Sister

Sister
Bab 30


__ADS_3

Keesokan harinya, Yu Chen pagi-pagi sekali ia sudah bangun.


Tanpa sarapan ia segera pergi ke resort.


Que San yang sedang menyiapkan sarapan bersama bibi Li berkata, "Kenapa semuanya belum turun juga untuk sarapan, Yu Chen juga. Biasanya dia paling pagi untuk sarapan."


Bibi Li, "Nyonya, sepertinya pagi-pagi tadi Nona Yu Chen sudah berangkat."


Que San, "Sudah berangkat? Ia tidak sarapan dulu? "


Bibi Li, "Kemarin, Nona Yu Chen juga pulang malam sekali. Dan ia terlihat..."


Tiba-tiba bibi Li pun diam.


Que San, "Terlihat apa bibi Li? Kenapa kau tidak meneruskan kata-kata mu?"


Bibi Li berkata," Tidak Nyonya, nona hanya terlihat lelah saja. Karenanya ia segera istirahat."


Que San tidak curiga dengan kata-kata bibi Li.


Akhirnya hari-hari pun berlalu, Yu Chen semakin dipojokkan oleh para manager dan dewan komisaris karena tidak bisa menepati janjinya.


Yu Chen secara langsung saat rapat pemegang saham, ia memohon maaf sambil mengesampingkan statusnya sebagai cucu ke dua Presdir Xu.


Ia benar-benar mohon maaf.


Dan ia berkata, "Aku Xu Yu Chen, benar-benar mohon maaf. Apapun yang menjadi keputusan setelah ini, aku tidak akan mencampurinya. Aku akan mengundurkan diri secara langsung dan segera meninggalkan resort. Sekali lagi, aku mohon maaf. "


Lalu Yu Chen membungkukkan badan.


Dan ia pergi meninggalkan ruang rapat.


Xiao Kang tersenyum licik.


Sedang sang Paman dan Yu Ching benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan Yu Chen.


Yu Ching hanya menghela napas.


Yu Chen melihat ruang kerjanya.


Ia tidak mengambil apapun di meja kerjanya.


Karena untuk apa ia mengambil berkas-berkasnya, ia  juga tidak akan kembali lagi selamanya.


Ia berjalan mengitari seluruh resort. 


Ia bertemu dengan seorang pelayan yang dulu pernah ia lindungi karena ia melakukan kesalahan dulu saat melayani suami istri yang pernah merayakan ulang tahunnya.


Yu Chen menatap pelayan itu dan ia berkata, "Maafkan aku NoNa Lin. Aku tidak bisa membantumu lagi. Aku berharap kau mengerti. Dan aku yakin,bukan ditempat ini saja kau bisa sukses. Kau harus terus bersemangat, pasti ada kesempatan ditempat lain."


Pelayan itu mengeluarkan air mata, tapi ia mengucapkan terima kasih pada Yu Chen, "Terima kasih nona Xu. Selamanya aku tidak akan pernah melupakan kebaikan anda. Nona Xu sudah banyak membantuku, bahkan karena aku nona Xu pun juga harus meninggalkan resort ini. Nona Xu, aku tidak akan menyerah. Aku harap Nona Xu pun juga. "


Yu Chen tersenyum, ia mengangguk dan berkata," terima kasih Nona Lin. "


Yu Ching melihatnya.


ia sedikit sedih melihatnya.


lalu Yu Chen pergi berjalan lagi. Sampai ditaman, ia hanya berdiri lama disana.


Sampai sore, tanpa diduga Yu CHing pun berjalan ke taman setelah rapat selesai.


Ia tidak tahu ada Yu Chen berdiri agak jauh darinya, dan Yu Ching duduk dikursi taman.


Lalu Yu Chen melihat kakaknya duduk.


Ia  berjalan dan mendekati kakaknya.


Ia duduk disamping kakaknya.


Dan ia berkata," Aku ingin bicara sebentar dengan kakak, maukah kakak menemaniku sebentar saja."

