
Episode Sebelumnya...
Yu Ching yang masih ada di kamarnya, ia berkata dalam hati, "Yu Chen? apakah terjadi sesuatu padanya? Kenapa aku ini..."
Tiba-tiba saat itulah, jantung Yu Chen pun mulai berdetak kembali.
Perawat tersebut menghela napas. Begitu juga Yue Yue dan Wei Yi yang memandu lewat telepon.
~
Sampailah mereka di rumah sakit.
Lalu Yu Chen segera di bawa ke ruang UGD.
Dan Wei Yi segera menanganinya.
Yue Yue menunggu di ruang tunggu, beberapa saat Sasa datang.
Lalu Sasa berkata pada Yue Yue, "Yue Yue, bagaimana Yu Chen? dia tidak apa-apa bukan?"
Yue Yue menghela napas, "Wei Yi sedang memeriksa dia. Yu Chen sudah tidak apa-apa. Untunglah. Aku benar-benar takut Sasa, jika sampai terjadi sesuatu padanya. Aku benar-benar takut."
Sasa, "Yue Yue, sebenarnya apa yang terjadi dengan Yu Chen? "
Yue Yue terkejut, ia hampir saja lupa, bahwa ia harus diam mengenai penyakit Yu Chen.
Yue Yue, "Yu Chen tidak apa-apa, ia hanya kelelahan saja. Kau juga tahu sendiri bukan? Yu Chen itu tidak pernah bisa memperhatikan kesehatannya sendiri."
Sasa pun terdiam lalu berkata, "Kau memang benar. Tapi syukurlah jika dia sudah tidak apa-apa. "
Beberapa saat Wei Yi keluar dari ruangan.
Yue Yue dan Sasa segera mendekati Wei Yi.
"Wei Yi, bagaimana keadaan Yu Chen? dia baik-baik saja bukan?" Tanya Yue Yue.
Wei Yi melepas maskernya dan ia berkata," Yu Chen sudah stabil. Tapi aku sarankan dia harus istirahat dulu di rumah sakit. Setelah ini ia akan dipindahkan ke ruang inap. Kalian tenang saja. "
Yue Yue menatap Wei Yi, lalu ia berkata, "Kami bisa melihatnya?"
Wei Yi," Baiklah, kalian bisa melihatnya. Tapi dia masih istirahat. Jangan bangunkan dia dulu."
Mereka mengangguk.
Lalu Yue Yue dan Sasa melihat Yu Chen.
Yu Chen terlihat pucat.
Yue Yue berkata pada Sasa, "Sasa, aku harus mengurus administrasinya dulu. Kau di sini saja menunggunya."
Sasa mengangguk, "Baiklah. "
Yue Yue berjalan keluar dan ia menemui Wei Yi di taman rumah sakit.
Wei Yi berkata, "Untung saja tidak apa-apa. Hampir saja terjadi sesuatu padanya."
Yue Yue," Wei Yi, aku benar-benar takut. Aku melihat sendiri di sampingnya. Aku melihat hampir saja detak jantungnya berhenti. Aku benar-benar takut Wei Yi, dia adalah sepupuku. Aku benar-benar takut kehilangan dia. Kau tahu bukan, sejak kecil kami selalu bersama. Aku hampir tidak bisa berpikir, bagaimana jika sampai terjadi sesuatu padanya nanti. Apa yang harus ku katakan pada kak Yu Ching, ibu dan kakek."
Wei Yi memegang pundak Yue Yue, "Jangan khawatir. Semuanya sudah berlalu. Dan sekarang yang terpenting dia sudah baik-baik saja. "
Yue Yue mengangguk.
Wei Yi berkata lagi, "Lebih baik, kita berusaha untuk membujuknya agar ia mau segera dioperasi dan juga mungkin membujuknya untuk memberitahu keluargamu. "
Yue Yue menghela napas.
Wei Yi, "Aku rasa untuk beberapa hari, Yu Chen harus di rawat dulu disini. "
Yue Yue mengangguk," Jika itu untuk kebaikannya, tidak apa-apa. Aku akan mencoba untuk memikirkan bagaimana memberitahu ibu, ayah dan kakek sementara Yu Chen tidak ada di rumah. "
Setelah mereka berdua berbincang, Yue Yue kembali ke kamar Yu Chen.
