Sister

Sister
Bab 21


__ADS_3

Yue Yue menatap Yu Chen, wajahnya terlihat shock, ia berkata," Benarkah itu?... tidak mungkin kan?!"


Lalu Yue Yue masuk ke ruangan,ia langsung mendekati Wei Yi dan berkata,"Wei Yi?! Ini semua pasti salah, kau pasti salah mendiagnosa penyakit Yu Chen! Katakan Wei Yi!"


Lalu Yue Yue menoleh pada Yu Chen dan berkata," Ini pasti salah. Yu Chen, ayo kita lakukan pemeriksaan lagi!"


Yue Yue memegang tangan Yu Chen dan mau mengajaknya keluar.


Tapi Yu Chen menarik Yue Yue, dan berkata," Yue Yue ..."


Yue Yue menoleh," Yu Chen apa kau percaya dengan hasil tes itu? Tidak kan? Apa kau hanya mau diam saja?! "


" Apa kau tahu? Awalnya aku juga tidak percaya dengan semua ini! Apa kau pikir aku hanya diam saja?! Aku tidak mau Yue Yue! Kenapa harus aku?! Kenapa?! " Jawab Yu Chen.


Yu Chen pun meneteskan air mata.


Yue Yue menatap Yu Chen, ia melihat Yu Chen yang tidak seperti biasanya, Yu Chen yang tegar dan selalu tersenyum, tapi kali ini begitu rapuh.


Lalu Yue Yue mendekati Yu Chen dan segera memeluknya. Mereka menangis bersama.


Wei Yi melihat mereka ikut sedih.


Saat pulang bersama, di dalam mobil mereka hanya diam.


Yu Chen lalu menoleh dan berkata, "Yue Yue, Jangan seperti itu, aku tidak apa-apa. Aku tidak ingin melihat wajahmu seperti itu. "


Yue Yue, "Lalu aku harus bagaimana? tertawa? Yu Chen aku tidak mau tahu, kau harus segera dioperasi. "


Yu Chen menatap Yue Yue.


Yue Yue menoleh pada Yu Chen, "Kenapa kau menatap ku?"


Yu Chen, "Lebih baik kau saja yang operasi, bagaimana? "


"Yu Chen, aku tidak sedang bercanda, aku bicara serius." Jawab Yue Yue dengan serius.


Yu Chen," Aku juga sedang serius Yue Yue, kau saja yang dioperasi. "


Yue Yue, "Yu Chen kau keras kepala sekali!"


Yu Chen menarik nafas dan tersenyum.


Ia berkata, "Yue Yue, aku tahu keadaanku. Aku senang di perhatikan oleh sepupuku. Aku akan jaga kesehatanku. Tapi untuk saat ini aku tidak mau dioperasi."


Yue Yue menyela, "Yu Chen!"


Yu Chen, "Kau tidak perlu khawatir, aku benar-benar tidak apa-apa. Tapi aku ingin minta tolong padamu terus nantinya. Kau mau?"


Yue Yue hanya diam dan tidak menjawab apa-apa.


Yu Chen lalu berkata lagi, "Kau diam berarti mau menolongku, iyakan? Terimakasih."


Yue Yue menggelengkan kepala, "tkau pikir aku diam berarti iya?!"


Yu Chen tersenyum mendengarnya.


Sesampainya di rumah,


Saat hendak masuk kedalam,


Yu Chen menarik tangan Yue Yue," Yue Yue tunggu sebentar."


Yue Yue, "Ada apa lagi Yu Chen?"


Yu Chen mengacungkan jari kelingkingnya di depan Yue Yue.


Yue Yue bingung melihatnya dan berkata, "Apa maksudnya?"


Yu Chen memegang tangan Yue Yue dan meletakan jari kelingkingnya di jari kelingking Yue Yue.


"Aku mohon padamu, sekali ini saja. " Kata Yu Chen memohon.


Yue Yue," Memohon apa? "


Yu Chen," Kau janji dulu padaku, baru aku akan mengatakannya."


