Sister

Sister
Bab 41


__ADS_3

Saat makan malam, hanya ada sang kakek, Yu Ching, Yue Yue dan Wei Yi. Chen Chen sudah tertidur bersama bibi pengasuhnya.


Yu Ching, "Kakek masih ingat dengan almarhum Presdir Resort Shang Ri di Shang Hai? Dia teman baik kakek bukan?"


Sang Kakek mengangguk, "Benar. Tentu saja kakek tidak bisa melupakannya. Dia adalah sahabat baik kakek."


Yu Ching, "Wakil dari Resort Shang Ri tadi siang tiba-tiba datang ke resort kita. Dan dia mengatakan bahwa ia diperintahkan oleh direktur Resort Shang Ri yang sekarang untuk menandatangi surat kerja sama dengan resort kita. Mereka mau bekerja sama dengan resort kita kek. Sampai resort kita bisa keluar dari masalah ini."


Semuanya terkejut mendengarnya.


Yue Yue, "Benarkah kak?"


Yu Ching mengangguk, "Kakek bisa tenang sekarang. Aku juga sudah memberi kabar bibi dan paman. Setidaknya karena kabar ini paman bisa tenang untuk istirahat di Shang Hai."


Sang kakek berkata, "Syukurlah jika begitu."


Saat berada di Shang Hai. Ternyata Bibi dan paman Yu Chen melakukan pengobatan di rumah sakit tempat praktik Li Wei.


Pagi itu Yu Chen datang ke rumah sakit menjenguk Li Wei yang sedang praktik.


Ia berjalan masuk ke rumah sakit.


Perawat-perawat tersenyum ramah pada Yu Chen, begitu pula Yu Chen.


Ia membawakan jeruk segar untuk beberapa perawat.


Di tengah koridor rumah sakit, Yu Chen menyerahkan tas berisi jeruk kepada seorang perawat yang akrab dengannya.


Mereka berbincang sambil tertawa.


Perawat itu berkata, "Lain kali kau harus sering bermain kemari menjenguk Dokter Li."


Yu Chen tertawa mendengarnya.


Saat itu tanpa sengaja sang Que San melihatnya dari kejauhan. Meski membelakanginya, Que San bisa mengenalinya. Semakin dekat, semakin ia mengenali suara nya. Perlahan Que San pun berdiri di belakang Yu Chen. pelan-pelan dengan ragu, Que San mengangkat tangannya dan memegang pundak Yu Chen.


Yu Chen terkejut.


Yu Chen pun menoleh dan tanpa diduga ia melihat bibi nya berdiri di depannya.


Que San benar -benar tidak menyangka, ia melihat keponakannya yang selama ini mereka semua mengira sudah meninggal. Que San meneteskan air mata.


Tangannya perlahan dengan sedikit gemetar memegang wajah Yu Chen.


Yu Chen meneteskan air mata. Lalu Que San memeluk ponakannya itu dengar erat.


Akhirnya mereka berdua berbincang di taman rumah sakit.


Que San menatap keponakannya itu sambil memegang tangan kanan Yu Chen.


Que San, "Bibi tidak menyangka kau masih hidup Yu Chen. bibi benar-benar bersyukur bisa melihatmu dan kau masih hidup Yu Chen."


Yu Chen tersenyum, "Bibi... ."

__ADS_1


Que San, "Kenapa selama ini kau tidak pulang? Kau tahu kami semua mengkhawatirkanmu. Apalagi kakakmu, dia sangat menkhawatirkanmu. Dia terus mencari keberadaanmu."


Yu Chen, "Maafkan aku bi."


Que San, "Bagaimana dengan penyakitmu? Kau baik-baik saja bukan? Kau sehat? Biar bibi melihat wajahmu Yu Chen."


Que San memegang wajah Yu Chen dengan lembut.


Yu Chen, "Bibi, aku baik-baik saja."


Que San, "Maafkan bibi Yu Chen. Bibi tidak menjagamu, saat kau sakit, bibi tidak tahu. Bibi benar-benar minta maaf padamu. Apa yang harus bibi katakan pada ibumu. Bibi tidak bisa menjagamu."


Yu Chen menggelengkan kepala, "Bibi, jangan berkata seperti itu. Bibi lihat bukan? Aku baik-baik saja sekarang. Bibi selalu menjagaku dengan baik, bahkan bibi sudah seperti ibu bagiku. “


Que San, "Yu Chen... ."


Yu Chen tersenyum.


Que San, "Selama ini, kau ada di mana? “


Yu Chen, "Aku di Shang Hai bi. Aku memilih tinggal di sini. Karena, di sinilah aku dilahirkan. Di sini aku pernah tinggal bersama ayah, ibu dan kakak."


