
Thera tiba di rumahnya bersamaan dengan Anisa yang juga baru pulang dari sekolah.
"Kak, tadi guru ku sudah bertanya lagi. Kapan kakak akan memberikanku uangnya, hah! Minggu depan aku ulangan kak!"
Setelah membentak kakaknya, Anisa masuk kedalam rumah meninggalkan Thera yang masih merasa terkejut.
"Tuhan, apa yang harus aku lakukan.."
Thera bergumam, memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut.
Thera sedang pusing dengan yang namanya uang. Benda yang jadi alat tukar itu benar-benar sudah membuatnya hampir gila. Ia teringat bentakkan kecil adiknya siang tadi padanya membuat hatinya berdenyut perih.
Dengan langkah gontai, Thera masuk kedalam kamarnya. Menghambur keatas ranjang dan menangis terisak.
"Mah, Pah, Thera ngga kuat lagi."
Gumam gadis itu, ia terisak menenggelamkan wajahnya diatas bantal agar adik-adiknya tak mendengar suara tangisan nya yang pilu.
......................
Langit malam tiba-tiba mendung, perlahan tetesan air hujan terdengar berjatuhan sahut menyahut diatas genteng rumah sederhana milik orangtua Thera.
Dua adiknya sedang asik menonton drama korea ditelevisi. Thera keluar dari kamar menuju dapur. Ia membuka tudung saji. Menatap nanar tempat nasi dan lauk yang telah kosong.
Thera kembali menutup tudung saji dan beranjak mengambil gelas lalu mengisinya.
__ADS_1
"Biarlah malam ini aku mengalah, yang penting mereka sudah kenyang"
Gumam Thera sembari melirik kedua gadis di depan sana yang tampak belum mengantuk meski jarum jam sudah bertengger diangka 10 malam.
Thera memilih duduk disalah satu kursi di dapur sembari berfikir, kepalanya terasa berat sehabis menangis dan perutnya juga terasa perih karena dari siang belum diisi.
Thera merasa beban yang berada dipundaknya semakin berat. Ia telah bertekad bulat akan mencari pekerjaan secepatnya. Apapun pekerjaan itu Thera akan melakukannya. Meski pekerjaan itu tidak halal pun Thera tetap akan menempuhnya.
Thera bangkit, melangkah gontai dengan tubuh lemas masuk kedalam kamarnya kembali. Keputusannya sudah final, ia akan segera mencari pekerjaan apapun demi adik-adiknya.
Malam itu pun Thera lalui dengan pikiran kacau juga dengan perut yang sangat kelaparan. Dia tidak dapat memejamkan matanya. Gelisah sedari tadi membuat matanya enggan terpejam. Gadis itu duduk dipinggir ranjang nya meraih hape butut yang sejak tadi teronggok diatas nakas.
Thera menghidupkan benda pipih yang terlihat sudah usang itu, namun masih berfungsi dengan baik. Ada beberapa pesan chat dan juga panggilan yang tidak sempat ia terima dari nomor yang belum ia simpan. Lalu membuka satu persatu pesan tersebut dan ternyata pengirimnya adalah orang yang sama yaitu lelaki yang ia abaikan sekuat tenaganya.
Dipesan itu, Topan terus berusaha untuk menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi selama ini pada Thera. Namun tak ada sedikitpun tergerak hati Thera untuk mempercayai semua penjelasan dari Topan. Sebab luka yang lelaki itu turihkan sebegitu dalam dan lebar. Sampai-sampai hingga saat ini Thera sama sekali tak berminat mencari atau menerima pinangan dari lelaki manapun.
Gadis yang memiliki rambut panjang itu mengabaikan pesan dari Topan lalu meletakan bemda itu kembali ke atas nakas. Hujan diluar semakin deras bergemuruh, Thera menarik selimut dan mencoba kembali memicingkan matanya. Ia ingin melupakan sejenak kekalutannya.
......................
VISUAL KARAKTER
Anak pertama
__ADS_1
ORNI THOPTHERA CHIEMAERA
25 tahun
Pekerja keras, baik, pendiam, tertutup.
Anak kedua
SHIENA ANATASYA
Km
22 tahun
Cantik, baik, penurut, cerewet, sedikit centil
anak ketiga
QUEEN ANISA
18 tahun
__ADS_1
tertutup, pendiam, pemberontak, sedikit kasar