Sister

Sister
Bab 38


__ADS_3

Siang itu Yu Chen menuju ke sekolah putri Yue Yue.


Beberapa saat kemudian, bel sekolah berbunyi dan anak-anak berhamburan keluar.


Yu Chen melihat anak-anak itu keluar.


Beberapa menit kemudian sekolah mulai sepi.


Ia melihat seorang anak perempuan berdiri di depan sekolah.


Yu Chen tahu itu adalah putri Yue Yue.


Lalu Yu Chen mendekatinya.


Yu Chen sedikit menunduk dan tersenyum lembut, "Kau menunggu ibumu?"


Gadis kecil itu mengangguk dan berkata, "Kakak siapa?"


Yu Chen tersenyum, "Kakak adalah teman ibumu."


Gadis kecil itu menatap Yu Chen, dan ia berkata, "Kakak teman ibuku?"


Yu Chen tersenyum dan mengangguk.


"Anak manis, Siapa namamu?" tanya Yu Chen.


Gadis kecil itu menjawab, "Namaku Chen-Chen."


Yu Chen terkejut mendengarnya, "Chen Chen?"


Yu Chen berkata dalam hati, "Fei Yang... ."


Lalu ia berkata, "Chen-Chen, kenapa ibumu juga masih belum menjemputmu?"


Chen-Chen menggelengkan kepala, "Aku tidak tahu. Ibu sering seperti itu. Tapi aku tetap sayang pada ibu."


Yu Chen tertawa kecil.


Lalu ia mengeluarkan sesuatu di tas nya.


"Kakak membawa coklat untukmu. Ini untukmu."


Chen-Chen menatapnya dan ia berkata, "Tapi ibu mengajariku untuk tidak menerima sesuatu dari orang yang belum aku kenal."


Yu Chen tersenyum, "Benarkah? Ibumu memang benar-benar hebat. Kakak rasa, kau memang harus menuruti ibumu. Tapi, kakak benar-benar teman ibumu. Jika kau menerima coklat ini dan ibumu memarahimu, perlihatkan saja coklat ini padanya. Ia pasti akan percaya, bahwa kakak adalah teman ibumu. Bagaimana? Kau mau percaya pada kakak?"


Chen-Chen menatap Yu Chen.


Ia merasa Yu Chen sangat ramah dan baik padanya.


Lalu akhirnya ia menerimanya, "Baiklah, terima kasih kak."


Yu Chen tersenyum.


Dan berkata, "Baiklah, kakak akan menemanimu di sini sampai ibumu menjemputmu."


Chen-Chen mengangguk.


Chen-Chen menatap Yu Chen dan berkata, "Kakak, kau juga suka coklat?"


Yu Chen mengangguk, "Kakak sangat menyukai coklat."


Chen-Chen, "Aku pun juga sangat menyukai coklat."


Lalu Yu Chen berkata, "Kau begitu mirip dengan ibumu."


Chen-Chen pun tersenyum dan berkata, "Ayah juga sering bilang seperti itu."

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Yu Chen sambil tersenyum lembut.


Chen-Chen mengangguk.


Lalu beberapa saat kemudian Asisten Yi mengirim pesan dan isinya mengenai nomor handphone Yue Yue.


Yu Chen lalu segera mengirim pesan pada Yue Yue.


Yue Yue yang masih ada di jalan melihat pesan itu, ia mengira itu adalah guru putrinya.


Iapun mengendarai mobilnya sedikit lebih cepat menuju ke sekolah.


Yu Chen menoleh pada Chen-Chen dan sambil jongkok, "Chen-Chen, sebentar lagi ibumu pasti akan datang. Kakak harus pergi. Lain kali kita bertemu lagi. Kau... mau berteman dengan kakak?"


Chen-Chen menatap Yu Chen, lalu Chen-Chen mengangkat jari kelingkingnya.


"Kakak janji ya, kita berteman." Kata Chen-Chen dengan imut.


Yu Chen terkejut dan tersenyum.


Lalu Yu Chen membalas dengan jari kelingkingnya.


Yu Chen mengusap kepala Chen-Chen.


"Anak manis. Baiklah, kakak pergi dulu. Sampai jumpa." Ucap Yu Chen.


Chen-Chen mengangguk, "Sampai jumpa kak."


Yu Chen pun tersenyum lalu pergi.


Lalu beberapa saat Yue Yue datang.


Yue Yue melihat putrinya berdiri di depan sekolah.


Yue Yue segera menghampiri putrinya dan berkata, "Maafkan ibu terlambat menjemputmu."


Yue Yue melihat coklat di tangan putrinya, "Siapa yang memberimu coklat ? Ibu guru?"


