
"kamu..."
"Miya, aku.."
"Kenapa kamu kembali!?" Miya menyela, suaranya bergetar dan serak karena gelisah.
"Setelah melakukan itu, kamu pergi tanpa mengatakan apapun. Kami pikir kamu sudah mati selama ini. Untuk apa kau kembali sekarang!?"
Dia terus menatap Reaven dengan kebencian.
Delapan tahun yang lalu, keduanya dijebak dengan alkohol dan obat perangsang di sebuah hotel, dan itu menjadi skandal yang menghebohkan seluruh kota dalam semalam. Demi menutupi dan meredam semuanya, keluarga Archers membiarkan dia menikahi Miya dengan terburu-buru.
Meskipun keduanya tidak memiliki perasaan satu sama lain pada saat itu, Miya memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya bersamanya karena apa yang telah dilakukannya tidak dapat dibatalkan.
Namun, Miya tidak pernah berharap dia mencuri lima puluh ribu dolar dari ayahnya dan kemudian menghilang tanpa jejak tidak lama setelah mereka menikah.
Dia hanya pembohong! Sejak itu Miya membencinya.
__ADS_1
Namun, dia tidak lama kemudian Miya mengetahui bahwa dia hamil. Keluarganya menyuruhnya untuk menggugurkan bayinya, dengan alasan ayah dari anak itu adalah seseorang yang tidak pantas untuk keluarga Archers.
Setelah dilema yang cukup lama, dia memutuskan untuk menjaga bayinya.
Tetapi dia tidak menyangka perusahaannya akan menghadapi krisis demi krisis selama tahap terberat dalam kehamilannya. Dia mengalami stres berat, sehingga dia mengalami persalinan prematur, sementara orang lain mengambil keuntungan dan mengambil alih Smart.Co yang sudah susah payah di besarkannya.
Kapanpun Miya memikirkan tentang kesulitan dan kesedihan yang dideritanya selama waktu itu, dia merasakan sakit hati yang luar biasa serta kebencian yang luar biasa terhadap pria yang tidak bertanggung jawab dan pengecut yang telah pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal!
"Ngapain kau kembali!? mau menghancurkan hidup ku lagi!? Apa yang sudah ku buat sampai-sampai kau sangat membenci ku? Apa yang kau tau apa yang terjadi selama ini? Sakit ku? Perjuangan ku? aku ngapain kamu sampai diginiin!!?? " setengah berteriak, suaranya menumpahkan kebencian di hatinya, matanya tampak mulai memerah, ada bulir-bulir air yang mulai terlihat.
Ketika dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padanya secara langsnung saat itu, dia sadar kalu dia memang telah sangat menyakiti Miya, dan itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa dia ganti apa pun yang dia lakukan.
"Aku sangat menyesal."
Dipenuhi dengan rasa bersalah yang sangat besar, ini adalah satu-satunya hal yang dapat dia katakan meskipun dia tahu bahwa kata-katanya tidak berguna.
Merasakan ketegangan di rumah, gadis kecil itu memeluk leher Lucas dengan erat dan berteriak, "mammaa..."
__ADS_1
Miya memejamkan mata dan mencoba menenangkan dirinya karena dia tidak ingin menakut-nakuti putrinya yang berharga.
"Kenapa kau pergi tanpa pamit?" setelah mengatur suara dan nafasnya Miya kembali bertanya.
"Aku pergi karena… aku ingin menjadi cukup layak untuk menjadi suamimu."
Inilah yang benar-benar dirasakan Reaven.
Dia sadar, walaupun niatnya benar, tapi caranya bertindak tidak benar. Apalagi ternyata waktu itu Miya hamil. Itu merupakan tindakan pengecut brengsek yang tak bertanggaung jawab.
"hmph!!"
Mendengar jawaban itu, Miya mendengus, sama sekali tidak mempercayainya.
"Kalu gitu, kenapa kau mencuri uang ayahku sebelum kau pergi?”
"Uang..?? Uang apa?" Reaven tercengang dan bingung."
__ADS_1