Yue Yue," Baiklah, katakan apa itu?"


Yu Chen, "Aku mohon mengenai penyakitku ini, jangan beritahu dulu pada kak Yu Ching, bibi, paman dan kakek, aku mohon padamu. "


Yue Yue, "Yu Chen! kau... Aku tidak mau! "

__ADS_1


Yu Chen, "Yue Yue, aku mohon, kau tahu sekarang ini kita sedang sibuk dengan resort kita, aku mohon jangan beritahu mereka dulu, aku tidak ingin menambah kekhawatiran mereka. Yue Yue aku tahu kau mencemaskanku, aku janji aku akan jaga kesehatanku, aku akan sering control kesehatan di rumah sakti, tapi aku mohon padamu sekali ini saja."


Yu Chen, "Yue Yue..."


Karena Yue Yue tidak tega melihat Yu Chen, ia akhirnya menyerah dan berkata, "Baiklah, baiklah. Aku janji tidak akan memberitahu mereka, tapi kau juga harus janji, kau harus jaga kesehatanmu, dan satu hal lagi pertimbangkan sekali lagi untuk operasi pencakokan jantung."


Yu Chen menatap Yue Yue, "Baiklah aku akan pertimbangkan itu."


Hari hari berlalu,


sebelum Yu Chen berangkat ke New York.


Ia semakin memperhatikan kakeknya, bibi dan pamannya.


Ia sering membawakan roti kesukaan kakeknya.


Dan tanpa diduga ia sering memberi bantuan dana disebuah panti asuhan dan membantu mengajar kelas sore musik piano di sebuah sekolah anak-anak.


Belakangan untuk mengembangkan resort, mereka harus mengadakan banyak event dan kerjasama dengan beberapa biro wisata.


Karena hal itu, Yu Ching pun juga semakin sibuk.


Sampai suatu kali, Yu Ching kelelahan dan ia sakit.


Asisten Meng pun mengantarnya pulang, meski ia bersikeras untuk tetap di kantor.


Que San pun memanggil dokter dan setelah itu mengompres Yu Ching.


Yu Chen yang tahu saat di resort dari asisten Meng.


Yu Chen pun segera pulang.


Sampai nya di rumah, Yue Yue pun juga kebetulan pulang.


Yue Yue," Kau pulang lebih cepat Yu Chen?"


Yu Chen mengangguk sambil berkata, "Aku dengar dari Asisten Meng, kak Yu Ching sakit. Karena itu aku segera pulang."


Lalu mereka segera masuk ke dalam rumah.


Yue Yue beberapa kali melihat wajah Yu Chen, ia berkata, "Yu Chen, kau juga terlihat lelah, kau sudah minum obat?"


Yu Chen, "Aku tidak apa-apa. Tenang saja."


Sang kakak sedang tertidur.


Que San, "Kalian sudah kembali. "


Yu Chen, "Bagaimana dengan kakak, bi?"


Que San, "Tadi dokter Ma sudah kemari. Dokter bilang kakakmu kelelahan. Tapi ia sudah minum obat dan saat ini ia baru bisa tidur. Panasnya masih tinggi, tapi kau tidak usah khawatir. Kakakmu memang harus istirahat."


Yu Chen," Syukurlah jika begitu."


Que San, "Kalian sudah makan malam. Biar bibi menyuruh bibi Li menyiapkan makan malam untuk kalian."


Yue Yue mengangguk, "baiklah bu. Aku belum makan. Yu Chen juga belum."


Yu Chen pun berjalan mendekati ranjang kakaknya dan ia duduk di samping ranjang kakaknya.


Que San menggandeng tangan putrinya dan mereka keluar.


Mereka sengaja membiarkan Yu Chen menunggu kakaknya.


Yu Chen menatap wajah kakaknya yang sedang tertidur pulas.


Ia memegang kain yang sedang dikompres di dahi kakaknya sudah dingin.


Lalu ia mengambil pelan, dan mengganti lagi dengan kain yang dingin.


