Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 13


__ADS_3

"Tuan Muller sangat baik hati dan sopan!"


"Iya lah, JM Corporation milik keluarga Muller adalah salah satu dari sedikit perusahaan besar teratas di wilayah ini, dan dia lulus dari perguruan tinggi luar negeri. Dia berpendidikan tinggi dan memiliki pendidikan yang baik. Bagaimana bisa sampah yang bukan siapa-siapa ini bisa dibandingkan padanya?"


"Haha, mulai sekarang, Tuan Muller akan menjadi bagian dari keluarga kita. Kita harus belajar darinya!"


Kerabat keluarga Archers terus memuji Ryan, seolah Miya sudah menikah dengannya.


Miya mengerutkan kening dan merasa lebih marah dan kecewa ketika melihat betapa acuh tak acuh dan tidak terpengaruhnya Reaven saat dia berdiri di sampingnya.


Sejatinya, dia tidak tahu bahwa Reaven hanya tidak ingin memulai pertengkaran dengan keluarganya karena dia tidak ingin menempatkannya dalam kesulitan.


"Oke, oke, cukup, bersiaplah untuk makan siang."


Melihat jam sudah waktunya, Karen menginstruksikan para pelayan untuk menyajikan hidangan dan mengatur agar semua orang dapat duduk. Tapi dia sengaja mengasingkan Reaven dan berpura-pura kalau dia tidak ada.


Ini membuat keadaan sedikit canggung untuk Reaven.


Semua orang tertawa jahat, menunggu untuk melihat pecundang ini, Reaven mempermalukan dirinya sendiri.


"Ayah, duduklah di sini!"


Suara kekanak-kanakan Layla terdengar imut, dan senyumnya manis. Dia menunjuk tempat duduk di samping bangkunya dan memanggil Reaven.


Hati Reaven sedikit meleleh, karena tingkah putrinya padanya membuat rasa frustrasinya lenyap.

__ADS_1


"Kamu ngapain? Kursi ini buat bibi mu. Kalau kamu sangat menyukai sampah itu, turun dan berdirilah dengannya!" Karen menegur dan mengangkat Layla dari bangku sebelum melemparkan bangku itu ke tanah.


Layla merasa sedih, dan air mata berlinang di matanya.


"Ibu, cukup lah!!" Miya yang kesal mengambil putrinya dan meletakkannya di pangkuannya dengan patah hati sebelum melirik ke arah Reaven. Dia berkata dengan tegas, "Duduklah."


Saat semua orang duduk di meja, Ryan berdehem. "ehem, aku hampir lupa. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepada gadis kecil kita yang berulang tahun."


Sambil tersenyum dia mengeluarkan kotak hadiah yang indah dan menyerahkannya. "Kuharap si kecil cantik Layla akan menyukai ini."


Reaven tercengang. Jadi hari ini ulang tahun putriku? Aku beneran gagal jadi ayah.


Hatinya penuh dengan rasa bersalah.


Layla mengucapkan terima kasih dengan sopan dan membuka kotak hadiah di bawah dorongan kerabatnya.


"Wow! Ini indah!"


Para wanita yang hadir tidak bisa diam melihat liontin itu dengan takjub. Semua wanita tertarik pada perhiasan, terutama batu permata yang indah dan memikat.


Ryan tersenyum puas.


"Ini adalah batu permata yang ku dapat secara kebetulan. Batu permata merah muda alami di bagian tengah adalah yang paling langka. Setelah mengetahui ulang tahun Layla akan datang, aku secara khusus menyewa desainer perhiasan paling terkenal di Italia untuk membuatnya. ”


"Berlian merah muda? Saya belum pernah melihat sebelumnya! Itu begitu indah!"

__ADS_1


"Ya Ampun! Ini berlian merah muda alami yang besar. Itu pasti bernilai mahal?"


"Gak perlu ditanya lagi. Hadiah dari tuan Muller pastiny tidak akan pernah murah. Harganya setidaknya lima belas ribu dolar."


[koversikan ke Rp sendiri ya 😅]


Ryan menikmati setiap pujian dari orang-orang dan tetap memasang muka merendah di wajahnya.


"Tidak mahal sebenarnya, ehm.. harganya cuma sekitar seratus lima puluh ribu kalau gak salah." Ryan berlagak seolah uang segitu tidak seberapa untuknya.


"Ya Ampun! Seratus lima puluh ribu dolar! “


Semua orang menarik napas dengan tajam. Mereka tercengang!


"Itu hanya hadiah untuk seorang anak, tapi harganya seratus lima puluh ribu? Tuan Muller memang sangat murah hati!"


"Layla sangat beruntung memiliki ayah yang baik yang akan menyayanginya di masa depan."


Para kerabat mulai ribut dengan pujiannya pada Ryan.


Mata Miya penuh dengan kekesalan melihat tingkah keluarganya. Orang-orang ini suka melompat ke kesimpulan sendiri. Kapan tepatnya aku pernah mengatakan aku akan menikahi Ryan?


"Tuan Muller telah memberinya hadiah yang sangat mahal. Bagaimana dengan mu? Setelah pergi bertahun-tahun, kamu gak datang dengan tangan kosong, kan?" Adik perempuan Miya, Tifa, tiba-tiba bertanya dengan alis terangkat.


Mata orang-orang langsung tertuju pada Reaven. Mereka jelas tidak mengharapkan apapun. Sebaliknya, mereka senang melihatnya membodohi dirinya sendiri.

__ADS_1


Hadiah apa yang bisa diberikan sampah yang tidak berguna ini? Dia mungkin tidak akan pernah bisa membeli hadiah semahal berlian merah muda yang Ryan berikan!


__ADS_2