Status Palsu

Status Palsu
51


__ADS_3

"Biar gue obatin sendiri" ucap Rara menarik tangannya. Tapi Ali bersikeras mengobati tangan Rara.


Ali meniup luka di tangan Rara.


"Maafin gue, Ra. Maafin gue. Jangan nangis lagi, Ra. Gue cuma mau lebih dekat sama Lo"


"Ali, ini gak baik buat Lo. Lo bisa cari perempuan yang bisa nerima Lo apa adanya. Maafin gue, gue bukan orang yang baik buat Lo. Please, Lo buka diri Lo buat perempuan lain. Biarin gue dengan pilihan gue. Gue yakin Lo orang baik, Lo bakal dapet perempuan yang baik." ucap Rara mencoba menenangkan hati Ali.


"Gak, Ra. Gue cuma kenal Lo. Dan gue gak mau kenal yang lain" kali ini Ali merendahkan volume suaranya.


Ali, sosok laki-laki yang sama sekali Rara tidak kenal sebelumnya, walau menurut Ali, ia dan Rara selalu 1 sekolah. Tapi karena sifat Rara yang dingin, dan tertutup, ia tidak mengenal teman lain. Sosok Ali yang tinggi, dan selalu menutup kepalanya dengan topi, karena luka di mata kirinya, yang membuat ia minder untuk bertemu dengan yang lain.


"Mungkin Lo gak inget, Ra. Kenapa gue suka awalnya sama Lo. Waktu SMP, gue pernah berantem sama temen kelas sebelah gue, dan mata gue sampe gini, dan elo orang yang deketin gue, sambil kasih ini" Ali mengeluarkan sapu tangan.

__ADS_1


Rara merasa tidak asing dengan sapu tangan itu. Ya, itu sapu tangan miliknya dulu. Ia tidak ingat, siapa yang ia tolong saat itu. Yang ia ingat, seseorang berada di lorong kelas, menutup matanya yang berdarah. Rara tidak tau kalau itu adalah Ali.


"Lo inget, Ra. Sejak saat itu, gue suka sama Lo. Dan kemana Lo pergi, gue selalu ada jalan dibelakang Lo. Gue mau bilang terima kasih, tapi Lo, terlalu cuek dengan keadaan. Gue gak mau orang lain mengganggu Lo. Dan Lo inget kejadian Dimas?" tanyanya.


Rara melirik ke arah Ali.


"Dia gak baik buat Lo, Ra. Dia mau memanfaatkan Lo. Gue gak suka"


"Dan kenapa mas Hafiz? Apa salahnya dengan mas Hafiz?" tanya Rara.


"Tapi cara Lo salah, Li. Lo buat gue takut sama Lo."


"Ya, karena Lo susah gue deketin."

__ADS_1


"Tapi gak gini cara Lo. Lo buat gue makin takut buat berteman dengan Lo." ucap Rara.


"Ali, gue tau siapa Lo, sejak gue cari info tentang Lo ke salsa. Tanpa sengaja, gue liat foto gue dan salsa, dan ada gambar Lo di foto itu. Gue tau kalo Lo anak pak Dodi, orang kepercayaan ayah gue."


"Lo.." Ali langsung terkejut mendengar nama orang tuanya.


"Ya, Ali. Keluarga gue udah tau semuanya."


"Baguslah kalau begitu, jadi, gue gak susah untuk mengenalkan siapa diri gue ke keluarga Lo" ucap Ali menatap sinis ke arah depan.


"Ali, please. Maafin gue. Kita berteman. Lo bisa jadi teman gue. Lo bisa jadi sahabat gue"


"Tapi, Ra. Gue mau Lo jadi pasangan gue"

__ADS_1


"Gak, Ali. Minggu depan, gue akan menikah dengan mas Hafiz. Please ngertiin gue."


__ADS_2