Status Palsu

Status Palsu
52


__ADS_3

"Gak, Ra.. Lo gak boleh menikah dengan laki-laki lain. Lo harus jadi milik gue" tangan Rara dipegang Ali dengan keras, sehingga Rara kesakitan.


"Lepasin gue, Li.. Sakit" ucap Rara,


Ali melepaskannya.


"Ali, gue pengen mengenal elo. Gue akan selalu senang bila elo ada di dekat gue, tapi sebagai sahabat. Elo bisa cerita apa aja ke gue. Kuliah kita masih 3 semester lagi, masih lama kita bisa bertemu. Selama itu, kita masih bisa bersama sebagai sahabat. Mau kan Lo jadi sahabat gue. Kalau pun kita paksakan, Lo bakal tersakiti, karena gue gak cinta sama Lo" jelas Rara.


"Apa Lo cinta sama laki-laki itu?" tanya Ali.


Rara memegang tangan Ali


"Ya, gue cinta sama dia. Karena elo, gue kenal sama dia. Karena elo, gue Deket sama dia, dan sekarang, gue milih dia buat nemenin hari gue."


"Lo serius dengan keputusan Lo?" tanya Ali.


Rara mengangguk.


Pintu kaca mobil itu, digedor dari luar.


"Ra.. Ra.. buka pintunya"


suara Hafiz dari luar jendela mobil.


Rara melirik Ali.


"Kita bakal jadi sahabat yang baik, percaya gue." ucap Rara meyakinkan Ali.


Ali akhirnya menyetujui janji Rara. Ia membuka pintu mobil dari remote kontrolnya.

__ADS_1


Rara keluar dari mobil itu, dan ia memeluk Hafiz.


Ali keluar dari mobil, dan tangannya langsung disekap oleh 2 orang kepercayaan Hafiz.


"Lepaskan Ali, mas." ucap Rara.


"Tapi.." Hafiz menatap mata Rara seolah meminta ia melepaskan Ali


"Ali adalah sahabatku, mas."


Rara berjalan menuju Ali yang tertunduk dengan topinya.


"Tapi, Ra.." ucap Hafiz


"Ya mas, hari ini, Rara udah tau semua. Semua salah Rara, terlalu cuek dengan keadaan."


"Maafkan saya, dan tolong jaga Rara. Saya berjanji akan selalu menjaga Rara ketika mas tidak di dekatnya."


Hafiz menatap Ali dengan pandangan sinis. Tetapi, Rara seolah tau bagaimana mengendalikan emosi Hafiz.


"Ali, pulanglah. Dan terima kasih untuk hari ini" ucapan Rara yang membuat Hafiz makin bingung.


Ali berlalu dari sana.


2 pengawal Hafiz, pun segera kembali ke mobilnya.


"Kamu, gapapa?" Hafiz melihat muka Rara yang sembab sehabis menangis.


Rara menggeleng.

__ADS_1


"Aku gapapa mas. Ayo kita ambil barang-barang di asrama. Minggu depan kan, aku udah pindah ke rumah mas" ajak Rara.


Hafiz tersenyum lebar.


"Mas, kok tau dimana Rara tadi?" tanya Rara di dalam perjalanan menuju rumah Hafiz.


"Maaf, sayang. Mas memasang aplikasi yang menunjukkan dimana kamu berada. Mas gak mau kamu kenapa-napa."


Rara bukan marah, malah dia tersenyum.


Hafiz bagai malaikat penolong, saat ia membutuhkan bantuan.


*Hari ulang tahun Rara, dibuat semeriah mungkin, karena hari itu selain hari ulang tahunnya, adalah hari pernikahannya. Pesta itu diadakan dengan sederhana di rumah mereka. Tak lupa, Ali, Salsa, dan Winda hadir saat itu. Mereka ikut berbahagia dengan status baru sahabat mereka.


"Sayang.. sini," ajak Hafiz yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Hari ini, kita sudah resmi berstatus menjadi suami istri, yang sah. Bukan status palsu lagi. Apa kamu tidak keberatan dengan status itu?"


Rara menatap Hafiz.


Ia tersenyum malu.


Rara mengingat saat-saat ia meminta Hafiz untuk menjadi tunangan palsunya. Dan semua itu terjadi, karena jalan Tuhan untuk mendekatkan mereka. Rara bersyukur dengan keadaannya. Walau ia baru berusia 20 tahun, tetapi ia sudah mantap untuk melanjutkan hidupnya, sebagai mahasiswi di UB, dan sebagai istri yang sah dari seorang lelaki yang ia cintai.


#Terima kasih para pembaca yang setia pada karya novel ku yang berjudul "Status Palsu".


Setelah Soulmate, dan Status Palsu, jangan lupa mampir di novel terbaruku, dengan judul "Cinta di atas kontrak"


Selamat membaca 😊😊

__ADS_1


__ADS_2