Sister

Sister
Bab 20


__ADS_3

Saat makan malam,semuanya berkumpul.


Sang Bibi sambil membantu Bibi Li menyiapkan masakan.


Ia berkata, "Ayo makan semuanya. Ini bibi memasakan Sup Ayam Gingseng untuk kalian. Ayah ini untukmu kau juga Liu Jiang. "


Lalu Que San juga mengambilkan untuk ke dua ponakannya dan putrinya," Ini baik untuk kesehatan. Dan Kau Yu Chen, setelah kecelakaan, makan sup ini yang banyak. Ini baik untuk memulihkan kesehatan ."


Yu Chen menatap bibinya, ia benar-benar terharu.


Ingin menangis, tapi ia harus menahannya.


Lalu ia berkata, "Terima kasih bi. Bibi juga harus makan. Semuanya juga kelelahan karena akhir-akhir ini resort sedang ramai. Lagipula Aku sudah tidak apa-apa. "


Lalu Yu Chen berdiri ikut membantu bibinya menyiapkan masakan.


Sang Bibi bertanya," Bukankah kau tadi menemui Wei Yi, Apa benar hasil tes kesehatanmu sudah keluar? Bagaimana hasilnya?"


Yu Chen terkejut, ia bingung harus menjawab apa.


Yu chen menatap satu-persatu keluarganya.


Kakaknya, Kakek, paman, bibi dan Yue Yue.


Dalam hati ia berkata," Bagaimana aku bisa mengatakan tentang penyakitku pada mereka? Tidak. Tidak bisa. Aku akan merahasiakannya sendiri, aku akan membawa semuanya pergi bersamaku. "


Yu Chenpun menjawab," Iya bi. Hasilnya baik. Aku baik-baik saja. "


Que Nan menjawab, "Syukurlah jika begitu."


Selesai makan malam,


Saat naik ke atas hendak ke kamarnya, ia berpikir untuk menemui kakaknya.


Ternyata disaat yang sama kakaknya juga naik ke atas hendak ke kamarnya.


Ia melihat kakaknya,sedang Yu Ching yang juga melihat adiknya, tapi ia tidak menghiraukannya, ia langsung menuju ke kamarnya.


Yu Chen segera memanggil kakaknya, "Kakak, tunggu sebentar. Aku ingin bicara dengan kakak. "


Yu Ching menjawab dengan nada yang dingin, "Aku lelah. Aku ingin istirahat. Besok saja jika ingin bicara."


Yu chen, "Tunggu dulu kak, sebentar saja. Aku mohon hanya sebentar saja, setelah itu aku tidak akan mengganggu kakak lagi. "


Yu Ching akhirnya berkata, "Baiklah, tapi hanya sebentar, aku ingin segera istirahat."


Yu Chen, "Beberapa hari ini aku memikirkan tentang keputusan paman untuk menyekolahkan aku lagi di New York, tapi aku minta waktu pada paman sebelum aku menyetujuinya. Aku ingin berharap kakak membelaku, tidak memperbolehkan aku ke New York. Aku sungguh bodoh, padahal aku tahu kakak begitu marah padaku.


Dulu... aku pernah berkata sesuatu pada kakak, aku akan menuruti apapun kata kakak, jika kakak menyuruhku tinggal akupun akan tinggal, dan jika kakak menyuruhku pergi akupun akan pergi. Kakak ingat?... dan sekarang aku ingin mendengar kakak yang mengatakannya, apakah aku harus pergi? Maksudku apakah aku harus sekolah lagi ke New York? "


Yu Ching terkejut adiknya bertanya demikian, ia bingung harus menjawab apa, ia ragu untuk menjawab pertanyaan adiknya.

__ADS_1


Sementara itu ternyata Yue Yue tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka saat mau naik menuju kamarnya.


Ia berhenti dan mengumpat untuk mendengarkan pembicara ke dua saudara sepupunya.


Yu Ching pun akhirnya menjawab dengan terpaksa dan nada sedikit bergetar, "Aku... tidak bisa mengambil keputusan untuk hal itu. Paman yang sudah memutuskannya dan aku tidak bisa apa-apa."


Yu Chen terkejut, ia langsung menatap kakaknya, ia berusaha menahan air matanya.


Lalu perlahan ia berkata," Itu artinya aku harus pergi."


Yu Chen perlahan mengangguk dan berkata lagi," Baiklah. Baiklah."


Yue Yue yang mendengarpun terkejut juga.


Yu Chen melanjutkan perkataannya lagi," Baiklah aku tidak akan mengganggu kakak lagi. Selamat malam kak."


Yu Chen pun pergi dan masuk ke kamarnya.


Sedangkan Yu Ching menarik nafas panjang, hatinya sebenarnya tidak tega berkata seperti itu pada adiknya.


Yu Chen di dalam kamarnya, ia tidak bisa menahan lagi air matanya, ia menangis.


Ia benar- benar sedih saat itu.


Keesokan harinya, setelah pulang dari kantor.


Saat berada di rumah Yu Chen menemui pamannya yang ada di kamarnya bersama Bibinya.


