Sister

Sister
Bab 35


__ADS_3

Keesokan harinya, Yu Chen sedang bersiap-siap membereskan barangnya dan berencana hendak keluar dari rumah sakit.


Li Wei yang masuk ke kamar Yu Chen sambil hendak memeriksa keadaan Yu Chen, ia terkejut melihat Yu Chen sedang beres-beres.


Li Wei segera berkata, "Yu Chen? Kau mau ke mana?"


"Aku sudah tidak apa-apa. Aku tidak mau berlama-lama di rumah sakit," Jawab Yu Chen.


Li Wei, "Tapi Yu Chen, kau masih harus istirahat dulu. Aku tahu keadaan mu masih belum stabil."


Yu Chen bersikeras dan berkata, "Aku sudah tidak apa-apa. Kau tenang saja, aku akan segera urus semua biaya rumah sakit."


Li Wei, "Yu Chen... ."


"Terima kasih kau sudah menolongku," Kata Yu Chen sambil ia memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.


Ia mencari dompetnya dan paspornya, tapi tidak ada di dalam tasnya.


Yu Chen berpikir dan terlihat kebingungan.


Li Wei mendekatinya dan berkata, "Yu Chen, kau kenapa?"


Yu Chen mencari lagi didalam tasnya, tapi tetap tidak ada.


Lalu Yu Chen menatap Li Wei, "Dompet dan semua surat-surat pasporku tidak ada!"


Li Wei terkejut, "Benarkah?! Tas itu tidak aku buka sama sekali sejak kau pingsan. Dan aku membawa serta saat kau pingsan. Memang saat itu sempat isi tasmu jatuh berserakan. Aku sudah memasukkan semuanya dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Coba kau cari lagi, atau kau ingat-ingat lagi Yu Chen."


Yu Chen mencoba mencari lagi, tapi tetap tidak ada.


Ia pun teringat tentang penjahat itu.


Ia berkata dalam hati, "Apa penjahat itu yang mengambilnya?"


Li Wei, "Yu Chen?"


Yu Chen berkata dalam hati lagi, "Tidak mungkin, kenapa ini bisa terjadi?”


Tiba-tiba dada Yu Chen pun sesak lagi, ia hampir terjatuh.


Li Wei segera memegangi tangan Yu Chen dan berkata, "Yu Chen, kau tidak apa-apa?"


Yu Chen menatap Li Wei.


Li Wei tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Yu Chen, Hanya ia tahu Yu Chen pasti sedang ada masalah.


Yu Chen tiba-tiba lemas.


Li Wei segera menggendong Yu Chen dan membaringkan Yu Chen di ranjang.


Li Wei lalu memberikan oksigen pada hidung Yu Chen.


Wei Xiang terus menunggui Yu Chen, sampai Yu Chen stabil.


Beberapa saat kemudian Yu Chen pun mulai stabil.


"Kau sudah merasa baikan?" Tanya Li Wei dengan wajah penuh perhatian.


Yu Chen menatap Li Wei sambil masih sedikit lemas dan mengangguk.


Li Wei bertanya lagi, "Yu Chen, kau yakin tidak ingin menghubungi kakakmu, atau mungkin Yue Yue?"


Yu Chen hanya diam.


Lalu Li Wei berkata, "Baiklah jika kau tidak ingin memberitahu mereka. Tapi sekarang ini kau sudah bertemu denganku, kau adalah temanku dan kau adalah pasienku. Setidaknya kau bisa cerita padaku Yu Chen. Kau tidak percaya padaku?"


Yu Chen menatap Li Wei.


Akhirnya dia berkata, "Aku... saat ini seharusnya ada di New York."


Li Wei terkejut dan sedikit mengerutkan keningnya. "New York? Apa maksudmu?" Tanya Li Wei.


Yu Chen menjawab, "Kakekku menyekolahkanku lagi di New York."


Li Wei, " Kau saat ini seharusnya ada di New York, tapi kau ke Shanghai? Dan kau tidak memberitahu mereka?"


Yu Chen mengangguk.


Yu Chen menghela napas dan ia menceritakan segala yang sudah terjadi, entah kenapa saat itu ia benar-benar percaya pada Li Wei.


Li Wei begitu terkejut tentang semua yang sudah diceritakan Yu Chen.

__ADS_1


Yu Chen meneteskan air mata, ia berkata, "Meski hanya Yue Yue dan Wei Yi yang tahu tentang penyakitku, aku pun juga tidak memberitahu mereka bahwa aku ke Shang Hai."


Yu Chen menoleh ke arah jendela sambil menyeka airmatanya.


"Aku benar-benar ingin pergi dari semua ini. Aku ingin pergi sambil membawa semua hal yang sudah aku lakukan. Aku sudah benar-benar merepotkan keluargaku. Ditambah lagi, aku sudah benar-benar membuat kakakku kecewa," Kata Yu Chen lagi.