__ADS_1


Yu Ching menghela napas dan ia berkata, "Maafkan aku , aku sedang tidak punya banyak waktu. Aku harus kembali lagi bekerja. "


Yu Ching hendak berdiri,


Yu Chen segera berkata," Kakak, aku mohon. Aku mohon, hanya sebentar saja, 10 menit? Tidak perlu 10 menit, 5 menit saja kak.  Aku mohon ."


Yu Ching akhirnya duduk kembali. dan ia berkata, "Baiklah, apa yang ingin kau katakan? "


Yu Chen menghela napas, ia menatap kakaknya dan berkata pelan dengan gemetar itu memegang tangan kakaknya," Dulu aku benar-benar senang sekali, bisa setiap kali bersama dengan kakak. Menghabiskan waktu seharian dengan kakak. Makan bersama dengan kakak, dan tidur dengan kakak. Tapi sekarang, aku baru sadar, 5 menit bisa bersama dengan kakak, adalah waktu yang benar-benar sulit sekali aku dapatkan. "


Yu Ching hanya diam saja.


Dan Yu Chen berkata lagi, "Kakak, apakah kau begitu membenciku? Bisakah, kau memaafkan aku kak, haruskan aku kembali menjadi Xiao Yu dan merengek pada kakak. Untuk memaafkan aku? Kakak, aku mohon, bisakah hal ini jangan diteruskan lagi? Jangan terus membenciku kak? Jangan terus bersikap dingin padaku kak. Yu Chen mohon, aku akan menuruti semua kata-kata kakak,aku tidak akan nakal, aku akan memperhatikan pola makanku. Aku tidak akan membuat kakak marah lagi. Tapi aku mohon, jangan seperti ini padaku kak... hanya kakak yang ditinggalkan ayah dan ibu padaku. Hanya kakak."


Yu Chen menangis di depan kakaknya sambil memohon.


Yu Ching sebenarnya juga tidak tega mendengarkan semua perkataan adiknya, hanya ia masih sangat kecewa dengan semua yang dilakukan adiknya dan tunangannya.


Yu Ching menoleh pada adiknya, dan ia berkata, "Sudah cukup kau bicara panjang lebar? "


Yu Chen terkejut dengan kata-kata kakaknya saat itu,"Kakak..."


Yu Ching melepaskan tangannya dari  genggaman tangan adiknya dan ia berkata, "Aku sudah mendengarkan semua kata-katamu. Dan sekarang aku harus kembali bekerja." 


lalu Yu Ching berdiri.


Dan ia pun berjalan pergi.


Yu Chen ikut berdiri dan segera berkata," Kakak aku akan pergi... aku akan pergi dengan waktu yang mungkin akan cukup lama. "


Yu Ching hanya diam saja meski ia menghentikan langkahnya .


dan Yu Chen berkata, "Aku berharap, kau selalu bahagia."


Yu Chen pun menangis.


Sasa ternyata mendengar dari kejauhan, Ia pun ikut menangis.


Ia menghela napas dan berkata, "Keputusanmu di rapat tadi benar-benar mengejutkan kami. Tapi, jika itu memang keputusanmu. Kakak tidak bisa menghalanginya. "


lalu Yu Ching berjalan pergi meninggalkannya.


sebelum Yu Chen meninggalkan resort, ia membereskan segala pekerjaannya. Ia mendekor beberapa ruangan dan memberi wewangian dulu.


Dan juga ia sempat mendekor pohon natal yang cukup tinggi di lobi resort. Karena sebentar lagi akan datang natal.


Lalu saat anak buahnya hendak mengambil hiasan bintang yang cukup besar untuk ditempatkan di atas pohon natal,


Ia berkata, "Tunggu sebentar. "


Ia meminta hiasan bintang itu.


Ia mengamati hiasan bintang itu, ia teringat saat dulu ia kecil.


Ia pernah sekali pergi malam  malam hanya untuk mengambil hiasan bintang diatas pohon natal di depan gereja.


Ia ingin memberikan hiasan natal itu untuk ayah, ibu dan kakaknya.


Lalu ia berkata," Biar aku sendiri yang menempatkan hiasan bintang ini diatas pohon natal."