Chen-Chen menggelengkan kepala, "Bukan bu. Tadi Chen-Chen ditemani seorang kakak. Ia bilang ia teman ibu. Lalu ia mau menemani Chen-Chen sampai ibu datang menjemputku. Dan ia memberiku coklat ini bu."


Yue Yue, "Chen-Chen, bukankah sudah ibu bilang, jangan percaya dan menerima pemberian dari orang yang belum kau kenal."


Chen-Chen berkata, "Kakak itu bilang jika ibu melihat coklat ini ibu akan percaya bahwa ia adalah teman ibu."


Yue Yue segera melihat coklat itu.


Ia berkata dalam hati, "Coklat ini?!"


Ia pun menoleh di sekelilingnya.


Yue Yue lalu menatap coklat itu lagi dan ia menatap putrinya, "Chen-Chen, kemana kakak yang menemanimu tadi?"


Chen-Chen, "Kakak itu sudah pergi. Lalu sebentar kemudian ibu datang. Kakak itu bilang, nanti kami akan bertemu lagi. Kakak itu sudah janji menjadi temanku bu."


Yue Yue pun berdiri dan melihat sekelilingnya lagi.


Ia berkata dalam hati, "Yu Chen? benarkah itu kau?"


Ternyata Yu Chen berdiri agak jauh dari mereka.


Sambil berlindung di balik tembok sebuah café.


Ia melihat Yue Yue.


Chen-Chen melihat ibunya dan berkata, "Ibu... ."


Yue Yue lalu menatap putrinya.

__ADS_1


Dan berkata, "Baiklah, ayo kita pulang."


Sambil ia melihat sekelilingnya lagi.


Lalu mereka berjalan masuk ke dalam mobil dan mereka pergi.


Sore itu, Yue Yue setelah memandikan putrinya.


Ia membiarkan putrinya bermain di kamarnya.


Dan Yue Yue membersihkan dokumen-dokumennya di meja kerjanya.


Lalu putrinya sambil menggendong boneka nya, ia melihat buku diary di meja ibunya, ia membukanya dan ia melihat foto ibunya dan juga 2 orang perempuan.


Tiba-tiba ia berkata, "Ibu, kakak ini yang menemaniku tadi saat di sekolah."


Yue Yue terkejut.


Ia segera mendekati putrinya dan melihat putrinya menunjuk ke foto saat Yue Yue bersama Sasa dan Yu Chen.


Yue Yue, "Chen-Chen bilang, kakak ini yang menemanimu tadi?"


Chen-Chen mengangguk.


Yue Yue lalu berkata dalam hati, "Yu Chen?! Kau... masih hidup?"


Mata Yue Yue sedikit berkaca-kaca karena seakan masih belum mempercayai semua itu, tapi ia merasa senang dan sedikit lega.


Chen-Chen, "Bukankah kakak ini ada di foto yang ada di meja piano? Kakak ini teman ibu ya?"


Yue Yue mengusap rambut putrinya.


Tiba-tiba bibi Li datang dan berkata, "Nona, semuanya sudah menunggu di bawah untuk makan malam."


Yue Yue menoleh, "Baiklah bi."


Lalu Yue Yue menoleh pada putrinya, "Chen-Chen, kita makan malam dulu."


Chen-Chen mengangguk.


Malam itu, Yu Ching makan malam bersama keluarga.


Que Nan berkata pada putrinya, "Yue Yue, besok ibu dan ayah akan ke Shanghai. Kau harus menjaga kakek."


Chen-Chen pun menyaut, "Nenek tenang saja, Chen-Chen pasti akan menjaga kakek buyut dengan baik."


Semuanya tertawa geli mendengarnya.


"Nanti setelah 2 hari kami akan menyusul bu." Ucap Yue Yue.


Que Nan mengangguk.


Sang kakek berkata, "Yu Ching, bagaimana dengan resort kita?"


"Kakek tenang saja. Aku sedang berusaha mencari kerjasama dengan resort-resort terbaik di Teipei. Dan mengenai perusahaan komunikasi Ji He, mereka masih mau tetap bekerjasama dengan kita selama masih kita yang memimpin."


Sang kakek mengangguk tenang.


Yu Ching, "Mo Bei juga sedang berusaha mencari dukungan dari para pemegang saham. Kakek jangan khawatir. Dan paman tenang saja, paman hanya cukup istirahat saja di Shanghai, jangan memikirkan apapun."


Liu Jiang menarik nafas, lalu menjawab, "Paman percayakan padamu Yu Ching."


"Chen-Chen juga akan membantu bibi." Sahut Chen-Chen dengan bangga.


Yu Ching tersenyum dan mengangguk.


Begitu pun yang lain ikut tersenyum geli mendengar celotehan Chen-Chen yang membuat suasana menjadi ramai kembali.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2