Li Wei menghela napas dan berkata, "Yu Chen, aku pernah mengalami hal yang seperti mu. Tapi tidak seharusnya kau lari dari masalahmu. Ditambah, penyakitmu itu bukan penyakit biasa. Keluargamu harus tahu."


Yu Chen menoleh pada Li Wei dan memegang tangan Wei Xiang.


Dengan wajah memohon ia berkata, "Li Wei, tolong bantu aku. Jangan beritahu keluargaku tentang keberadaanku saat ini. Dan saat ini aku yakin Chong Xiao Kang pasti sedang mencariku."


Li Wei menatapnya, "Aku tidak tahu ternyata Chong Xiao Kang adalah laki-laki kurang ajar, dia harus diberi pelajaran."


Yu Chen menggelengkan kepala, "Kita tidak punya cukup bukti untuk memberinya pelajaran. Dan aku juga tidak tahu kenapa ia ingin membunuhku."


Li Wei mengangguk, "Baiklah, sekarang kau jangan memikirkan tentang hal ini, yang perlu kau lakukan sekarang adalah istirahat. Aku tidak akan memberitahu keluargamu. Kau bisa percaya padaku Yu Chen."


Akhirnya hari-hari berlalu, Li Wei membawa Yu Chen ke rumahnya.


Ayah, ibu dan adik Li Wei menerima Yu Chen dengan senang.


Li Wei menceritakan segalanya tentang apa yang dialami Yu Chen.


Karena nya mereka begitu kasihan dan simpati dengan Yu Chen.


Ayah Li Wei adalah Direktur Resort di Shang Ri Shang Hai yang terkenal.


Ia pun meminta Yu Chen bekerja di resortnya sebagai Florist dan membantu adik Li Wei, Xiao Wei.


Xiao Wei sangat ramah dan periang, ia begitu manja dengan kakaknya.


Dan sekarang sejak kedatangan Yu Chen, ia pun jadi manja dengan Yu Chen.


Yu Chen seperti benar-benar memiliki seorang adik.


Sementara itu, Yu Ching terus berusaha mencari keberadaan adiknya.


Sedangkan anak buah Xiao Kang yang berusaha hendak menculik Yu Chen dan hendak membunuh Yu Chen ternyata ketakutan jika Xiao Kang tahu ternyata Nona Xu Yu Chen masih hidup, karenanya ia membohongi Xiao Kang dan mengatakan bahwa ia sudah berhasil membunuh Yu Chen.


Ia membuang mayat Yu Chen di jurang, dan membuang semua barang bukti hanya tinggal sebuah pasport dan dompet milik Yu Chen.


Dan kebetulan memang saat itu di Teipei ada berita mengenai kecelakaan mobil taksi.


Karena sopir taksi tidak hati-hati saat melewati jalan puncak, ia melanggar garis lalu lintas dan melawan arus sehingga tersenggol bus, dan taksi itu terjatuh ke sungai yang cukup curam.


Bahkan saat itu sedang hujan dan arus begitu deras. Sehingga sangat sulit untuk melakukan pencarian.


Dua hari berlalu masih tidak ditemukan penumpang wanita itu, hanya sopir taksi saja dan tidak ditemukan barang bukti.


Yu Ching yang baru saja pulang dari resort.


Bersama Yue Yue yang menjemputnya.


Mereka hendak masuk ke rumah, tiba-tiba ada mobil datang dan beberapa orang keluar dengan mengenakan jas hitam, beberapa diantaranya mengenakan seragam polisi.


Salah seorang itu menunjukkan kartu identitas nya bahwa mereka polisi.


Yu Ching dan Yue Yue sedikit terkejut.


Polisi itu berkata, "Apakah ini adalah tempat tinggal Nona Xu Yu Chen?"


Yu Ching menjawab, "Benar, ini tempat tinggalnya."


Polisi itu bertanya lagi, "Anda?... "


"Aku adalah kakaknya, ada apa ini?" Tanya Yu Ching dengan wajah bingung.


Polisi itu menghela napas dan berkata, "Kami ingin memberitahukan, bahwa 3 hari yang lalu terjadi kecelakaan sebuah mobil taksi. Menurut informasi, ada seorang wanita yang juga menjadi penumpang taksi tersebut yang hendak menuju ke puncak. Tapi karena kurang hati-hati sopir taksi tersebut melawan arah dan karena berusaha menghindar bus, akhirnya terjatuh ke sungai yang cukup curam. Tim penyelamat dan kepolisian sudah mencoba selama 3 hari ini mencari wanita itu, tapi karena arus yang deras dan cuaca yang buruk hingga sekarang kami tidak bisa menemukannya. Kami hanya bisa menemukan sopir taksi yang ternyata sudah berusaha loncat dari taksinya."


