Sister

Sister
Bab 43


__ADS_3

Toko bunga itu meski terlihat mungil, tapi sangat rapi dan unik.


Yu Chen yang menata ruangannya.


Karenanya ia sering datang membantu menjaga toko bunga milik temannya itu.


Yue Yue memulai pembicaraan, "Jadi, kau bilang tinggal di Shang Hai, maksudmu kau ada di sini?"


Yu Chen terdiam sebentar, lalu tersenyum dan mengangguk. Lagi-lagi ia belum bisa mengatakan yang sebenarnya.


Yu Ching menatap adiknya, ia bingung harus memulai berkata apa.


Que Nan, "Yu Chen, kita sudah bertemu. Pulanglah dengan kami."


Yu Chen tersenyum, "Bibi. Aku senang sekali kita bisa bertemu kembali. Tapi, aku yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Aku sudah memulai segalanya dari awal di sini. Aku senang tinggal di sini."


Yu Ching akhirnya pun mulai berkata, "Kau tidak mau pulang... Apakah kau begitu marah pada kakak?"


Yu Chen menatap kakaknya dan ia menggelengkan kepala, lalu berkata, "Tidak. Tentu tidak. Aku tidak bisa marah pada kakak. Bukankah semuanya sudah berlalu kak?"


"Lalu kenapa kau tidak mau pulang bersama kami?" Tanya Yu Ching pada adiknya.


Yu Chen tersenyum, "Kakak, pasti aku akan pulang untuk mengunjungi kalian. Tapi sekarang di sinilah rumahku. Aku senang tinggal di sini kak."


Yu Ching, "Yu Chen... ."


Yu Chen, "Tidak apa-apa kak."


Yu Ching, "Bagaimana keadaanmu selama ini? kau sehat bukan? Penyakitmu... ."


Yu Chen mengangguk, "Aku sehat kak. Bukankah kalian lihat aku baik-baik saja."


Beberapa saat, Li Wei datang.

__ADS_1


Li Wei pun berdiri di samping Yu Chen, dan terkejut.


"Bibi, Kak Yu Ching, Yue Yue?..." kata Li Wei.


Yue Yue, "Li Wei?!"


Li Wei tersenyum dan memberi salam, "Senang bertemu dengan kalian, sudah lama tidak berjumpa."


Yue Yue, "Kalian berdua— ."


Yu Chen tersenyum dan berkata, "Kami sudah bertunangan."


Li Wei memegang pundak Yu Chen dan Yu Chen tersenyum pada Li Wei.


Yu Ching dan Yue Yue begitu terkejut mendengarnya.


Saat di perjalanan pulang. Di dalam mobil, Yu Ching benar-benar tidak menyangka dengan semua yang dikatakan Yu Chen. Ia menjadi semakin merasa bersalah, karena Yu Chen seakan menghindar untuk ikut pulang bersama mereka. Meski ia juga tahu bahwa Yu Chen sudah bertunangan dengan Li Wei.


Saat menjenguk pamannya. Liu Jiang sudah mulai terlihat sehat.


Yu Ching, "Paman jangan berkata seperti itu. Bukankah resort Flower juga ada milik keluarga kita. Aku pun juga tidak akan berdiam diri saja melihat resort kita dalam bahaya. Yang terpenting adalah paman harus cepat sehat."


Liu Jiang mengangguk, "Kau dan Yu Chen, sangat mirip."


Yu Ching menatap pamannya, "Paman... ."


"Paman sudah bersalah padanya. Pada kalian berdua. Jika seandainya saat itu paman tidak memintanya pergi ke New York. Semua ini tidak akan terjadi. Tapi paman bersyukur melihatnya masih hidup." Kata Liu Jiang dengan rasa bersalah.


Que Nan, "Liu Jiang."


Liu Jiang menghela napas.


Yu Ching, "Paman, kau sudah tahu bahwa Yu Chen masih hidup?"

__ADS_1


Liu Jiang mengangguk dan berkata, "Paman sudah bertemu dengannya. Paman senang melihatnya masih hidup. Paman benar-benar lega melihatnya."


Que Nan meneteskan air mata mendengarnya.


Lalu Liu Jiang berkata lagi, "Yu Ching, paman ingin bertemu dengan Presdir Resort Shang Ri. Paman ingin secara langsung mengucapkan terima kasih padanya. Besok, kau temani paman menemuinya."


Yu Ching mengangguk ,"Baiklah paman, lagipula aku juga berencana besok untuk ke resort Shang Ri."


Malam itu, saat Yu Chen dan keluarga Li Wei makan malam bersama.


Yu Chen menceritakan bahwa keluarganya ada di Shang Hai. Bibi Li pun senang mendengarnya.


"Bagus sekali. Seharusnya kita menemui mereka. Sudah lama kita tidak bertemu bukan?" Kata Bibi Li.


Yu Chen mengangguk dengan tersenyum.


Selesai makan. Yu Chen membantu bibi nya membersihkan dapur.


Bibi Li berkata, "Yu Chen, bibi bisa mengerti apa yang kau rasakan. Keputusanmu untuk membantu resort keluargamu dan bertemu kembali dengan keluargamu mungkin ada perasaan berat tapi kau juga merasakan senang."


Yu Chen menoleh pada bibi Li. Bibi Li benar benar tahu apa yang ia rasakan.


Bibi Li tersenyum lembut pada Yu Chen dan berkata, "Tapi bibi ingin mengatakan, apapun yang sudah terjadi dulu, mereka tetap adalah keluargamu. Bibi yakin, kau sangat menyayangi keluargamu, bahkan kakakmu bukan?"


Yu Chen, "Bibi... ."


"Jika sudah saat nya kau pulang. Kau harus pulang. Jika saatnya kau harus menghadapi tunanganmu yang dulu. Kau harus berani menghadapinya."


Yu Chen mengangguk dan berkata, "Baik bi. Aku mengerti."


Bibi Li tersenyum dan memegang pundak Yu Chen dan berkata lagi, "Tapi, rumah inipun juga selalu terbuka untukmu, apalagi setelah kau menikah dengan Li Wei nanti."


Yu Chen tersenyum haru.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2