
Hari- hari berlalu.
Akhirnya akan ada program di resort untuk memperingati hari Natal.
Yu Chen sebagai penanggung jawab florist dan dekorasi.
Ia harus memimpin rapat bersama Sasa dan departemen perencanaan untuk membicarakan program hari Natal itu.
Tapi ternyata saat pagi hari sebelum berangkat ke resort ada yang mengirim sms ke handphone Yu Chen tanpa nama, bahwa rapat di undur.
Tanpa curiga Yu Chen akhirnya mengantarkan bibinya dulu ke boutiqe.
Di resort, rapat sudah hampir dimulai, saat itu sang kakek dan paman pun ternyata juga hadir dalam rapat itu.
Mo Bei sudah mencoba untuk menelepon handphone Yu Chen.
Tapi ternyata handphone Yu Chen mati.
Sampai di boutiq Que Nan berkata," Tidak apa-apa kau mengantar bibi dulu ke boutiq. Bukankah hari ini kau ada rapat?"
Yu Chen menggelengkan kepala, "Tidak apa-apa bi. Tadi pagi, aku mendapat sms bahwa rapat di undur. Lagipula tidak apa-apa kan aku mengantar bibi. Paman Tang sedang pergi mengantar kakek dan paman. Dan mobil bibi aku pakai."
Que Nan tersenyum," Kau ini, selalu seperti itu. Bibi benar - benar beruntung memiliki keponakan sepertimu."
Yu Chen tersenyum, "Bibi tahu, aku juga sangat beruntung memiliki bibi sebaik bibi Que. Que Nan, kau ini."
Que Nan berkata, "Hati hati di jalan. Dan ingat jangan pulang malam-malam, bibi menyiapkan makan malam dirumah nanti."
Yu Chen tersenyum dan mengangguk, "Baiklah bi. "
Lalu Yu Chen hendak pergi dan berkata lagi, "Bibi , aku sayang bibi. Sampai jumpa."
Que Nan menggelengkan kepala dan tersenyum.
Sementara itu, di kantor akhirnya Yu Ching memutuskan untuk rapat dimulai.
Yu Chen yang masih ada di perjalanan, ia melihat handphonenya mati.
Dan di jalanan begitu macet.
Yu Chen mencoba mencari jalan.
Sebenarnya ia sedikit tidak tenang, dan khawatir kenapa tiba-tiba rapat di undur.
Sampai di kantor Yu Chen yang tergesa-gesa turun dari mobil,ia segera lari dan masuk ke kantor.
Ia segera menuju ke ruang rapat.
di ruang rapat ternyata rapat sudah selesai.
Hanya tinggal Sasa yang sedang merapikan dokumennya.
Yu Chen mendekatinya dan bertanya, "Rapatnya sudah selesai? "
__ADS_1
Sasa menoleh," Yu Chen, kau kemana saja? kami menunggumu. Kami mencoba menghubungimu tapi handphonemu tidak aktif. Dan rapatnya sudah selesai.
Sekarang Bu GM mau keluar untuk menemui klien. "
Yu Chen, "Nanti aku jelaskan. Aku mencari kak Yu Ching dulu. "
Yu Chen segera keluar dan mencari kakaknya.
Untung saja masih bisa terkejar.
Kakaknya sedang menyuruh asistennya untuk menyiapkan mobil dan ia hendak menuju tangga.
Yu Chen segera mengejarnya," Kakak! Tunggu sebentar."
Yu Ching menghentikan langkahnya. Ia menoleh.
Lalu Yu Chen mendekatinya dan berkata, "Kakak... maksudku Bu GM. Sungguh maafkan aku. Aku tahu aku sudah bersalah,tapi aku bisa jelaskan semuanya pada Bu GM kenapa aku datang terlambat."
Yu Ching menyaut," Yu Chen cukup. Aku tidak mau mendengar penjelasanmu lagi. Dan sekarang lebih baik kau pulang saja. Pikirkan apa yang menjadi kesalahanmu."
Lalu Yu Ching hendak pergi, tapi Yu Chen masih mengejar kakaknya.
Yu Chen mencoba menjelaskan lagi, "Tunggu dulu kak, aku mohon dengarkan aku, ada yang mengirim pesan padaku dan mengatakan bahwa Rapat diundur, aku pikir itu dari asisten kakak dan aku ..."
Yu Ching menyaut dengan nada tegas," Kau pikir kakak yang menyuruh asisten Meng untuk mengatakan kalau rapat diundur dan kau menyalahkan kakak. Begitu?"