Yue Yue, "Lalu, apa hubungannya dengan Xu Yu Chen? Kenapa kalian kemari?"


Jawab polisi itu, "Akhirnya pagi hari tadi, saat kami sedang mencoba mencari lagi, kami akhirnya menemukan barang bukti yang dimilik wanita itu. Sebuah dompet dan paspor. Kami menemukan identitas Nona Xu Yu Chen. Karenanya kami kemari."


Yu Ching dan Yue Yue terkejut.


Yu Ching menggelengkan kepalanya, "Tidak mungkin... ."


Salah satu rekan polisi itu menyerahkan sebuah plastik berisi dompet dan paspor.


Dan Yu Ching segera menerimanya.

__ADS_1


Yu Ching membukanya dan mengambil dompet.


Ia tahu itu adalah dompet kesukaan Yu Chen.


Ia membukannya dan benar, itu adalah dompet Yu Ching, begitu juga paspornya.


Yu Ching begitu terkejut, dan ia hampir terjatuh.


Yue Yue segera memegangi Yu Ching.


Yue Yue, "Kak Yu Ching!"


"Tidak mungkin! Itu pasti bukan Yu Chen. Pasti bukan!" Kata Yu Ching tidak percaya dengan wajah sedih dan juga sangat terkejut.


Yue Yue meneteskan air matanya.


Polisi itu berkata, "Maaf Nona, kami hanya melaporkan berdasarkan bukti yang kami temukan."


Akhirnya setelah menerima informasi itu, Que San pun juga begitu terkejut. Karena begitu terkejutnya Que San pingsan.


Yu Ching bersama Yue Yue dan pamannya menuju ke lokasi di temani Chaiya juga, tapi tetap mereka tetap tidak bisa menemukan tubuh Yu Chen.


1 Minggu berlalu.


Upacara pemakaman Yu Chen sudah berjalan dan mereka hanya menabur bunga di tempat terjadinya kecelakaan.


Sementara itu, Yu Ching tetap tidak percaya bahwa itu adalah Yu Chen.


Ia masih yakin bahwa adiknya masih hidup.


Saat makan malam bersama.


Yue Yue berkata, "Aku hanya tidak habis pikir, kenapa Yu Chen menuju ke puncak?"


"Aku yakin itu bukan Yu Chen." Kata Yu Ching dengan yakin, meski wajahnya terlihat lesu dan sedih.


Que San menatap ponakannya itu dan berkata, "Yu Ching... ."


Yu Ching terdiam sebentar, lalu ia meletakkan sumpitnya.


Ia berkata," Maafkan aku, aku sudah kenyang. Aku ingin kembali ke kamar."


Yu Ching lalu berdiri dan berjalan pergi ke kamarnya.


Que San menarik nafas melihat keponakannya, ia sangat sedih.


Ke Jiang memegang pundak istrinya dan mengusap lembut.


Yu Ching akhirnya masih terus mencari informasi keberadaan Yu Ching.


Sesekali, Que San menatap handphone milik Yu Chen, Que San pun meneteskan air mata.


1 tahun setelah itu Yue Yue akhirnya menikah dengan Wei Yi, dan memiliki seorang putri yang lucu dan manis. Mereka memberi nama Chen Chen.


5 tahun berlalu.


Yu Ching akhirnya menjadi Wakil Direktur Resort Flower.


Ia membantu pamannya, kakeknya hanya memilih istirahat.


Yu Ching dan Mo Bei masih belum memutuskan untuk menikah.


Mo Bei masih bersabar dan menemani Yu Ching.


Ia tahu Yu Ching masih belum bisa menerima kepergian Yu Chen.


Hubungan Xiao Kang dan Sasa akhirnya sudah banyak orang mengetahuinya.


Awalnya Yue Yue benar-benar tidak bisa menerima hal itu. Ia tidak menyangka Sasa begitu tega melakukannya.


Tapi Yue Yue teringat kata-kata Yu Chen, "Apapun yang terjadi kita bertiga tetap sahabat."


Yue Yue bisa menerimanya, dan hubungannya dengan Sha Sha membaik.


Sementara itu Sasa tidak tahu apa yang sedang direncanakan Xiao Kang.


Xiao Kang diam-diam mencari pendukung dengan beberapa para pemegang saham untuk membeli saham sebesar-besarnya milik Resort Flower dan meminjam nama salah satu teman baiknya.


Saat beritanya tersebar bahwa ada seseorang sudah berusaha membeli saham begitu besar milik Resort Flower, Liu Jiang begitu terkejut sehingga membuatnya jatuh sakit.


Ia harus istirahat beberapa waktu yang cukup lama.

__ADS_1


Dan Yu Ching harus menggantikan sementara posisi pamannya dengan dibantu Mo Bei.


...****************...


__ADS_2