Sister

Sister
2. Pria Meresahkan


__ADS_3

...HAPPY READING!!!!...


...----------------...


Sore harinya, Thera akhirnya menyetujui bertemu dengan Topan si lelaki tampan cinta pertama Thera.


Mereka memutuskan bertemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah Thera. Keduaanya kembali bertemu untuk pertama kalinya setelah lama berpisah.


"Shie, kamu jangan kemana-mana lagi. Tungguin Nisa pulang, dan temani dia. Kakak mau keluar sebentar."


Ujar Thera pada adik perempuannya yang baru saja kembali dari luar. Thera mematut dirinya didepan cermin sekali lagi sebelum benar-benar keluar.


"Hem.."


Sahut Shiena malas. Dia hanya betgumam saja. Entah ia akan menurutinya atau tidak. Gadis berhidung mancung itu hanya berlalu kekamarnya, meninggalkan sang kakak didepan.


......................


Thera tiba didepan cafe dengan diantar oleh sebuah ojek. Selesai membayar, gadis berhijab itu melihat jarum jam dipergelangan tangannya. Ternyata baru pukul lima kurang, ia pun memilih langsung masuk saja dan menunggu Topan didalam.


lewat sepuluh menit Thera duduk didalam cafe, ponsel bututnya berbunyi.


"Ya, hallo."


"Maaf, aku sedikit telat. Kamu bisa langsung pesan minum saja. Jangan lupa pesankan minumku sekalian"


Thera menghela nafas, "Mau minum apa?"

__ADS_1


"Seperti biasa aja, kamu masih ingat kan?"


"Maaf, aku nggak ingat!"


Sahut Thera sedikit ketus.


"Ya udah, disamain aja sama punya kamu."


Thera memutuskan panggilan itu. Lalu bangkit dan menuju kasir untuk memesankan minuman untuknya dan Topan.


Tidak lama, seorang pemuda masuk dan menghampiri Thera yang sedang menyeruput minumannya.


Lelaki itu duduk dihadapan Thera, yang sama sekali tudak dipandang oleh gadis itu.


Thera mengalihkan pandangannya sebab pesona Topan begitu kuat, ia tidak mau pengorbanannya yang berusaha melupakan pria itu sia-sia.


ucap Topan, mata pria itu menelisik seluruh wajah Thera, dan berhenti tepat dibibir ranum gadis itu. Bibir tipis yang dulu begitu membuatnya candu.


"Hem.."


Thera hanya berguman, ia menjadi salah tingkah Akibat ucapan lelaki tampan didepannya.


"Mau ngomong apa?"


Tanya gadis itu, ia tidak ingin berlama-lama duduk dengan lelaki itu. Pesona lelaki itu sungguh meresahkan. Apalagi cafe tempat mereka bertemu masih dekat dengan kediamannya, membuat ia takut ketahuan orang yang ia kenal jika ia bertemu dengan suami orang lain. Dan takut akan menyebab kan kesalah pahaman.


"Oh, iya maaf. Aku ingin menawarkan bantuan pada mu. Sebab aku dengar dari Shiena jika kamu sedang kesu_"

__ADS_1


"Maaf, itu tidak benar."


Thera dengan cepat memotong ucapan lelaki tampan itu.


"Ra.. Aku tau kamu sedang kesulitan, tidak ada salahnya menerima bantuanku."


Topan merasa kasihan pada mantan kekasihnya itu. Sebab itu ia ingin sekali membantu Thera. Sekalian menebus kesalahannya dimasa lalu.


"Maaf, kita sekarang sudah tidak ada hubungan apapun. Jadi aku mohon, jangan campuri urusan ku."


Thera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki jenjangnya menuju pintu keluar cafe. Gadis itu tidak sedikitpun menoleh kebelakang.


Sedang Topan menatap nanar kepergian Thera. Lelaki dengan tubuh atletis itu merasa sangat bersalah sudah meninggalkandan menyakiti gadis yang ia cintai itu dulu.


Namun siapa sangka, Thera yang sekarang berbeda jauh dengan Thera yang dulu ia kenal.


......................


Thera tiba di rumahnya bersamaan dengan Anisa yang juga baru pulang dari sekolah.


"Kak, tadi guru ku sudah bertanya lagi. Kapan kakak akan memberikanku uangnya, hah! Minggu depan aku ulangan kak,"


Setelah membentak kakaknya, Anisa masuk kedalam rumah meninggalkan Thera yang masih merasa terkejut.


"Tuhan, apa yang harus aku lakukan.."


Thera bergumam, memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut.

__ADS_1


__ADS_2