
“Dengan ini saya umumkan bahwa orang akan menjadi CEO perusahaan Smart dan bertanggung jawab penuh atas perusahaan mulai hari ini dan seterusnya, termasuk kerjasama deng HopeShine adalah Brandon!!"
Setelah mendengar ucapan Flint, semua orang tercengang.
Wajah Reaven menjadi suram, karena dia tidak berharap Flint akan menarik kembali kata-katanya!
Setelah tekejut sesaat, Brandon berjalan mendekat dan menjawab dengan keras, "Baik, Kakek! Aku akan melakukan pekerjaan dengan baik dan memastikan bahwa aku tidak mengecewakanmu!"
Keluarga Archers lainnya segera memandang satu sama lain, mereka segera mengerti bahwa Flint hanya membuat janji kosong sebelumnya. Kenapa juga dia menyerahkan perusahaan itu kepada seorang cucu perempuan yang tidak memiliki hubungan darah dengan dia!
Mereka jatuh dalam kebingungan.
Secara khusus, beberapa dari mereka yang hampir ingin berpindah pihak kepada Miya merasa sangat bersyukur bahwa mereka tidak melakukannya. Kalau tidak, Brandon pasti tidak akan melepaskan mereka!
"Baiklah , semuanya Kembali bekerja. Ketika kita sudah menandatangani kontrak kerja besok akan kita adakan pertemuan lagi." Flint berbalik untuk pergi tanpa rasa bersalah.
Tidak dapat menahan diri lebih lama lagi, Miya mengejar Flint dan berdiri di depannya. "Kakek! Bukannya kakek bilang kalau kakek akan memberikan Smart.Co. kepada orang yang bisa membuat perjanjian kerja sama dengan perusahaan HopeShine? Kenapa Kakek malah menunjuk Brandon yang menjadi CEO?"
__ADS_1
Flint memelototi Miya dengan apatis. “Apa kau marah? Jika bukan karena kau, keluarga Archers tidak akan menjadi keluarga kelas dua di Lemon County, kita sudah lama menjadi keluarga kelas satu! Jika bukan karena suamimu yang bajingan ini menyinggung Tuan Milton, kita juga akan menandatangani kontrak dengannya. Kau sangat tidak kompeten! Apa hak mu untuk marah dengan keputusan ku?"
Flint meneriaki Miya dengan kasar, membuatnya merasa seperti disambar petir, dan wajahnya langsung memucat.
Miya tidak pernah menyangka kalah kakeknya punya pikiran seperti itu tentangnya.
Reaven berjalan ke sisi Miya dan menatap Flint dengan pandangan gelap. "Anda sebelumnya mengatakan bahwa Anda akan menyerahkan Smart.Co. kepada siapa pun yang mendapatkan perjanjian kerja sama. Ternyata Anda sama sekali bukan pria yang memegang kata-kata Anda." Reaven mencibir dengan nada dingin.
Flint menjawab dengan acuh tak acuh. "Kau pikir kau siapa? Beraninya kau menghakimi ku? Aku akan menjelaskannya hari ini. Tidak peduli berapa banyak kontrak yang diamankan oleh Miya, aku tidak akan pernah menyerahkan Smart.Co. kepadanya! Orang harus tahu tempatnya!"
Orang-orang yang tersisa memandang Miya dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya.
"Hah, apa dia masih berpikir dia bisa menjadi CEO lagi? Anda pasti sedang bermimpi!"
"Pada akhirnya, Kakek bersikap bijaksana. Dia bisa tahu kalau perempuan ini pembawa sial. Bagaimana Smart.Co. diserahkan kepadanya?"
"Brandon adalah penerus yang sah. Kita yang di sini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia. Beraninya dia melawan Brandon!?"
__ADS_1
"................"
Ejekan-ejekan mereka seperti belati yang menusuk hati Miya.
Miya yang mendirikan Smart Corporation sendirian dengan kerja kerasnya. Mereka merebut darinya dengan mulut manis dengan alasan kehamilannya mereka membantu menjalankan perusahaan, tapi sampai sekarang mereka belum mengembalikannya, sekarang mereka bahkan menganggap seolah dia adalah penjahat yang menginginkan perusahaan ini.
Mereka bahkan menyalahkan turunnya perkembangan perusahaan ini padanya dan mengabaikan semua yang telah dia lakukan untuk perusahaan dengan sepenuh hati.
Kenapa? Hanya itu yang ada dalam pikirannya.
Brandon menghampiri Miya dan menatap wajah pucatnya dengan seringai puas, penuh rasa superioritas. "Miya, jangan sia-siakan tenagamu lagi. Mulai sekarang, Smart.Co. sepenuhnya punyaku, kau dengar sendiri yang kakek bilang kan? Selama aku ada, kau tidak akan pernah maju, dan sebaiknya kau tetap merendah kalau tidak jangan salahkan aku jika ada apa-apa!" Brandon mengancam.
Reaven tiba-tiba berjalan dan berdiri di depan Brandon, melindungi Miya di belakangnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?!" Brandon tidak senang.
Mereka berdiri dekat satu sama lain, dan karena Reaven lebih tinggi, dia segera merasakan intimidasi yang hebat dan dengan enggan mundur dua langkah.
__ADS_1