
Pada saat ini, sebuah mobil mewah merek Lincoln berhenti di depan perusahaan HopeShine.Co., dan dua orang pria dengan setelan mahal terlihat buru-buru turun. Salah seorang dari mereka melihat situasi di depan kantor, dia mengerutkan kening dan berkata tidak sabar, "Apa yang kalian lakukan di depan kantor?"
Begitu Kapten Mir melihat pria itu, dia segera berlari ke depan dan membungkuk untuk menyambutnya. "Salam, Tuan Peterson! Maaf pak, orang ini datang ke perusahaan kita untuk membuat masalah. Jadi kami akan mengusirnya."
Peterson melambaikan tangannya dengan kesal dan menginstruksikan, "Cepat usir dia. Ketua akan datang nanti, dan saya tidak ingin dia melihat keributan ini."
Membawa sekretarisnya, dia memasuki gedung bahkan tanpa melirik Raven.
"Hah, Tuan Peterson benar-benar orang yang sibuk," kata Reaven lantang.
Peterson berhenti sejenak dan melihat dengan tidak senang.
Kapten Mir bergidik dan buru-buru berteriak pada Lucas, "Diam! Beraninya kau ngomong gitu ke tuan Peterson! Apa yang kalian tunggu!? Cepat seret dan usir dia!"
Mendengar itu, beberapa petugas keamanan langsung maju untuk mengusir Reaven dan Dante, mereka siap menggunakan kekerasan fisik.
Peterson yang saat itu mengabaikannya dan hendak pergi ketika dia tiba-tiba diam seperti memikirkan sesuatu.
Lehernya dengan cepat menoleh lagi ke arah Reaven, "Berhenti!!".
Mendengar suara Tuan Peterson yang tiba-tiba, para petugas keamanan berhenti dengan wajah bingung.
Tapi, Peterson tidak peduli, dia bergegas menuju Reaven dan membungkuk dengan rasa hormat karena takut.
"Ketua, selamat datang."
"............."
"Apa?" Kapten Mir langsung membeku sementara petugas keamanan lainnya, yang mengelilingi Reaven dan bersiap akan menghajarnya, juga tercengang. Mereka hampir tidak berani mempercayai telinga mereka.
"O-orang ini adalah ke-ketua yang baru?"
__ADS_1
Ada keraguan di wajah mereka, tapi, ketika mereka melihat sang manajer Umum, Tuan Peterson menghormatinya, mereka tidak punya pilihan selain percaya.
Oh tidak!
Alamak!
Habis deh!
Inilah yang dipikirkan semua orang di dalam hati mereka, terutama Kapten Mir yang sangat menyesal sehingga dia berharap bisa memotong lidahnya!
Dia baru saja menyuruh ketua untuk pergi dan bahkan menginstruksikan bawahannya untuk mengahajar dan mengusirnya… Tamat sudah karirnya.
Dengan ekspresi cemas, Kapten Mir berseru, "Pak ketua, saya minta maaf. Saya gagal mengenali Anda. Saya terlalu sombong dan angkuh. Tolong jangan pecat saya, tolong maafkan saya!"
Peterson memelototinya dengan dendam. Jika bukan karena omong kosong yang dikatakan Kapten Mir, dia hampir mengabaikan Reaven dan meninggalkan kesan pertama yang buruk padanya.
Reaven berkata dengan dingin, "Tuan Peterson, saya tahu Anda sangat sibuk setiap hari, tetapi Anda juga harus mengawasi bawahan anda secara langsung."
Reaven mengangguk dan berhenti memperhatikan Kapten Mir, yang memohon belas kasihan, sedangkan untuk petugas yang lain hanya bisa pasrah.
Bukan karena dia ingin membalas dendam pada petugas keamanan. Tetapi karena HopeShine.Co. adalah aset berharga yang ditinggalkan oleh ibunya, dia tidak ingin itu tercemar oleh hal-hal hina seperti perilaku mereka tadi.