Que San, "Kenapa kau pergi diam-diam? Kenapa kau tidak menghubungi kami Yu Chen?"


Yu Chen, "Banyak hal yang terjadi saat itu bi. Maafkan aku. Tapi sekarang semuanya sudah berlalu."


Que San menatap keponakannya.


Que San, "Pamanmu jatuh sakit. Dokter di Teipei mengatakan agar pamanmu istirahat dulu untuk beberapa waktu. Karenanya aku membawanya kemari. Aku berharap ia bisa istirahat di sini dengan nyaman dan tidak memikirkan pekerjaannya di resort."


Yu Chen mengangguk.


Que San, "Banyak hal yang terjadi di resort. Bibi berharap semuanya segera berlalu dan Yu Ching bisa menghadapinya."


Yu Chen, "Pasti bi. Kakak pasti bisa. Bibi tidak perlu khawatir. Yang terpenting sekarang adalah bibi menjaga paman."


Que San mengangguk.


Beberapa saat tiba-tiba Li Wei datang menghampiri mereka berdua.


Yu Chen, "Li Wei."


Li Wei, "Perawat Yi bilang kau kemari. Karenanya aku langsung saja kemari."


Yu Chen menoleh pada bibinya dan berkata, "Bibi, kau masih ingat? Dia Li Wei."


Que San tersenyum, "Tentu saja bibi ingat, senang bertemu lagi denganmu Li Wei."


Li Wei mengangguk dan tersenyum ramah, "Bibi Que, lama tidak berjumpa."


Que San mengangguk.


Yu Chen, "Bibi, kami sudah bertunangan."

__ADS_1


Que San terkejut mendengarnya dan dia ikut senang mendengarnya. Li Wei memegang pundak Yu Chen dengan lembut dan mereka saling berpandangan dan tersenyum.


Que San, "Bibi ikut senang mendengarnya."


Lalu Yu Chen menemui pamannya.


Sang Paman terkejut melihat Yu Chen. Ia senang Yu Chen masih hidup. Dan akhirnya ia bisa tenang, karena selama ini merasa bersalah pada keponakannya itu.


Yu Chen, "Paman, semuanya sudah berlalu. Paman jangan memikirkannya. Yang terpenting sekarang paman memulihkan kesehatan paman dan segera sembuh."


Sang Paman mengangguk.


Setelah sore, Yu Chen berpamitan pada paman dan bibinya. Lalu ia pun pulang bersama Li Wei.


Di jalan Li Wei berkata, "Aku tidak menyangka akan bertemu dengan bibi dan pamanmu."


Yu Chen, "Aku juga tidak menyangka bibi ada di sini bahkan ada di rumah sakit tempat kau praktik."


Li Wei, "Yu Chen, aku rasa sudah saat nya kau bertemu dengan keluargamu. Benar bukan?"


Yu Chen menoleh menatap Li Wei.


Yu Chen menjawab, "Saat di Teipei, aku bertemu dengan Yue Yue dan Wei Yi. Mereka berdua sudah menikah dan mempunyai seorang putri yang cantik dan lucu."


Li Wei, "Aku senang mendengarnya. Aku pun juga ingin bertemu dengan mereka. Lain kali, aku akan ambil hari libur untuk menemui mereka."


Yu Chen tersenyum, "Sepertinya sudah lama kita berempat tidak pergi bersama. Benar bukan?"


Li Wei mengangguk, "Pasti akan ada hari itu lagi."


Yu chen mengangguk.


Li We berkata lagi, "Apapun yang kau lakukan, aku akan selalu ada untuk mendukungmu."


Yu Chen menoleh pada Li Wei.


"Jika sudah saatnya untuk kau bertemu dengan kakakmu. Kau harus berani melangkah untuk menemui kakakmu. Jika sudah saatnya kau bertemu dengan Xiao Kang. Kau harus berani untuk menghadapinya. Dan jika sudah saat nya kau harus pulang ke keluargamu, kau harus melupakan segalanya yang sudah keluargamu lakukan. Aku yakin waktu hal lalu yang terjadi padamu, semuanya terjadi diluar dugaan dan keinginan kakakmu, kakekmu, pamanmu, bibimu dan Yue Yue." Kata Li Wei.


Yu Chen, "Li Wei... ."


Li Wei, "Dan aku yakin, kau punya hati yang besar untuk melupakan segalanya yang sudah terjadi. Dan sebenarnya kau sudah mulai langkah yang baru saat kau mau membuka hatimu untukku."


Yu Chen tersenyum lembut.


Li Wei menggenggam tangan Yu Chen.


Li Wei, "Aku akan selalu ada di sampingmu Yu Chen."


Yu Chen mengangguk dan berkata, "Terima kasih Li Wei."


Li Wei tersenyum dan mengangguk.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2