Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 31


__ADS_3

"Hati-Hati Rev"


Reaven mengangguk lembut dan melambaikan tangannya, memberi kode supaya mereka segera pergi.


Namun, begitu Tifa baru mengambil dua langkah sambil memeluk Layla, wanita gemuk itu menghentikannya. "Heh, jangan pikir bisa pergi. gak ada dari kalian yang bisa melarikan diri!"


Wajah Reaven menjadi suram.


Dia tidak pernah suka untuk memukul seorang wanita, tetapi jika wanita itu menyakiti keluarganya dia pasti tidak akan membiarkannya lolos!


Pada saat ini, beberapa Volkswagen Golf melaju, hampir menabrak kerumunan besar orang di depan sekolah TK yang datang untuk menjemput anak-anak mereka. Di tengah keluhan para orang tua itu, lebih dari sepuluh pria dengan lengan bertato membuka pintu mobil dan berlari ke sekolah TK dengan wajah-wajah sangar.


Melihat itu, banyak dari orang tua yang berkumpul itu langsung pergi menjauh, ada juga yang sengaja berdiam dari jarak tertentu untuk melihat keributan yang berlanjut itu.


Wajah Ibu kepala sekolah menjadi pucat ketakutan melihat beberapa preman yang datang ke sekolahnya.


"Bos, kami di sini! Di mana bajingan bodoh itu?"


Begitu James Milton melihat orang-orang yang dia telepon datang, dia langsung menunjuk ke arah Reaven dan meraung, "Ini BAJINGAN ini! Sial! Beraninya dia menyentuhku? Pukul dia!"

__ADS_1


Lebih dari sepuluh orang langsung menatap Reaven.


Pria botak, yang merupakan pemimpin, Menilai Reaven seketika tertawa dengan jijik. "Dengan ukuran tubuhnya? Aku bisa mengalahkan sepuluh seperti dia tanpa masalah! Sombong sekali kau berani memukul bos!"


Dengan ekspresi garang, sekelompok orang mengepung Reaven.


"Ayah… Ayah! Ah!" Melihat orang-orang menakutkan di sekitar Reaven, Layla sangat ketakutan hingga dia menangis.


Tifa memeluk dan membenamkan wajah Layla ke dadanya, wajahnya juga memucat ketakutan.


Melihat putrinya menangis lagi, Ada tatapan dingin dan bermusuhan di mata Reaven, dia mengeluarkan aura intimidasinya membuat orang-orang di sekitarnya berhenti, karena mereka tiba-tiba merasakan bahaya ekstrim yang kuat!


Tepat saat Reaven akan bergerak, Dante tiba-tiba muncul menahan pundaknya. "Rev, bawa anak mu pergi. Serahkan curut-curut ini padaku." katanya sambil membunyikan tulang-tulang jarinya.


Ketika James Milton melihat bahwa Reacen juga memiliki seseorang untuk membelanya, dia tertawa terbahak-bahak. "Apa yang bisa dilakukan satu orang?"


Wajahnya berkedut, dan senyumnya menjadi lebih mengancam. "Istri ku bilang tidak ada di antara kalian yang diizinkan pergi!"


Cuih! Dante meludahkan permen karet di mulutnya. "Curut kayak kalian itu gak pantes dipukul sama Reaven!"

__ADS_1


Reaven berhenti memandang orang-orang itu. Dia berbalik dan berjalan menuju Tifa, mengulurkan tangan untuk menggendong Layla, dan menghiburnya. "cup cup cup layla, semuanya baik-baik saja sekarang. gak usah takut. Ayo kita pulang sekarang" ucapnya dengan lembut.


"Ayah! Hiks..hiks!!" Layla membenamkan kepalanya di dada Reaven dan memeluknya erat. Baru saat itulah dia secara bertahap berhenti menggigil.


Sambil menggendong Layla di dadanya, Reaven menutupi telinganya dengan satu tangan dan berjalan langsung menuju gerbang TK.


"Oii...Sialan! Kau tuli yaa… Aackh!!" Pria botak yang memimpin preman-preman itu baru akan mengulurkan tangannya untuk menghentikan Reaven, tapi dia tiba-tiba menjerit saat Dante membuatnya melayang kesamping dengan tendangan keras, ketika pria itu berhenti karena menabrak dinding pagar, dia terbaring dengan darah mengalir di mulutnya, dia pingsan!


Melihat itu anak buahnya terkejut dan mulai maju untuk menghajar Dante, diikuti dengan cacian dan teriakan makian terus menerus.


Reaven mengabaikan semuanya dan hanya fokus untuk membujuk Layla, mencegah semua cacian kasar menodai telinganya.


Dari sudut matanya, Tifa bisa melihat sekelompok pria bertato kekar di hajar oleh pemuda yang menolong mereka. Dia mengikuti Reaven dari belakang sambil memegang ujung bajunya, dia menghela nafas lega ketika mereka masuk ke dalam mobil.


Ketika dia melihat Reaven yang sekarang di kursi kemudi, dia tidak lagi melihatnya sebagai orang yang tidak berguna seperti dulu.


Sikap mengancam Reaven barusan, dan Pria muda yang menyapa Reaven dengan hormat itu, dia bisa memukuli preman-preman itu....


Dia sekarang penasaran dan ingin tahu tentang apa yang telah dilakukan Reaven selama delapan tahun. kenapa dia tampak seperti pemimpin geng?

__ADS_1


Reaven mengencangkan sabuk pengamannya dan baru saja akan menyalakan mobilnya ketika dia tiba-tiba memikirkan sesuatu dan menurunkan jendela mobil. Dia berkata kepada Dante, "Jangan sampai ada yang mati!."


"Ngokey!" jawab Dante, yang sedang bersenang-senang menghajar mereka.


__ADS_2