"Dan, tolong carikan aku beberapa info, detailnya aku kirim via hp" Reaven memberi instruksi singkat ke Dante.
"oke" dengan jawaban singkat Dante langsung pergi meninggalkan mereka
Selanjutnya ketiga orang itu menuju kantor kepala. Peterson sangat penuh perhatian di sepanjang jalan saat dia buru-buru menekan tombol lift sambil memberi Reaven gambaran umum tentang berbagai departemen perusahaan, hal ini menarik perhatian para pegawai perusahaan yang tak terhitung jumlahnya di sepanjang jalan.
Melihat betapa antusias dan baiknya manajer umum, David Peterson, beberapa pegawai lama mereka bisa cepat mengambil kesimpulan bahwa Reaven pasti ketua yang baru. Sayangnya, mereka berdua berjalan sangat cepat, dan tidak ada yang bisa melihat sekilas wajah Reaven dengan jelas.
"Ah, aku ingin tahu seperti apa rupa ketua baru itu …" Tifa dan Julia menghela napas, merasa kecewa karena mereka tidak bisa melihatnya dengan jelas. Mereka gagal menyadari kalau baju yang di gunakan ketua itu sama dengan yang dibgunakan Reaven yang mereka temui di lantai bawah.
__ADS_1
Dalam waktu singkat, mereka mencapai kantor ketua di lantai atas menara kantor.
David Peterson menyeka sofa dengan lengan bajunya, yang telah dibersihkan oleh petugas kebersihan, dan dengan hormat meminta Reaven untuk duduk.
Dia kemudian membuat secangkir teh dan menyajikannya padanya. "Saya tidak tahu jenis teh apa yang ingin Anda minum. Ini adalah teh herbal kualitas premium. Jika Anda ingin butuh sesuatu yang lain, saya akan meminta seseorang untuk segera menyiapkannya."
Reaven menghentikannya dan menatapnya dengan senyum tanpa ekspresi.
Segera, David tidak bisa lagi tertawa, karena dia merasa sangat tertekan oleh tatapan Reaven. Keringat mulai merembes dari wajahnya yang agak tembam, tetesan demi tetesan.
Dia ingin menemukan bahan untuk dibicarakan dalam beberapa kasus, tetapi dia goyah ketika melihat tatapan mengintimidasi di mata Reaven. Seiring waktu berlalu, dia menjadi semakin gelisah.
Plukk!
Reaven meletakkan koper yang di bawanya ke atas meja, gerakan yang tiba-tiba mengagetkan David dan hampir membuatnya melompat dari kursinya meskipun tidak keras.
Reaven memajukan dagunya ke arah koper. "Tuan Peterson lihat tolong buka dan jelaskan."
David dengan hati-hati membuka koper, dan melihat ada beberapa dokumen di dalamnya, ketika dia membaca dua kalimat pertama, wajahnya menjadi pucat, dan dia mulai gemetar.
"Bacalah dengan keras," perintah Reaven dengan tenang.
"A-aku …" David tergagap sambil berkeringat deras dan menggigil terus menerus. Isi dokumen itu keterlaluan. Bagaimana dia bisa membacanya dengan lantang?
"Kamu menolak untuk membacanya? Baiklah, aku akan membacanya untuk Anda." Reaven mulai mengucapkan dengan lantang setiap kata di dokumen dengan lancar tanpa melihatnya, seolah-olah dia sudah menghapalnya.
"April 2017. Penggelapan dana material dua ratus ribu dolar bekerja sama dengan Grup Haes."
"Oktober 2017. Menerima suap dari Market Building Materials, membeli sejumlah bahan bangunan berkualitas rendah dengan harga tinggi, dan kemudian membayar kompensasi karena masalah kualitas, menyebabkan perusahaan mengalami kerugian lebih dari satu juta dolar."
“Maret 2019…”
__ADS_1
…