Sister

Sister
Bab 22


__ADS_3

Sementara itu Yu Chen sudah menunggu di kedai teh.


Beberapa saat kemudian, Sasa datang.


Ia berdiri di depan Yu Chen duduk.


Lalu Yu Chen berkata, "Duduklah."


Sasa pun duduk.


Beberapa saat pelayan kedai datang.


Yu Chen," Aku pesan teh jeruk seperti biasa."


Sasa, "Aku pesan kopi susu."


Lalu pelayan itu pergi.


Sasa melihat Yu Chen dan berkata, "Saat aku menerima pesan darimu. Aku begitu terkejut. Ada apa kau ingin bertemu dengan ku Yu Chen?"


Yu Chen, "tempat ini, kita sering kemari dulu. Aku ingat saat kita masih SMA. Kita sering melarikan diri saat sekolah dan bermain kemari. "


Sasa terkejut mendengarnya.


Ia hanya melihat Yu Chen.


Lalu Yu Chen berkata lagi, "Kau tahu Sasa, saat aku tahu kau membohongiku. Aku benar-benar ingin memakimu. Aku ingin marah padamu. Dan mungkin aku bisa membencimu seumur hidupku. Tapi kau ingatkan aku, bahwa aku pernah berkata apapun yang kumiliki itu juga milikmu, karena kita adalah sahabat. "


Sasa menatap Yu Chen dan berkata, "Yu Chen..."


Yu Chen langsung berkata, "Apakah aku harus membencimu? Apakah aku harus menyalahkanmu?"


Yu Chen berkata lagi, "Aku tidak bisa Sasa. Aku tidak bisa membencimu. Karena kau adalah sahabatku. Semua kenangan yang sudah kita lalui bersama, aku tidak bisa melupakannya, itulah yang membuatku tidak bisa membencimu. Kau, aku dan Yue Yue. Kita adalah sahabat."


Sasa meneteskan air mata.


Yu Chen berkata lagi," Tidak lama lagi, aku harus pergi ke New York. Mungkin akan sangat lama. "


Sasa, "Ke New York? "


Yu Chen mengangguk, "Aku tidak ingin saat aku pergi, hubungan kita sebagai sahabat retak. Aku ingin kau tahu kau selamanya adalah sahabatku Sasa. Jadi, apapun pilihanmu aku selalu mendoakan kau bahagia. Kau dan kak Xiao Kang. Aku akan selalu merestui kalian."


Sasa meneteskan airmata dan berkata, "Maafkan aku Yu Chen."


Yu Chen pun meneteskan airmata.


Mereka menikmati malam itu bersama.


Lalu Yu Chen pun kembali diantar oleh Sasa.


Sebelum ia masuk ke kamarnya.


Ia melihat ke kamar kakaknya.


Ia membuka sedikit pintu kamar kakaknya, dan kakaknya sedang tidur. Ia masuk ke dalam.


Dan melihat kakaknya.


Ia menyentuh dahi kakaknya ternyata masih panas.


Ia mengganti yang baru kain dingin di dahi kakaknya.


Lalu Yu Chen pun duduk dilantai disamping ranjang kakaknya.


Dan ia meletakkan kepalanya di dekat tangan kakaknya.


Ia berkata pelan, " Kakak, kau harus segera sembuh. Aku tidak akan menyusahkanmu lagi. Setelah ini,aku pasti akan segera pergi. Tapi berjanjilah padaku, kau harus bahagia. "


Lama sekali ia terduduk disamping ranjang kakaknya sambil meletakkan kepalanya disamping kakaknya.


Keesokan paginya.


Sang bibi masuk ke kamar Yu Ching.


Yu Chen sudah tidak ada di kamar kakaknya.


Ia tertidur di kamarnya.


Que San memegang dahi Yu Ching. Dan panasnya sudah turun.


Yu Ching pun membuka matanya," Bibi... ."


Que San tersenyum, "Syukurlah demammu sudah menurun. "


Que San menoleh di meja tempat ia meletakkan air dingin dan 2 kain semalam.


Ia bingung, ada 4  kain di meja itu.

