Sister

Sister
Bab 50


__ADS_3

Tamu-tamu begitu banyak yang hadir.


Yu Ching berbincang-bincang dengan beberapa tamu. Begitu juga Que Nan dan Liu Jiang.


Sang Kakek pun juga berbincang-bincang dengan beberapa rekan bisnisnya.


Yu Chen bersama dengan Sasa.


Yu Chen menoleh, "Terima kasih Sasa kau sudah membantuku mendekor pesta ini."


Sasa tersenyum, "Aku senang membantumu mendekor Yu Chen. Sejak dulu hingga sekarang, aku sangat menyukainya."


Yu Chen tersenyum lembut menatap sahabatnya.


Lalu beberapa tamu mendatangi mereka dan mereka berbincang-bincang.


Sambil Yu Chen melihat sesekali gerak-gerik Xiao Kang. Ia merasa sedikit aneh dengan gerak-gerik Xiao Kang.


Lalu Yu Chen pun berkata, "Maaf permisi sebentar."


Yu Chen meninggalkan kerumunan dan berjalan mengikuti Xiao Kang. Di tempat agak sepi, Xiao Kang menerima telepon.


Dan ia berkata, "Aku perintahkan untuk sekarang mulai bergerak."


Yu Chen yang mendengarnya curiga.


Ia berkata dalam hati, "Apa maksudnya?! Apa yang mau ia lakukan?"


Yu Chen segera menoleh ke tempat pesta. Ia segera berjalan di tengah-tengah kerumunan.


Sambil melihat bibi, paman dan kakeknya.


Mereka terlihat baik-baik saja.


Ia melihat kakaknya sedang berbincang dengan beberapa temannya.


Yu Chen mendekati Wei Yi.


"Wei Yi, katakan pada kak Mo Bei untuk memperketat keamanan."


"Baiklah." Jawab Wei Yi dan ia segera meminta Mo Bei.


Pelayan yang membawa minuman mulai melayani tamu-tamu.


Yu Chen yang berbincang-bincang dengan rekannya sambil ia melihat sekitarnya.


Tiba-tiba pandangan Yu Chen terpaku pada seorang pelayan yang sedang mendekati kakaknya dari belakang. Pelayan itu terlihat sedikit aneh. Tangan pelayan itu selain membawa minuman, tangan satunya seperti menggenggam sesuatu.


Yu Chen berkata pada rekannya, "Maaf permisi sebentar."


Lalu Yu Chen berjalan mendekati arah kakaknya.


Yue Yue yang sedang bersama Chen Chen dan Wei Yi bertanya, "Di mana Kak Mo Bei?"


Wei Yi, "Ia sedang memastikan keamanan di sini."


Yue Yue tersenyum.


Lalu ia melihat ke arah Yu Chen.


Ia merasa sedikit aneh.


Yue Yue, "Wei Yi, Yu Chen seperti terlihat aneh."

__ADS_1


Wei Yi langsung melihat Yu Chen.


Sementara itu,


Pelayan itu mendekati Yu Ching.


Ia memegang pundak Yu Ching sambil berkata, "Anda mau minum Nona?"


Pelayan itu perlahan tangannya mengambil sesuatu dari balik jasnya. Yu Ching hendak membalikkan badan.


Tiba-tiba Yu Chen segera berjalan dan berdiri dibelakang kakaknya.


Tanpa diduga, pelayan itu menusuk dengan pisau dan mengenai perut Yu Chen. Begitu dekat dan tidak terlihat.


Semua tamu masih belum menyadarinya. Begitu juga Yu Ching.


Pelayan itu pun terkejut menatap wanita yang bukan menjadi sasarannya.


Ia segera melepaskan pisaunya, dan ia segera pergi di tengah-tengah keramaian pesta.


Saat itulah Yue Yue melihatnya.


Ia terkejut dan menjerit, "Yu Chen!"


Yu Chen pun akhirnya terjatuh.


Yu Ching menoleh dan begitu terkejut. Ia segera memegangi Yu Chen.


Semua tamu begitu kebingungan.


Mo Bei segera memanggil security dan menyuruh untuk mencari pelayan yang sudah menyusup.