Yu Chen, "Bukan begitu kak, maksudku... ."
Sasa pun melihatnya.
Tiba-tiba saat Yu Chen mengikuti kakaknya turun tangga, ia merasa pandangannya kabur,dan ia merasa dadanya begitu sakit.
Ia segera berhenti dan berpegangan tangga.
Tapi karena tidak tahan lagi, akhirnya ia terjatuh sampai terguling ke bawah.
Yu Ching yang sudah ada di bawah, ia terkejut.
Yu Ching ,"Yu Chen!"
Begitu juga Sasa terkejut melihatnya," Yu Chen!"
Yu Ching segera mendekati Yu Chen, "Yu Chen! ... "
Ia menoleh ke Sasa dan beberapa staff resort yang berdiri mendekati mereka berdua.
Yu Ching," Ambulance! Cepat panggil Ambulance! Cepat!"
Yu Chen yang sudah tidak sadarkan diri, ia terkulai lemas di pelukan kakaknya, darah mengalir di kepalanya.
Semua pekerja mengerumuni mereka.
Yu Ching terlihat begitu khawatir.
__ADS_1
Mo Bei yang mengetahui ada kerumunan, ia segera mendekati untuk mengetahui apa yang terjadi.
Saat ia mendekat dan berusaha melihat, ternyata Yu Ching sedang duduk memeluk Yu Chen yang sudah tidak sadarkan diri.
Begitu pula Xiao Kang juga datang .
Mo Bei mendekat, "Apa yang terjadi?"
Xiao Kang, "Yu Chen dia kenapa? "
Sasa," Yu Chen, kau harus bertahan! Xiao Kang , cepat panggil ambulance."
Yu Ching yang menangis dan panik, ia menoleh ke Mo Bei ," Mo Bei, aku tidak tahu, tiba-tiba saja ia terjatuh dari tangga... ."
Mo Bei segera duduk di samping Yu Ching dan memegang pundak Yu Ching, agar Yu Ching tenang.
Xiao Kang sudah menelepon rumah sakit.
Dan sebentar kemudian ambulance datang.
Yu Chen segera dibawa ke Rumah Sakit ditemani oleh Yu Ching dan Sasa.
Sampainya di Rumah Sakit , Yu Chen segera dibawa masuk ke ruang UGD dan Yu Ching menunggu diluar.
Tidak lama kemudian Mo Bei dan Xiao Kang datang.
lalu diikuti oleh Yue Yue dan Ibunya.
Bibi Qui mendekati Yu Ching, "Di mana Yu Chen?... Bagaimana bisa terjadi? "
Yu Ching, "Bibi Qui, aku juga tidak tahu. Saat aku sampai dibawah, tiba-tiba saja ia terjatuh. Ini semua salahku, sebelumnya aku memarahinya dan... ."
Yue Yue menyaut," Pelan-pelan kak, kami tidak mengerti maksudmu."
Yu Ching berusaha sedikit tenang dan mulai berbicara lagi," Sebelumnya aku menuruni tangga karena aku mau keluar untuk menemui klien, dan tiba-tiba Yu Chen mendekatiku, dia minta maaf karena ia sudah datang terlambat setelah rapat selesai. Aku memang memarahinya dan memberi peringatan padanya karena ia melakukan kesalahan, kami berdebat. Dan tadi aku benar-benar marah padanya, Aku memarahinya,dan tidak mau mendengar penjelasannya. Aku segera pergi dan menuruni tangga, Tapi saat aku sudah di bawah, tiba-tiba Yu Chen terjatuh, Aku benar-benar terkejut. Aku benar-benar takut bi... Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?"
Bibi Qui melihat wajah Yu Ching yang begitu khawatir dan merasa bersalah, ia segera memeluknya.
Sambil mengelus punggung ponakannya, ia berkata," Sudahlah, tidak apa-apa. Semua sudah terjadi, Yu Chen pasti akan baik-baik saja."
Beberapa jam kemudian dokter yang menangani Yu Chen pun keluar, Yu Ching dan lainnya segera mendekati dokter tersebut.
Yu Ching," Bagaimana keadaan adikku dokter? "
Dokter itu menjawab," Tidak apa-apa. Adik anda hanya mengalami luka-luka dan kepalanya hanya mengalami benturan kecil, tidak akan membahayakan.
Kami akan segera memindahkannya ke kamar inap dan saya harap nona Yu Chen bisa istirahat beberapa hari dulu di sini."
Semuanya menarik nafas lega.
Yu Chen akhirnya dipindahkan di kamar inap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1