
"Miya Archers adalah istriku"
".........."
David bisa merasakan nada dingin dalam suara Reaven melalui telepon! Dia panik dan segera meminta maaf karena ketakutan, "Maaf, maaf, Ketua! Saya tidak tahu tentang itu. Aku sangat menyesal....."
"Tambahkan mereka ke daftar. Kirimkan mereka kontrak nanti, tapi jangan ungkapkan siapa aku, buat sealami mungkin."
"Baik, Ketua!" jawab David tanpa penundaan.
Setelah bunyi telepon di tutup, David merasakan lemas di kakinya, ketegangannya hilang.
Astaga... hampir mati aku.. gumamnya dalam hati, bersyukur Reaven melepaskannya mengingat dia tidak mengindahkan Miya Archer kemarin.
Setelah Reaven menutup telepon, Karen kebetulan keluar untuk mengambil susu sambil menguap. Ketika dia melihat Reave, dia langsung bertanya dengan penuh permusuhan, "ngapain kau keliaran di depan pintu pagi-pagi? kayak maling aja!"
Reaven tidak mengacuhkannya dan membantu membawa susu ke dalam rumah.
Setelah sarapan, Reaven menemani Miya untuk mengantar Layla ke sekolah dan kemudian menemaninya ke Smart.Co.
Miya ingin menolak karena keluarganya membenci Reaven, dia hanya akan di marahi atau di rendahkan oleh mereka dengan kata-kata sarkastik.
__ADS_1
"Biarkan aku menemani mu, lagian kita berdua yang ditugaskan kakek untuk tugas itu kan?" ucap Reaven untuk membujuk Miya.
Miya sedikit mengurut kening dengan tangannya, di ingatkan tentangbtugas kerjasama itu membuatnya sakit kepala.
"haah~ terserah kamu.." akhirnya dia menyerah.
Ketika keduanya tiba di Smart.Co. mereka langsung menuju ke ruang rapat, di depan pintu Miya terhenti ketika mendengar pebincangan orang-orang yang cukup keras.
Brandon sedang duduk di ruang rapat dengan keluarga yang lain karena ada pertemuan kerjasama dengan perusahaan lain, mereka membicarakan dan menertawakan Miya, yang selama ini tidak disukainya.
"Aah.. ku dengar Miya kemarin pergi ke HopeShine beberapa kali, tapi jangan kan CEO, wakil CEO aja gak mau ketemu, hahah... aku di kasih tahu teman ku yang ada di sana, dia cuma nunggu di lobby lama, samapai-samapai kayak mau nangis, hahaha.. coba aku disana ya.." Brandon menepuk-nepuk pahanya sambil tertawa.
"bener, bener, apalagi suaminya itu hahaha, dengen pedenya dia bilang 'oke kami lakukan' nyatanya?? hahaha"
"Haha, apa dia pikir dia masih mantan ketua Smart.Co.? Dia sekarang hanya manajer tingkat rendah. Sudah gak akan ada yang terkesan dengannya. Yah, kalau pun ada, paling mereka cuma lihat kecantikkannya aja. Mungkin dia bisa berhasil kalau dia mau pakai badannya hahaha! “
"Hahahaha, benar. Tapi sayangnya, dia terlalu kolot untuk mikir begitu…"
Braakk!!!
Pintu ruang rapat ditendang hingga terbuka dan terbanting ke dinding dengan suara keras, membuat semua orang di ruangan itu terkejut.
__ADS_1
Miya berdiri di luar pintu dengan wajah merah karena marah, ada gelombang emosi yang bercampur dengan rasa sedih di wajahnya, sementara itu Reaven berdiri di sampingnya, ekspresinya gelap, dingin dan mengancam.
"Kau ngapain?! Berani-beraninya kau membanting pintu seperti itu?! Apa kau gak punya sopan santun lagi!?"
Reaven memelototi orang-orang di ruang rapat dan mau melangkah maju untuk memberi mereka peringatan, tapi Miya menariknya kembali. "Cukup . Jangan menimbulkan keributan di sini." giginya bergemeletuk karena geram.
Reaven menarik napas dalam-dalam dan tidak mengatakan apa-apa.
Melihat bahwa Reaven ‘ketakutan’, Brandon dan yang lainnya hendak mencibir dan mengejeknya, tetapi seorang karyawan senior buru-buru masuk.
"Ketua ada di sini bersama Tuan Milton. Dimohon untuk cepat menyiapkan semua dokumen dan kontrak. Jangan membuat kesalahan!"
Di sisi lain koridor, Flint Archers berjalan dengan seorang pria berkacamata paruh baya. "Pak Milton, aku belum mengucapkan selamat padamu karena mewarisi warisan ayahmu. Anda masih muda dan menjanjikan! Mengenai kerja sama kita…"
Sebelum dia selesai, pria berkacamata itu memotongnya dan menunjuk ke arah Reaven, yang berdiri di dekat pintu. Sambil mengertakkan gigi, dia berteriak.
"KAU?!"
*****
Lambat up karena gak enk badan 😓
__ADS_1