__ADS_1


Que San, "Kenapa jadi ada beberapa kain di meja ini? Semalam bibi hanya meletakkan 2 kain disini. "


Yu Ching terduduk dan berkata, "Semalam, memang sepertinya ada yang menjagaku, hanya saja aku mengantuk sekali. Aku pikir itu bibi."


Que San, "Tidak Yu Ching. Bibi hanya beberapa saat saja dan juga pagi ini bibi baru naik ke kamarmu."


Yu Ching terdiam.


Que San tersenyum, "Tapi sepertinya ini membuatmu cepat sembuh dari demammu. Bibi rasa, kau pun tahu siapa orang itu."


Hari itu Yu Ching masih istirahat di rumah.


Ia tidak diperbolehkan oleh bibinya untuk ke resort.


Lagipula sang bibi juga menjaga terus di rumah.


Yu Chen pun bersiap-siap ke resort. Saat ia bersiap-siap dikamarnya dan hendak turun.


Ia melihat wajahnya di kaca, wajahnya semakin pucat.


Ia tahu ia sedang kelelahan.


Ia menghela napas, ia merasa semakin hari kesehatannya semakin buruk.


Tapi ia pun tidak mempedulikannya.


Ia keluar kamar, dan melihat kamar kakaknya. Ia  terus berjalan turun.


Di susul Yue Yue,  "Yu Chen. Semalam kau kemana? Kau tiba-tiba menghilang."


Yu Chen tersenyum,  "Aku bertemu dengan Sasa. Karena Sasa lapar, dan butuh teman. Jadi aku menemaninya makan. "


Yue Yue menggelengkan kepala.


Saat di ruang makan.


Que San dan bibi Li sibuk menyiapkan sarapan.


Que San, "Kalian mau berangkat? Makanlah roti bakar ini dulu. Bibi sudah menyiapkannya."


Yu Chen mengangguk," Baiklah."


Yue Yue ikut makan.


Lalu Yue Yue berkata, "Yu Chen, biar aku mengantarmu ke resort. "


Yu Chen, "Baiklah. "


Que San, "Minumlah selagi hangat."


Yu Chen, "Terima kasih bi. "


Que San menatap Yu Chen.


dan ia berkata," Yu Chen... "


Yu Chen yang sedang minum susu madu hangat buatan bibinya menatap bibinya dan meletakkan gelasnya.


Sambil berkata, "Ada apa bi?"


Que San, "Wajahmu semakin pucat saja. Kau sakit? "


Yu Chen memegang pipinya kanannya dengan tangan kanannya," Benarkah? Aku tidak apa-apa bi. "


Que San menggelengkan kepala, "Kau ini sama dengan kakakmu, tidak bisa menjaga kesehatan. "


Yu Chen tersenyum, "Baiklah bi. aku mengerti. Selamanya aku akan selalu ingat kata-kata bibi, menjaga kesehatan. "


Que San, "Kau ini..."


Yue Yue mendengarnya, sambil ia juga menatap wajah sepupunya.


Ia hanya diam dan terlihat khawatir.


Yu Chen, "Baiklah, aku harus segera berangkat. Yue Yue, ayo kita berangkat."


Lalu merekapun berangkat.


Sebelum berangkat Yu Chen membisikkan di telinga bibinya," Bibi, susu madu hangat buatan bibi, aku sangat menyukainya. Jangan lupa berikan juga kakak susu madu hangat buatan bibi."


Lalu Yu Chen pergi.


Que San tersenyum dan ia menghela napas.


Sebelum ke resort, mereka menjemput Sasa dulu.


Saat di perjalanan menjemput Sasa,

__ADS_1


Yue Yue berkata, "Yu Chen, kau baik-baik saja?"


Yu Chen, "Apa aku terlihat tidak baik-baik saja?"


Yue Yue," Kau... ibu benar, kalau kau sudah menjaga kesehatanmu, itu baru bisa membuatku tenang. Apalagi sekarang— ."


Yu Chen segera menyaut berkata," Aku baik-baik saja Yue Yue. Kau jangan khawatir. Bukankah selalu ada kau yang menjagaku?"