Ia menatap wajah kakaknya dan ia meneteskan air mata.


Ia berkata pelan, "Kakak, kau harus menjaga kesehatanmu, jika kau seperti ini. Bagaimana jika nanti aku pergi. Jika seperti ini, aku tidak akan bisa pergi dengan tenang. "


Ia menunggu lama disamping kakaknya.


Dan ia berkata lagi," Kakak, aku berharap saat aku sudah tidak ada nanti kau hidup bahagia. ”


Ia memegang pelan tangan kakaknya dan berkata, "Kakak, aku sangat menyayangi kakak. Aku benar-benar tidak ingin pergi. Kakak... "


Yue Yue tidak sengaja mendengarkan perkataan Yu Chen. Ia meneteskan air mata.

__ADS_1


Ia ikut sedih melihat sepupunya.


Lalu Yue Yue berjalan ke kamarnya dan tidak ingin mengganggu Yu Chen.


Lama sekali ia menunggu di samping kakaknya.


Sampai ia pun kelelahan.


Tiba-tiba dadanya terasa perih.


Ia segera memegang dadanya.


Lalu ia segera berdiri. Dan berjalan keluar kamar.


Saat itu, Yu Ching terbangun.


Ia melihat adiknya keluar dari kamarnya.


Sang bibi tidak sengaja hendak masuk ke kamar Yu Ching.


Que San pun bertabrakan dengan Yu Chen di depan pintu.


Que San melihat Yu Chen memegang dadanya.


Que San, "Yu Chen, kau kenapa?"


Yu Chen berusaha untuk kuat, dan berkata, "Tidak apa-apa bi. Aku mau mandi bi. Bibi bantu aku menjaga kakak."


Que San, "Baiklah. "


Yu Chen segera ke kamarnya dan ia segera minum obat.


Setelah ia meminum obatnya ia terduduk di lantai.


Beberapa saat ia tenang.


Lalu ia ingin bertemu dengan Sasa sahabatnya.


Ia pun mengirim pesan pada Sasa bahwa ia ingin bertemu dengannya di kedai teh tempat biasa mereka bertemu.


Sasa terkejut saat menerima pesan dari Yu Chen.


Ia segera membalas dan ia mau bertemu dengan Yu Chen.


Yu Chen keluar rumah dan ia pergi.


Yu Ching yang terbangun sebentar. Melihat bibinya ada di sampingnya mengganti kain dingin untuk dikompres di dahinya.


Yu  Ching, "Bibi, maaf merepotkanmu."


Sang bibi tersenyum, "Kau ini bicara apa? Bibi ini adalah bibimu. "


Yu Ching tersenyum.


Sang bibi berkata," Baru saja Yu Chen menjagamu. Ia duduk lama sekali disampingmu. Entah kenapa ia sepertinya juga lelah sekali. Wajahnya juga terlihat pucat sekali. "


Yu Ching hanya diam.


Saat ia tertidur, memang ia merasakan bahwa Yu Chen menunggu disampingnya.


Rasanya dekat sekali.


Yue Yue melihat ke kamar Yu Chen, tapi Yu Chen tidak ada di kamarnya.


Lalu ia ke kamar Yu Ching.


Yue Yue, "Kak Yu Ching, kau sudah bangun? Lebih baik kau banyak istirahat. "


Yu Ching mengangguk.


Lalu Yue Yue berkata, "Ibu, kau lihat Yu Chen? dia tidak ada dikamarnya. Ku pikir dia ada disini. "


Que San, "Tadi dia bilang dia ingin mandi. "


Yue Yue, "Mandi? Dia tidak ada di kamar mandi. kemana ia, padahal sudah malam."


Que San," Yue Yue coba kau mencarinya, tadi bibi lihat dia terlihat lelah sekali dan wajahnya pucat sekali."


Yue Yue terkejut.


Ia pun khawatir dan ia berkata, "Baiklah, aku akan mencarinya bu."

__ADS_1


Yu Ching yang juga mendengarnya jadi ikut khawatir. 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2