Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 16


__ADS_3

"Apa sebenarnya rencanamu!?"


Ryan begitu tercengang oleh aura Reaven sehingga dia tanpa sadar mundur selangkah. Pada saat dia sadar hal itu, dia kesal dan marah!


Dia di buat takut oleh seseorang yang di panggil sampah ini? Meskipun itu hanya sesaat, itu adalah penghinaan yang sangat besar!


Karen berteriak pada Reaven, "Diam! Apa yang kau tahu!? Bahkan jika Tuan Muller membuat kesalahan dan membeli barang yang salah, itu jelas-jelas gak sengaja! Berhenti omong kosong dengan ucapan mu tentang radiasi! Pecundang sepertimu mana tahu apa-apa!"


"Betul! aku belum pernah mendengar tentang heinrichite sebelumnya. Bagaimana bisa orang yang tidak berguna seperti mu tahu apa itu? Jangan mengarang dan mencoba membodohi kami dengan itu!"


Salah satu kerabat yang punya perut buncit berdiri dan menimpali.


Mata Reaven sedingin es. Karen adalah ibu Miya, jadi dia tidak bisa membuatnya malu, tetapi kerabat lainnya ini berbeda.


Dia berjalan menuju kerabatnya yang berperut buncit itu dan berkata, "Karena kau mengatakan bahwa aku bohong dan mengarang cerita kalau hal ini tidak berbahaya, cobalah sendiri."


Reaven menyerahkan puing-puing berlian itu dan bertingkah seperti dia akan menggosokkannya pada kerabat yang memiliki perut buncit itu.

__ADS_1


"Ber..Berhenti! Berhenti! Jangan kesini!!" orang itu segera meratap dan mundur, bahkan dia menjatuhkan beberapa kursi dalam yang di tabraknya.


Orang-orang di sekitarnya juga mundur saat mereka menatap serpihan di tangan Reaven dengan ketakutan, seolah-olah mereka sedang menatap ular yang siap menyerang siapa saja di dekatnya.


Kekacauan terjadi di ruang keluarga itu.


PRAKK!!


"Cukup!!"


Dia menarik napas dalam-dalam dan berjalan ke Ryan. "Maaf, liontin yang kamu berikan pada Layla hancur. Saya akan memberi Anda kompensasi untuk itu nanti." dia menggunakan bahasa yang formal.


Ryan tetap sopan di depan Miya. Sambil menggelengkan kepalanya, dia berkata, "Ini adalah hadiah untuk Layla sejak awal. Aku gak nyangka itu adalah barang palsu, itu salah ku. Sudah cukup baik kalau kamu gak marah. Aku akan memilih hadiah lain buat Layla untuk menebusnya."


"Terima kasih, tapi itu tidak perlu," Miya menolak dengan pelan dan sopan.


Ryan ingin mengatakan sesuatu, tapi Miya sudah berjalan melewatinya dan pergi ke sisi Reaven.

__ADS_1


Menatap serpihan liontin di telapak tangan Reaven, dia memelototinya dengan kesal dan bertanya, "Kenapa kau masih memegangnya? Apa kau gakk takut tanganmu akan luka?"


Reaven tersenyum lembut dan dengan patuh mengikuti Miya ke dapur untuk membersihkan dan mencuci tangannya.


Ryan menatap kedua sosok itu dengan cemburu dan kebencian di matanya.


Di persimpangan ini, Mercedes Benz G-wagon yang dimodifikasi, mencolok, dan mewah menepi di pintu masuk rumah keluarga Archers, diikuti oleh dua mobil.


Dua orang turun dari mobil dan mengetuk pintu dengan keras.


"Siapa ya?!" Karen sangat frustrasi karena keributan di ruang tamu, dan ketukan di pintu hanya membuatnya semakin merasa kesal.


Dia awalnya mengira bahwa dia telah memperoleh batu permata berharga lebih dari 150.000 dolar dari Ryan, tetapi ternyata itu palsu. Lebih buruk lagi, itu juga mengandung radiasi. Dia telah menyentuh liontin itu untuk waktu yang lama, dan pada saat ini, dia merasa sangat tidak nyaman.


Namun, akan memalukan untuk mencuci tangannya di depan Ryan, karna dia yang mati-matian membela Ryan dari awal. Itu benar-benar membuatnya kesal.


Dia membuka pintu dengan frustrasi dan mengecam, "Untuk apa kau mengetuk …"

__ADS_1


__ADS_2