Sister

Sister
5. Membongkar celengan


__ADS_3

...Happy Reading Gess...


......................


Thera terbangun kala mendengar suara gaduh diluar kamarnya. Gadis yang tampak masih sangat mengantuk itu beranjak kearah pintu kamar.


"Ada apaan sih, kebiasaan pagi-pagi udah bertengkar.."


Ucapnya pada dua orang gadis yang sedang tarik menarik sebuah benda, setelah pintu kamar terbuka. Gadis itu berdiri dipintu sembari terus menatap keduanya.


"Nisa, kak.. Dia ambil punya gue.."


Gadis memakai piyama menyahut dan berteriak kearah Thera.


"Elo, yang salah! Malah nyalahin orang! Ini punya gue tau! Gue baru beli kemarin."


Gadis bercelana pendek ikut menyahut dengan tak kalah lantangnya berteriak. Sedang Thera memilih berlalu saja ke arah dapur. Keributan seperti itu memanglah sering terjadi didalam rumahnya kala pagi hari. Ada saja yang mereka ributkan. Gadis dua puluh lima tahun itu sudah sangat hapal.


Sampai Thera selesai mandi pun kedua gadis cantik yang umurnya terpaut 4 tahun itu masih saja memperebutkan benda yang sangat tidak penting menurut Thera.


"Kak, elo bantuin gue dong!"


Anisa menghampiri kakak tertuanya itu didalam kamar.

__ADS_1


"Bantu apa, Nisa?"


Sahut Thera sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah. Tanpa menoleh kearah Anisa.


"cardigan gue diambil Shiena! Gue baru beli itu kak, belum juga dipake"


Anisa mengerucutkan bibir nya sebal sebab terlihat Thera acuh padanya dan sedikitpun tak mau membantunya.


Thera yang telah selesai dengan pekerjaannya bangkit dan ikut duduk disebelah Anisa sang adik. Tidak lupa Thera juga memanggil Shiena ke kamarnya.


"Ada apa lagi kak, gue mau jalan ini."


Meski mendumel Shiena tetap menuruti sang kakak dan memilih duduk didepan dua gadis yang berbeda generasi itu.


"Itu celengan elo kak, kak? Buat apa dikeluarin."


"Iya, kak. Lo mau apa sama isinya."


Shiena dan Anisa saling tatap. Keduanya terlihat bingung.


"Ekheem.. Kakak akan membongakarnya. Hanya ini satu-satu nya pilihan agar bisa membayar tunggakan uang spp Kamu."


Ucap Thera lalu menatap Anisa. Hanya itu yang ia punya. Meski isinya tidak lah seberapa.

__ADS_1


Thera bangkit kembali, dan melangkah kearah belakang mencari benda yang bisa untuk ia gunakan membantu membongkar celengannya miliknya.


Setelah berhasil menemukannya, Thera kembali kekamar. Ia telah siap mengeksekusi benda berharga yang ia punya itu


Setengah jam kemudian, Thera baru bisa mengeluarkan isinya. Terlihat kertas berwarna merah dan biru juga pink yang ia keluarkan. Berserakan di lantai.


"Wih, ngga nyangka bisa sebanyak ini. Gue bantu menatanya."


Ucap Shiena. Lalu segera mengumpulkan uang-uang itu sesuai nominalnya dan menyusunnya secara ditumpuk lalu di letak diatas meja rias dibelakangnya


"Hem,"


Anisa yang melihat pengorbanan yang dilakukan kakaknya itu hanya bisa menunduk. Sesekali menengadahkan wajahnya ke atas agar ia tak menangis karena terharu.


Thera akhirnya bisa bernapas sedikit lega sebab uang yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun itu lebih dari cukup untuk membayar uang spp Anisa.


Setelah menghitung uang yamg terkumpul. Thera menyerahkan sebagian uangnya ke Anisa. Lalu sebagian lagi ia bagi menjadi dua bagian lagi dan diserahkan pula pada Shiena.


"Hah, ini untuk apa kak. Gue belum butuh. Elo simpan aja kak. Nanti kalo gue ada perlu, gue minta."


Shiena menolak secara halus, uang yang diberikan Thera, dan uang itupun ia kembalikan lagi.


Ketiganya tampak berpelukan. Dan setelahnya bersama-sama membantu Thera membersihkan kekacauan yang Thera lakukan tadi. Hingga Shiena dan Anisa lupa dengan masalah mereka sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2