Sister

Sister
Bab 48


__ADS_3

Keesokan harinya, Yu Chen bersama Yu Ching berangkat bersama-sama ke resort untuk rapat dengan para pemegang saham.


Yu Ching memang meminta Yu Chen datang menghadiri rapat dengan para pemegang saham karena mengingat bahwa Yu Chen adalah Presdir resort Shang Ri yang sudah mau bekerja sama dengan resor Flower.


Rapat pemegang saham berlangsung cukup mengejutkan. Karena semua tidak menyangka bahwa Yu Chen adalah Presdir Resort Shang Ri.


Begitu pula Chong Xiao Kang.


Selesai rapat. Yu Chen ingin jalan-jalan di resor. Sudah lama sekali ia tidak menikmati resor Flower.


Yu Ching, "Biar kakak temani, Yu Chen."


Tiba-tiba Asisten Meng datang dan berkata, "Bu GM setelah ini ada rapat dengan presdir Perusahaan Komunikasi."


Yu Chen tersenyum, "Aku tidak apa-apa kak. Lagipula aku tidak lupa tempat ini. kakak pergilah rapat."


Yu Ching menghela napas, "Baiklah. Setelah selesai rapat kita jalan-jalan. Kakak akan menemanimu jalan-jalan di Teipei."


Yu Chen tersenyum dan mengangguk.


Lalu Yu Chen berjalan pergi melihat resort Flower yang sudah ia tinggalkan cukup lama.


Ia merasa rindu sekali. Ia melihat bunga-bunga yang tertata rapi di ruangan dia bekerja dulu.


Tanpa diduga Sasa datang hendak mengambil sesuatu di meja kerjanya. Ia terkejut melihat seorang wanita berdiri di depan meja kerja yang dulu pernah dipakai oleh Yu Chen.


Perlahan ia berjalan. Sasa sedikit mengenali pundak yang membelakanginya. Lalu ia memegang pundak itu.


Yu Chen pun menoleh.


Betapa terkejut nya Sasa, ia melihat Yu Chen kembali. ia memang sudah mendengar dari Yue Yue bahwa Yu Chen masih hidup. Dan saat ini ia melihat sendiri sahabatnya berdiri di depannya. Sahabatnya yang selama ini ia kira sudah meninggal. Sahabat yang sangat ia sayangi.


Sasa meneteskan air mata, "Yu Chen... ."


Sasa pun segera memeluk sahabatnya itu, "Yu Chen aku sangat rindu padamu. Kau masih hidup."


Yu Chen meneteskan air mata, ia membalas pelukan sahabatnya.


Yu Chen, "Sasa."


Sasa melepas pelukannya, "Aku senang melihatmu kembali Yu Chen."


Yu Chen mengangguk, "aku juga senang bertemu denganmu Sasa. sudah lama kita tidak bertemu. Kau terlihat kurusan."


Sasa menggelengkan kepala, "Kau baik-baik saja bukan?"


Yu Chen tersenyum.


Beberapa saat seorang pekerja florist datang dan berkata, "Nona Chen Sasa, semuanya sudah menunggu anda."


Sasa menoleh, "Baiklah, sebentar lagi aku ke sana."


Sasa menatap sahabatnya dan berkata, "Aku harus pergi sebentar. Kita masih punya banyak waktu bukan? Aku masih ingin berbincang-bincang banyak denganmu."


Yu Chen tersenyum dan mengangguk, "Baiklah."


Lalu Sasa pergi.


Yu Chen menghela napas. Ia jalan-jalan mengelilingi lagi resort.


Ia berdiri di taman tempat ia dulu suka sekali menikmati pemandangan sungai kecil, udara yang segar dan langit yang indah.

__ADS_1


Bahkan saat ia menangis ia suka sekali berdiri di situ.


Beberapa saat Chong Xiao Kang datang.


Sementara itu Yu Ching berpikir, sudah lama Yu Chen tidak kembali. Mungkin ia hanya sebentar dan akan kembali lagi ke Shang Hai. Aku tidak bisa meninggalkannya hanya karena rapat resort.


Lalu ia menoleh pada asisten Meng, "Asisten Meng, katakan pada Presdir Perusahaan Komunikasi, hari ini rapat kita undur."


Mo Bei ada di sampingnya mengerti kenapa Yu Ching memilih seperti itu.


Mo Bei berkata, "Biarkan aku saja yang mewakilimu untuk rapat ini. Rasanya tidak enak jika rapat ini kita undur. Aku akan mengatakan pada Presdir Perusahaan Komunikasi Ji He bahwa kau sedang ada di luar kota."


Yu Ching, "Mo Bei."


Mo Bei tersenyum, "Tenang saja. Serahkan padaku."


Lalu Yu Ching berkata, "Terima kasih Mo Bei."


Mo Bei mengangguk lalu ia pergi bersama Asisten Meng.


Yu Ching pergi mencari adiknya.


Yu Chen yang ada ditaman belakang resort, ia menoleh dan melihat Chong Xiao Kang.


Chong Xiao Kang tersenyum sinis dan berkata, "lama tidak berjumpa Nona Xu Yu Chen, bukan aku salah menyebutnya. Seharusnya aku memanggilmu Presdir Xu."


