Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 6


__ADS_3

"Kamu....!"


“Kamu… kamu belum mati?” Syok tertulis di seluruh wajahnya, yang tiba-tiba tampak pucat. Ekspresinya sekarang penuh dengan rasa jijik dan jengkel. Sampah ini punya muka untuk kembali!!


Meskipun penampilan Reaven telah berubah selama delapan tahun ini, dia masih bisa mengenalinya, karena dia mengutuk dan mencaci maki Reaven hampir setiap malam karna dia sangat membencinya.


“Aku kembali, Karen,” kata Reaven dengan tenang.


"Kembali matamu!!!!" suara karen meninggi.


“Bagaimana mungkin kau punya muka untuk kembali, dasar Bajingan!!!? Jangan berlagak seolah kita dekat!! Aku Ini Nyonya Carter. Bukankah ibumu yang sudah mati! Apa dia tidak mengajarimu sopan santun! ” Karen berteriak, alisnya berkerut dan tangannya di pinggang. Air liurnya muncrat hampir mengenai wajah Reaven.


Pandangan Reaven menggelap, wajahnya tertunduk menyembunyikan ekspresi di wajahnya, hatinya tiba-tiba penuh dengan amarah!


Kematian ibunya adalah pukulan terbesar kegagalan dalam hidupnya dan akan selamanya menjadi titik sakit di hatinya, fan tidak ada satu orang pun yang boleh menyinggungnya!


Dia mengepalkan tinjunya, tangannya sedikit bergetar menahan amarah dan hawa membunuhnya, berulang kali dia memperingatkan dirinya sendiri untuk tidak sampai kelewat batas dan melakukan kekeran fisik karena wanita di depannya adalah ibu kandung Miya, mertuanya.

__ADS_1


“Apa!? Apa kau ingin memukul ku? dasar kau benar-benar pembawa sial. Selama bertahun - tahun ini kenapa kau harus kembali sekarang! Aku yakin kau hanya mau menumpang hidup lagi dengan kami!!“


Bukannya takut dan menyadari kelakuannya, Karen malah menyodorkan pipinya dan terus memprovokasi Reaven.


"Karen..Siapa di luar sana?" sebuah suara laki-laki terdengar mendekat.


Ketika Robert, ayah Miya mendengar suara Karen yang nyaring, dia juga keluar dari ruang tamu untuk melihat apa yang terjadi.


Ketika dia melihat wajah Reaven, matanya langsung melebar, dan dia menyerang ke depan dengan ekspresi marah dalam upaya untuk memukul Reaven!


“Bajingan Brengsek!!! Beraninya kau kembali ?! Kenapa kau tidak mati di luar sana?! Hah!!?”


Tepat saat tinjunya hendak mendarat di muka Reaven, sebuah tangan yang keras menangkap dan menahan pukulannya tepat didepan muka Reaven.


“Orang tua, kamu pasti lelah hidup! Beraninya kamu mencoba untuk memukul Reaven… ” Dante yang sedari tadi menahan emosiny di belakang Reaven secara mengejutkan sudah ada disamping Reaven.


Dante telah menjadi bawahan Reaven, bahkan menjadi tangan kanannya selama bertahun-tahun dan telah menganggap Reaven sebagai saudara terdekatnya. Mereka sudah berkali-kali saling mempertaruhkan nyawa satu dengan yang lain, bahkan Reaven sudaj berkali- kali menyelamatkannya dari kematian.

__ADS_1


Bagaimana dia bisa berdiri dan melihatnya dipermalukan oleh orang lain? Bahkan sampai direndahkan seperti itu.


Dengan tatapan sedingin es di matanya, dia memancarkan aura pembunuh yang membuat takut Robert dan Karen sampai wajah mereka pucat pasi seputih susu!


“Cukup!!” suara Reaven berat dan dingin.


“Ini urusan keluarga. Jangan ikut campur, akan ku selesaikan sendiri, untuk sekaramg pergilah. ”


Dante dengan enggan tapi patuh menarik tangannya,dia menatap tajam ke arah orang tua Miya sesaat, kemudian berbalik dan pergi.


Orang tua Miya membalas tatapn Dante penuh dengan kebencian, tetapi mereka tidak berani melakukan kontak fisik dengan Reaven lagi.


Robert merasakan tangan sedikit mati rasa setelah di cengkram oleh dante.


Tatapan menakutkan Dante mengintimidasi mereka, dan mereka bahkan sesekali melirik Reaven melihat ekspresinya.


Mereka bertanya-tanya dalam pikirannya, apa sampah Reaven ini juga berubah.

__ADS_1


Namun, saat mereka melihat pakaian murah dan ekspresi tenang Reaven yang hampir sama dengan masa lalu, kekhawatiran mereka lenyap.


__ADS_2