamaku, aku ingin meminta maaf padanya, itu tekadku.
Saat mobil yang aku kemudikan berhenti dilampu merah, tidak sengaja aku bertemu dengan Shiena. Salah satu adik perempuan Thera. Dari dia lah aku mendapatkan nomor hape cinta ku itu.
__ADS_1
Tiba dihotel tempatku menginap, Aku mencoba menghubungi Thera. Tapi gadis itu tidak menjawabnya membuatku kembali merasa bersalah. Mungkin saja dia masih membenciku.
Tanpa putus asa aku menghubungi Shiena dan dari dirinyalah aku tau jika Thera sedang dalam kesulitan. Aku memutuskan akan bertemu dengan gadis cantik yang selalu ada dalam pikiranku itu dan membantunya. Syukurlah dia mau bertemu denganku.
Saat aku berada didepan cafe tempat kami bakan bertemu, aku iseng menghubunginya dan mengatakan jika aku terlambat. Astaga dia mempercayainya. Tapi aku kecewa saat dia bilang dia melupakan minuman favoritku.
Setelah puas memandang wajahnya dari jauh, aku memilih masuk kedalam cafe dan menghampirinya.
Aku benar-benar menyesal telah meninggalkannya dulu. Thera tampak lebih cantik dan anggun dengan hijabnya. Bibir nya, ach.. Bibir itu candu ku.
Tanpa sadar, bibirku mengucapkan kata-kata yang membuatnya semakin menunduk. Aku tersenyum melihat rona dipipinya.
Takut khilaf, aku pun mengutarakan maksudku. Tapi, belum sempat aku menghabiskan kalimatku dia sudah memotongnya dan membuatku terdiam mendengar ucapannya
Tuhan, ampuni aku.. Gadis ku bangkit dan pergi meninggalkanku. Tanpa menoleh sedikitpun padaku yang menatap nanar punggungnya.
__ADS_1
Sebegitu besar luka yang aku turihkan. Membuatnya begitu berbeda dengan dirinya yang dahulu aku kenal. Belum pun sempat aku meminta maaf padanya.
Aku ikut bangkit dari dudukku, saat aku akan membayar minuman kami, aku kembali terkejut ternyata minumannya telah dibayar oleh cinta pertamaku itu.