Sasa masih menunggui Yu Chen di samping ranjangnya.
Yue Yue berkata, "Sasa, kau sudah terlambat untuk ke resort. Lebih baik kau segera ke resort saja. Aku yang akan menjaganya."
Sasa, "Tidak apa-apa. aku ingin menunggu Yu Chen sebentar. "
Yue Yue mengangguk, dan ia berkata lagi, "Sasa, aku minta tolong padamu. Mengenai Yu Chen ada di rumah sakit saat ini, kau jangan beritahu siapapun. Begitu juga kak Xiao Kang dan kak Yu Ching. Aku yakin Yu Chen tidak ingin membuat mereka khawatir. "
__ADS_1
Sasa, "Jadi kau tidak memberitahu bibi dan kak Yu Ching?"
Yue Yue menggelengkan kepala.
Sasa, "Tapi Yue Yue... ."
Beberapa saat Yu Chen sadar.
Ia membuka matanya perlahan.
Ia melihat sekelilingnya.
Yue Yue dan Sasa yang berdiri di sampingnya terkejut.
Yue Yue, "Yu Chen! Kau sudah sadar. "
Yu Chen melihat Yue Yue dan Sasa berdiri disampingnya.
Ia berkata dengan pelan, "Yue Yue... Sasa..."
Yue Yue dan Sasa terlihat lega.
"Syukurlah kau sudah sadar. Kau benar-benar membuatku takut Yu Chen." Kata Yue Yue.
Yu Chen, "Maafkan aku. Aku sudah membuatmu khawatir. "
Lalu ia melihat Sasa, dan berkata, "Sasa..."
Sasa menjawab," Bagaimana, kau sudah merasa baikan bukan? Yu Chen, kau harus menjaga kesehatanmu. Sejak dulu kau selalu saja begitu. "
Yu Chen menatap Yue Yue.
Yue Yue tersenyum dan mengangguk pada Yu Chen.
Yu Chen rasa Sasa masih belum tahu mengenai penyakitnya.
Yu Chen, "Sasa, mengenai hal ini, aku mohon kau tidak memberitahu siapapun, apalagi kakakku. Aku tidak ingin membuat khawatir orang rumah."
Sasa, "Yu Chen..."
Yu Chen lalu menoleh pada Yue Yue, "Dan kau Yue Yue, aku minta tolong padamu, katakan pada Wei Yi, agar aku diperbolehkan pulang. Aku tidak suka berlama-lama disini. "
Yu Chen menggelengkan kepala dan berkata lagi," Aku sudah istirahat tadi saat tidak sadar. Dan sekarang aku sudah tidak apa-apa. "
Wei Yi tiba - tiba datang, "Baiklah, jika kau ingin pulang. Tapi kau harus janji untuk terus menjaga kesehatanmu Yu Chen. Sebelumnya kau istirahatlah dulu disini, sampai obat yang ada di infus ini habis. "
Akhirnya Yu Chen diijinkan pulang setelah hari hampir malam.
Wei Yi mengijinkan ia pulang, tapi ia harus memastikan bahwa kondisi Yu Chen sudah benar-benar stabil.
Saat keluar dari rumah sakit, dan Yue Yue menuntun sepupunya hendak masuk ke mobil.
Yu Ching tanpa diduga juga baru saja selesai menjenguk kliennya yang sedang dirawat di rumah sakit.
Ia masuk ke dalam mobilnya dan melihat Yue Yue menuntun sepupunya.
Mobil Yu Ching sudah mulai melaju, ia masih menatap Yue Yue dan Yu Chen.
Selama perjalanan, Yu Ching bertanya-tanya, ia sempat melihat adiknya terlihat pucat dan seperti sedang sakit.
Saat di mobil, Yu Chen yang duduk samping Yue Yue menyetir.
Yu Chen berkata, "Yue Yue, maaf sudah merepotkanmu."
Yue Yue tersenyum," Jangan berkata seperti itu, aku jadi seperti orang asing di depanmu. Kalau kau tidak ingin merepotkanku, kau harus mau segera dioperasi. Itu lebih baik bukan?"
Yu Chen menatap sepupunya, lalu dia hanya diam.
Dan menatap jendela disampingnya.
Yue Yue hanya menggelengkan kepalanya.