Yu Chen, "Terima kasih bi, tapi tidak usah. Aku hanya ingin bicara sebentar dengan paman."


Bibi Que menatap suami dan keponakannya itu.


Lalu ia bicara lagi, "Baiklah kalau begitu aku keluar dulu."


Yu Chen, "Tidak perlu bi, aku hanya sebentar aja. "


Sang paman lalu bertanya, "Baiklah. Duduklah dulu."


Lalu Yu Chen duduk dan mulai berkata, "Paman, aku tidak mau menyulitkan paman dan semuanya. Aku sudah memikirkannya. Ya ,aku mau sekolah lagi ke New York. Tapi aku minta waktu untuk membereskan beberapa pekerjaanku di resort dulu. Bagaimana paman? "


Sang Bibi pun terkejut mendengarnya , ia menoleh ke suaminya dan berkata, " Apa?! Ke New York?! Apa maksudnya ?!"


Liu Jiang menjawab, "Nanti aku akan menjelaskannya."


Lalu ia bicara pada Yu Chen, "Baiklah paman mengerti. Lakukan saja, bereskan dulu semua pekerjaanmu. Dan Yu Chen... maafkan paman. "


Yu Chen berusaha menahan air matanya dan ia menjawab, "Paman, tidak apa-apa. Aku mengerti. Paman tidak perlu minta maaf. Bukankah ini untuk kebaikan kita semua. Aku juga senang ada kesempatan bisa sekolah lagi apalagi di New York."


Que Nan, "Tidak. Tidak perlu sampai seperti ini kan Liu Jiang? "


Yu Chen langsung menyaut, "Bibi, tidak apa-apa. Ini kesempatan buatku untuk bisa sekolah lagi di New York. Baiklah aku tidak mengganggu lagi. Aku kembali ke kamar dulu. "

__ADS_1


Lalu Yu Chen keluar.


Ia berjalan ke kamarnya.


Sampai di dalam kamarnya iapun menangis.


Sambil berkata," Akupun tidak ingin pergi bi, Tapi aku harus pergi ."


Yue Yue yang hendak ke kamarnya,ia melewati kamar Yu Chen, ia mendengar Yu Chen yang menangis.


Yue Yue menarik nafas, lalu ia berjalan ke kamarnya.


Keesokan harinya,


Saat Yu Chen hendak ke kantor,


Ia menyempatkan dulu ke rumah sakit.


Yue Yue yang juga hendak menemui Wei Yi di rumah sakit.


Tidak sengaja ia melihat Yu Chen yang juga hendak masuk ke rumah sakit.


Ia pun hendak mengejar sepupunya itu.


Saat ada di ruangan Wei Yi, ternyata Yue Yue juga hendak masuk, tapi sebelum ia masuk, ia mendengar pembicaraan Wei Yi bersama Yu Chen.


Sementara itu Wei Yi berkata, "Yu Chen. Aku mengajukan beberapa dokter spesialis jantung. Aku akan mengenalkanmu pada mereka. Ingat Yu Chen aku menunggumu untuk segera operasi.


Sekali lagi aku ingatkan padamu, penyakit jantung bukan main-main. Kau harus segera memberitahu keluargamu tentang penyakitmu ini. Di samping kau adalah pasienku, tapi kau juga teman baikku. Kau sepupu Yue Yue. Aku tidak mau main-main tentang hal ini. "


Yu Chen, "Aku tahu Wei Yi. Kau tenang saja, aku akan berusaha untuk jaga kesehatanku. Dan aku yang akan memberitahu mereka sendiri. Hanya aku tidak mau di operasi."


Wei Yi menatap Yu Chen dengan terkejut dan sedikit kesal, ia menjawab, "Yu Chen... Aku sama sekali tidak mengerti yang kau pikirkan. Ini bukan main-main Yu Chen, Kalau kau seperti ini, bagaimana aku menjelaskan dengan keluargamu ?!  "


Yu Chen, "Wei Yi,ini keputusanku! Aku tidak mau menyiakan-nyiakan waktuku hanya di meja operasi yang kemungkinan berhasil hanya 30 %! Kau pikir aku juga menginginkan semua ini?! Aku tidak mau hal ini terjadi padaku Wei Yi! Aku juga ingin Hidup!"


Yu Chen pun berhenti, ia sadar ia sedang emosi.


Yu Chen, "Maafkan aku Wei Yi. baiklah, aku harus ke kantor. Aku tidak mengganggumu lagi."


Yu Chen hendak berdiri,


Lalu Wei Yi berkata," Yu Chen. Maafkan aku. Kalau ada apa-apa, kau bisa hubungi aku. Aku akan membantumu."


Yu Chen menoleh dan tersenyum, "Baiklah. Terima kasih Wei Yi. "


Saat membuka pintu dan hendak keluar,ia terkejut melihat Yue Yue ada di balik pintu.


Yu Chen terkejut melihat sepupunya itu, "Yue Yue?! Kau... Sejak kapan kau ada di sini?!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2