Yue Yue menggelengkan kepala, dan berkata," kau berkata seperti itu. Aku jadi tenang. Paling tidak kau akan selalu berkata ada suster sepertiku yang selalu menjagamu dan cerewet padamu."


Yu Chen tertawa.


Sampainya di depan apartemen Sasa.


Yu Chen turun dari mobil.


Yue Yue berkata, "Katakan pada Sasa, jangan terlalu lama, selalu saja ia tidak pernah siap jika kita sudah sampai. "


Yu Chen tersenyum, "Baiklah, aku tahu."


Lalu Yu Chen turun dari mobil dan ia berjalan masuk.


Saat hendak berjalan masuk, tiba-tiba dadanya terasa begitu sakit.


Ia sebenarnya sudah merasakan sebelumnya bahwa ia merasa kurang sehat dan kelelahan karena menjaga kakaknya.


Tapi ia selalu tidak mempedulikannya. Karena tidak bisa menahan, tiba-tiba ia jatuh pingsan.


Yue Yue yang melihatnya.


Ia terkejut, ia segera turun dari mobil dan menghampiri Yu Chen.


begitu juga Sasa yang kebetulan sudah berjalan keluar dari loby apartemennya.


Yue Yue, "Cepat panggil ambulance. Cepat Sasa."


Sasa segera memanggil ambulance.


Yue Yue," Yu Chen! Sadarlah Yu Chen!"


Sasa, "Yu Chen! Yue Yue, Yu Chen kenapa ?"


Yue Yue hanya diam, dia bingung harus menjawab apa.


Beberapa saat ambulance segera datang.


Saat di perjalanan, Yue Yue menemani Yu Chen, sedang Sasa menaiki mobil Yue Yue.


Perawat berusaha memberikan pertolongan pertama.


Lewat bantuan Wei Yi lewat telepon.


Perawat itu berusaha menyelamatkan Yu Chen dengan tekanan listrik dan memberikan oksigen.


Yue Yue meneteskan air mata.


Sementara itu Yu Ching yang hendak mengambil minum di samping ranjangnya, tiba-tiba gelas itu terjatuh.


Ia begitu terkejut, ia merasakan sesuatu yang tidak enak di hatinya.


Ia merasa sangat khawatir, tapi ia tidak tahu kenapa.


Sang bibi datang dan berkata, "Yu Ching?!..."


Yu Ching menggelengkan kepala dan berkata, "Aku tidak sengaja menjatuhkan gelas saat hendak mengambilnya."


Sang bibi berkata, "Sudahlah tidak apa-apa, biar bibi Li yang membersihkannya. Bibi akan mengambilkan air minum yang baru untukmu. Tunggu sebentar. "


Lalu Que San turun dan mengambilkan air minum.


Yu Ching pun berkata dalam hati, "Kenapa aku merasa sangat khawatir? "


Yue Yue yang masih menemani Yu Chen di perjalanan menuju ke rumah sakit.


Ia meneteskan air mata dan berkata, "Yu Chen, aku mohon jangan menakutiku. Kau harus bertahan Yu Chen. aku mohon. "


Saat perawat itu berusaha menolong Yu Chen, tiba-tiba detak jantung Yu Chen hampir sempat berhenti.


Yue Uue terkejut melihatnya.


Perawat itupun bicara pada dokter Li dan Wei Yi berkata, "Lakukan tekanan lebih besar lagi. "


Yue Yue, "Yu Chen, jangan menakutiku seperti ini. Yu Chen... masih ada kak Yu Ching yang  menunggumu, dan Xiao Kang. Aku mohon, bertahanlah Yu Chen! "


Yu Ching yang masih ada di kamarnya, ia berkata dalam hati, "Yu Chen? apakah terjadi sesuatu padanya? Kenapa aku ini..."


Tiba-tiba saat itulah, jantung Yu Chen pun mulai berdetak kembali.

__ADS_1


Perawat tersebut menghela napas. Begitu juga Yue Yue dan Wei Yi yang memandu lewat telepon.


...****************...


__ADS_2