Yu Chen membalas, "Lama tidak berjumpa juga Tuan Chong Xiao Kang. Kau pasti terkejut melihatku masih hidup dan bahkan aku bisa kembali lagi di hadapanmu. Maafkan aku, jika aku masih saja menghalangi jalanmu."


Xiao Kang tersenyum licik sambil berjalan sedikit mendekati Yu Chen.


Xiao Kang, "tentu saja kau benar-benar membuatku terkejut. Sudah cukup lama kau menghilang. Itu sangat membuatku merindukanmu. Aku masih sama seperti dulu, masih mencintaimu Yu Chen."


Yu Chen tersenyum sinis dan berkata, "Benarkah? itu mengejutkanku."


Xiao Kang tersenyum, "Aku tidak peduli, tapi aku masih akan terus mengejarmu Yu Chen sampai kau menyerah padaku."


Yu Chen tersenyum dan berkata, "Aku pun juga tidak akan melepaskanmu. Sampai kau menyerah Chong Xiao Kang. Dan aku akan membuka siapa kau sebenarnya."


Lalu Yu Chen berjalan melewati Xiao Kang dan hendak pergi meninggalkan Xiao Kang.


Xiao Kang memegang tangan Yu Chen. Yu Chen menghentikan langkahnya dan menoleh. Xiao kang memegang tangan Yu Chen, dan menggenggam tangan Yu Chen.


Yu Chen mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Xiao Kang.


Tapi Xiao Kang menggenggam begitu erat.


Ia berkata, "Baiklah, kita akan lihat siapa yang akan menyerah terlebih dahulu Xu Yu Chen, tapi jika kau menyerah terlebih dahulu aku masih bisa mencintaimu."


Yu Chen menatap Xiao Kang, dan ia berkata, "Lepaskan tanganku!"


Xiao Kang tersenyum licik.


Tiba-tiba Yu Ching datang dan melihat mereka.


Yu Ching, "Yu Chen? Chong Xiao Kang... kalian?"


Yu Chen melepaskan tangannya dari genggaman Xiao Kang.


Xiao Kang menoleh pada Yu Ching sambil tersenyum ia berkata, "Aku hanya terkejut melihat Yu Chen kembali. karena sudah lama tidak melihatnya. Aku senang melihat Yu Chen kembali."


Lalu Xiao kang menoleh pada Yu Chen dan berkata, "Baiklah, aku harus kembali bekerja, aku harap kita bisa bertemu kembali dan membicarakan hubungan kita. Senang melihatmu kembali."

__ADS_1


Lalu Xiao Kang pun pergi.


Yu Chen menghela napas lega.


Yu Ching, Yu Chen, "Kalian... kakak sedikit tidak mengerti. Bukankah kalian sudah— ."


Yu Chen menyaut, "Kakak."


Yu Chen berdiri membelakangi kakaknya sambil melihat ke arah sungai kecil.


Ia berkata lagi, "Hubungan kami tidak akan mungkin kembali lagi. Tidak akan mungkin."


Yu Ching, "Yu Chen."


Yu Chen menoleh dan tersenyum, "Tidak apa-apa kak. Semuanya sudah berlalu."


Yu Ching menatap adiknya. Tangannya memegang wajah adiknya.


Beberapa saat Chen Chen datang sambil berlari dan memangggil, "Bibi Ching!"


Yu Ching dan Yu Chen menoleh.


Chen Chen segera mendekati Yu Ching. Yu Ching memeluk keponakannya itu. Di belakangnya diikuti oleh Yue Yue.


Yu Ching, "Kau sudah pulang sekolah?"


Chen Chen mengangguk, "bibi Ching, aku lapar."


Yu Ching dan Yu Chen tertawa mendengarnya begitu juga Yue Yue.


Yu Chen duduk dan berkata, "Baiklah kalau begitu kita segera makan siang."


Chen Chen tersenyum sambil mengangguk.


Mereka makan siang bersama-sama.


Yu Chen, "Chen Chen, ini pasti makanan kesukaanmu bukan?"


Chen Chen mengangguk, "Kakak betul sekali. Aku akan makan banyak"


Semuanya tertawa.


Yu Ching menggelengkan kepala, "Ia memanggil Yu Chen kakak, dan aku dipanggil bibi."


Yu Chen, "Kak Yu Ching,biarkan saja. Lagipula aku terlihat lebih muda."


Yue Yue, "Tidak, aku akan mengajarinya untuk memanggilmu bibi."


Beberapa saat alarm handphone Yu Chen berbunyi. Lalu Yu Chen tersenyum. Ia mengambil kotak obat di tasnya dan meminumnya.


Yu Ching melihatnya.


Yu Ching, "Kau masih sakit Yu Chen?"


Yu Chen tersenyum, "Tidak kak. Ini hanya obat untuk pemulihan saja."


Yue Yue tersenyum, "Kak Yu Ching tidak usah khawatir itu hanya obat pemulihan. Yang dibuat khusus oleh Li Wei untuk mengatasi sakit rindu Yu Chen."


Yu Chen, "Yue Yue!"


Yue Yue tertawa puas.

__ADS_1


Chen Chen dengan polosnya bertanya," Apa itu obat rindu bu?"


Semuanya tertawa geli.


__ADS_2