
Angin bersiul, dan daun-daun beterbangan.
Reaven Crow menarik mantelnya dan sekali lagi berbalik melihat ke tempat perkemahan yang sudah lama dia kenal, serta wajah-wajah yang sudah dikenalnya. Dia mengatupkan rahangnya erat-erat.
“Ayo pergi . ”
Dia berbalik kemudian melangkah menuju helikopter yang sudah lama menunggu di landasannya.
Di depannya ada banyak pria berdiri dengan gagah, tegap, dan berotot yang memakai seragam militer dalam barisan rapi disisi kanan dan kiri membentuk jalan untuknya menuju ke helikopter. Meskipun berlinang air mata, mereka berdiri diam dengan punggung tegak di angin dingin dan mengangkat tangan serempak untuk melakukan penghormatan.
“Perpisahan dari Divisi Darat, Jendral!”
"Perpisahan dari Divisi Pasukan Khusus, Jendral!"
“Perpisahan dari Divisi Logistik, Jendral!”
__ADS_1
…
Sambil berjalan maju menuju heli yang menunggunya, teriakan perpisahan dari masing - masing tim nyaring terdengar berurutan.
Dapat didengar dalam suara orang yang menerikkannya penuh dengan rasa antusias, sedih dan kebanggaan!
“Jendral, apakah kau benar - benar …” Dante, orang yang menjadi tangan kanan Reaven bergumam dengan keengganan di matanya saat dia menyeka air matanya dan menutup pintu helikopter.
Baling - baling helikopter berputar, dan naik. Perkemahan dan pasukan yang selama ini bersama mereka secara perlahan berubah menjadi titik - titik kecil di tanah.
Dia telah tinggal di tanah yang di juluki tanah kematian dalam peperangan besar ini selama delapan tahun penuh.
Selama delapan tahun ini, Reaven dengan cepat dipromosikan dari rekrutan baru menjadi seorang jenderal yang memegang otoritas besar setelah menjalani berbagai misi dan mengalami berkali - kali pengalaman yang sangat dekat dengan kematian.
Korps Gagak Hitam yang tak terkalahkan di bawah komandonya dengan tegas menjaga wilayah yang luas di sekitar negara bagian Rotten.
__ADS_1
Rotten sendiri merupakan negara bagian timur dari negara United Asean (UA) yang terdiri dari beberapa negara bagian (seperti amerika). Dan Rotten merupakan pintu masuk yang sangat strategis dalam perang besar ini, bahkan tiga kekuatan besar negara musuh saling bergantian untuk merengsek masuk melalui Rotten.
Dan Reaven menjadi Dewa Perang yang paling kuat di mata puluhan ribu anggota bukan hanya di Resimennya, tapi di seluruh negara UA, karena intensitas perang di wilayah lain tidak seperti di Rotten, denagn kemampuan komando dan kekuatan tempurnya yang luar biasa, Reaven bahkan mendapat julukan Demon From East.
Sekarang tidak ada yang berani menyerang Rotten lagi, karena telah dibentengi dengan baik. Para petinggi negara musuh juga sudah memutuskan untuk menandatangani pakta perdamaian pasca kerugian yang mereka terima.
Setelah meraih sukses, ia akhirnya bisa mengajukan pensiun, meski usianya baru dua puluh delapan tahun, dengan catatan, jika negara membutuhkannya pada saat usianya belum masuk masa pensiun, harus menjawab panggilan itu.
Helikopter terbang ke selatan menuju Lemon County (negara bagian).
Reaven mengeluarkan arloji saku antik dari dadanya, dengan foto yang agak menguning.
Itu adalah foto dirinya dan seorang wanita muda yang diambil delapan tahun lalu. Saat itu, dia masih sedikit belum dewasa. Ingatannya berkelana ke masa lalu yang tidak akan dia lupakan, masa dimana menjadi titik terberat dalam hidupnya.
Sekarang dia akan kembali untuk mengambil semuanya yang harusnya menjadi miliknya.
__ADS_1