Sasa yang juga saat itu ada, ia berkata, "Tapi Yu Chen, pohon natal ini tinggi sekali. Biarkan yang lain yang menempatkannya diatas sana."


Yu Chen, "Tidak apa-apa. Tenang saja. Dulu sekali, saat aku masih kecil, aku pernah memanjat pohon natal yang lebih tinggi dari pohon natal ini. "


Sasa, "Yu Chen..."


Lalu Yu Chen berkata, "Tuan Lu tolong arahkan tangganya. Dan kalian pegangi tangga ini dari bawah."


Yu Chen  mulai hendak menaiki tangga.


Tanpa diduga Que San yang kebetulan mengunjungi resort ia sedang berjalan dengan Yu Ching untuk menuju ke ruangan Pamannya.

__ADS_1


Mereka berdua melihat Yu Chen sedang naik tangga untuk memasang hiasan di atas pohon natal.


Que San," Apa yang ia lakukan? “


Yu Ching melihat Yu Chen meletakkan hiasan bintang di atas pohon natal.


Ia teringat bahwa dulu saat masih kecil Yu Chen pernah pergi diam-diam mengambil hiasan bintang pohon natal di depan gereja.


Ia hanya ingin memberikan hiasan bintang itu pada ayah ibu dan juga Yu Ching.


Lalu Yu Chen meletakkan hiasan bintang itu ke atas pohon natal.


Ia menghela napas lalu ia turun dari tangga.


Yu Chen berkata, "Baiklah kalian lanjutkan untuk pohon natal yang ada di restoran. Terima kasih sudah membantu."


Setelah itu Yu Chen  berjalan menuju ke ruang kerjanya. 


Sasa mengikutinya,"Yu Chen, kau tidak apa-apa? "


Yu Chen tersenyum, dan ia berkata, "Aku tidak apa-apa Sasa. kau kembalilah bekerja."


Que San hendak mendekati Yu Chen, tapi Yu Ching berkata," Bibi, kau jadi menemui paman? "


Que San akhirnya mengurungkan niatnya lalu mengikuti Yu Ching.


Yu Chen membereskan meja kerjanya. Dan ia berpamitan dengan beberapa senior.


ia membawa 1 kardus kecil berisi barang-barang pribadinya.


Saat ia berjalan keluar, dadanya terasa sakit.


Ia segera berhenti.


1 tangannya memegang dadanya, dan tangan satunya masih membawa kardus kecil.


Tidak jauh dari tempat ia berdiri Yu Ching tidak sengaja melihatnya saat bersama Asisten Meng setelah Yu Ching mengantar bibinya di ruangan pamannya.


Ia sedikit terkejut melihat Yu Chen.


Tiba-tiba Sasa datang dan membawa kardus di tangan Yu Chen.


Yu Chen melihat Sasa.


Sasa  berkata, "Biar aku membawakannya untukmu."


Yu Chen, "Tidak perlu Sasa, aku bisa membawanya."


Saaa, "Yu Chen, kau masih menganggapku teman bukan? Biarkan aku membantumu membawa kan kardus ini. "


Yu Chen menatap Sasa, akhirnya ia mengangguk tersenyum.


Yu Chen berkata, "Sasa, selama aku di New York. Tolong bantu aku menjaga resort ini. "


Sasa, "Yu Chen..."


Yu Chen tersenyum, "Kau sudah banyak membantuku Sasa. Sejak kita masih di SMA hingga sekarang. Terima kasih Sasa."


Sasa, "Aku akan menunggumu kembali Yu Chen. Kita bisa merangkai bunga bersama lagi."


Sampai didepan lobi resort , Yu Chen meminta kardusnya.


Tangan kanannya memegang tangan Sasa dan ia tersenyum, "Terima kasih Sasa. "


Sasa, "Yu Chen... maafkan aku"


Yu Chen menggelengkan kepala, dan ia berkata, "Selamanya kau tetap sahabatku. Aku doakan kau selalu bahagia Sasa. "


Lalu Yu Chen pergi.


Yu Ching sempat melihat adiknya. Ia menghela napas. Lalu ia berjalan masuk kembali.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2