Yu Chen akhirnya terjatuh di pelukan kakaknya.


Wei Yi segera menggendong putrinya.


Sementara Yue Yue, Sasa dan Que Nan segera mendekati Yu Chen.


Yu Ching meneteskan air mata, "Yu Chen, kenapa kau melakukannya... kenapa kau melindungi kakak?"


Yu Chen menatap kakaknya, ia menggelengkan kepala.


Ia berkata dengan pelan, "Jangan berkata seperti itu kak... ."


Sambil menahan rasa sakit ia berkata lagi, "Kakak adalah kakakku... ."


Yu Ching, "Yu Chen."


Yu Chen, "Kakak, maafkan aku selama ini aku sudah menyusahkanmu... maafkan aku."


Yu Ching menggelengkan kepala, "Yu Chen, tidak kau tidak salah. Seharusnya kakaklah yang meminta maaf padamu. Kakak sudah jahat padamu dan tidak percaya padamu."


Que Nan meneteskan air mata begitu juga Yue Yue dan Sasa.


Yu Chen berusaha menahan rasa sakit di perutnya.


Yu Chen pun menatap Yue Yue, Sasa lalu bibinya.


Xu Xian dan Liu Jiang pun mendekat.


Yu Chen memanggil bibinya dengan lirih, "Bibi... ."


Que Nan mendengarnya segera mendekati keponakannya. Que Nan meneteskan air mata menatapnya.

__ADS_1


Yu Chen menatap bibinya. Ia memegang tangan bibinya dengan erat.


Que Nan, "Kau harus bertahan Yu Chen."


Yue Yue segera berkata dengan penuh cemas, "Cepat panggil ambulance! Cepat!"


Mo Bei menjawab, "Ambulance akan segera tiba."


Yu Ching mendengarnya, lalu berkata pada adiknya, "Yu Chen ambulance akan segera tiba, bertahanlah!"


Yu Chen berkata pelan, ia sudah tidak bisa menahan rasa sakit.


Yu Chen, "Kakak... ."


Yu Ching lebih mendekati.


Yu Chen, "Aku... sangat menyayangi kakak... ."


Setelah mengatakan itu, perlahan Yu Chen mulai lemas. Dan ia menutup matanya, tangan kanannya terkulai.


Yu Ching begitu terkejut.


"Yu Chen! Yu Chen, bangun Yu Chen!" Teriak Yu Ching dengan tangisan.


Que Nan, "Yu Chen!"


Yue Yue, "Yu Chen!"


Yu Ching pun memeluk adiknya, "Yu Chen, kakak mohon, bangunlah... ." kata Yu Ching dengan sedih dan khawatir.


Que Nan meneteskan air mata.


Begitu juga Sasa.


Yu Ching, "Kakak, juga sangat menyayangimu."


Akhirnya, beberapa saat ambulance datang.


Yu Chen segera di bawa ambulance.


Yu Ching menemani di dalam mobil ambulance.


Seorang perawat memasang beberapa alat di hidung Yu Chen.


Sambil di pantau lewat handphone oleh dokter.


Kondisi Yu Chen menurun.


Yu Ching, "Kakak mohon Yu Chen! kau harus bertahan!"


Perawat itu berkata lewat monitor, "Dokter Yi, detak jantung pasien menurun."


Lalu dokter Yi menyuruh melakukan tindakan dengan tekanan listrik.


Yu Ching melihatnya. Ia benar-benar tidak tega melihatnya dan meneteskan airmata. Tangannya memegang erat tangan Yu Chen.


Tiba-tiba detak jantung Yu Chen berhenti, terdengar suara monitor jantung.


Perawat itu berkata, "Dokter Yi, detak jantung nya melemah dan hampir hilang."


Dokter Yi, "Lakukan lagi dan perbesar tekanannya."


Yu Ching, "Yu Chen! kakak mohon, jangan tinggalkan kakak! Yu Chen!"

__ADS_1


Lalu Yu Ching berkata lagi, "Yu Chen! Li Wei... Li Wei masih menunggumu! Yu Chen!"


__ADS_2