Dan dia berkata, "Kau benar-benar keras kepala. "
Yu Chen terus diam.
Sampai didepan rumah.
Mobil pun berhenti.
__ADS_1
Yu Chen hendak melepaskan sabuk pengamannya.
Yue Yue lalu berkata ," Yu Chen..."
Yu Chen menoleh.
Yue Yue, "Kau tahu, saat perjalanan ke rumah sakit, kau tidak sadarkan diri, Aku benar-benar takut. Yu Chen, kau tahu aku hampir saja kehilanganmu. Dan aku tidak ingin itu terjadi. "
Yue Yue memegang tangan sepupunya, dan berkata, "Yu Chen, aku mohon, dengarkan aku. Segeralah untuk operasi. Ibu, kak Yu Ching dan lainnya perlu tahu hal ini. Aku serius Yu Chen."
Yu Chen juga menggenggam tangan sepupunya itu dan ia berkata, "Aku tahu Yue Yue, aku tahu. Aku akan berusaha untuk menjaga kesehatanku. Aku tidak akan pergi secepat itu. Aku pasti akan operasi. Tapi tidak sekarang Yue Yue. "
Yue Yue meneteskan air mata begitu juga Yu Chen.
Yue Yue menarik nafas, dan menyerah membujuk Sepupunya itu.
Setelah itu merekapun turun dari mobil dan masuk ke rumah.
Saat makan malam bersama.
Yu Chen masih terlihat sedikit lemas dan pucat.
Tapi ia berusaha untuk tidak menunjukkannya.
Sang bibi menatap Yu Chen dan berkata, "Kau terlihat pucat Yu Chen. Kau baik-baik saja? Apa kau kurang sehat?"
Yu Chen tersenyum, "Benarkah bi? tidak apa-apa. Mungkin karena sedikit lelah saja. "
Yue Yue hanya diam saja.
Sang kakek berkata," Jangan terlalu lelah. Kau juga harus menjaga kesehatanmu."
Yu Chen mengangguk dan tersenyum, "Baiklah kek."
Setelah selesai makan.
Yue Yue menemani Yu Chen ke kamarnya.
Di samping ranjang Yu Chen,
Yue Yue membantu menyelimuti dan berkata, "Istirahatlah. Handphonemu aku letakkan disampingmu. Jika ada apa-apa, kau bisa meneleponku lewat handphone. "
Yu Chen mengangguk.
Ketika Yue Yue hendak berjalan,
Yu Chen memegang tangan Yue Yue. Yue Yue menghentikan langkahnya dan menoleh pada Yu Chen.
Yu Chen berkata," Terima kasih Yue Yue."
Yue Yue, "Yu Chen jangan seperti itu..."
Yu Chen menjawab, "Yue Yue, aku benar-benar berterima kasih padamu. Kau selalu menemaniku, memegang tanganku, menjagaku. Aku benar-benar bergantung padamu sekarang. Jika sampai suatu hari aku harus pergi, aku tidak takut, karena kau selalu ada menemaniku. "
Yue Yue meneteskan air mata," Yu Chen... aku mohon jangan berkata seperti itu. Aku tidak ingin kau pergi. Aku akan selalu menemanimu dan menjagamu."
Yu Chen akhirnya mengangguk.
Yue Yue keluar dari kamar Yu Chen setelah memastikan Yu Chen sudah tertidur.
Sambil menyeka air matanya, ia menutup pintu kamar Yu Chen.
Yu Ching yang keluar dari kamarnya hendak mengambil minum melihat Yue Yue dan berkata, "Yue Yue..."
Yue Yue menoleh, "Kak Yu Ching."
Yu Ching, "Apakah Yu Chen baik-baik saja. Tadi aku melihat kalian keluar dari rumah sakit. "
Yue Yue terkejut mendengarnya, ia cukup bingung memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan pada kakak sepupunya itu.
Akhirnya ia menjawab," Yu Chen, dia..."
Lalu ia berkata lagi, "Dia baik-baik saja. Kakak tidak perlu khawatir, aku akan menjaganya. "
Yue Yue segera berjalan menuju ke kamarnya.
Yu Ching diam, dia lalu menatap kamar Yu Chen.
Ia merasa curiga dan ada rasa khawatir dengan keadaan adiknya.
__ADS_1
...****************...