Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 44


__ADS_3

*Karya ini lagi ikut lomba, mohon dukungan readers ya, caranya pencet like & coment setelah baca ya*


Reaven berdiri di lantai paling atas kantor HopeShine dan menatap sosok Miya dari CCTV selama ini, dia merasakan sakit hati dengan penderitaan yang di rasakan istrinya.


"Tuan Crow,apa ini tidak masalah? apa andavtidak ingin menemuinya…? Dia istrimu…" tanya David berhati-hati.


“Tidak, kita akan bertindak sesuai rencana awal. Saat dia melihat betapa tidak berperasaannya keluarga Archers padanya, baru dia bisa menerima kenyataan dan siap memutuskan hubungan dengan mereka." jawab Reaven dingin. Masih teringat jelas wajah Miya yang sedang menangis frustasi dalam pelukkannya karena keluarga Archers.


Dia memutuskan untuk memutuskan hubungan Miya dengan keluarga Archers segera, tapi dia sadar keluarga tetaplah keluarga, tidak akan mudah memutus hubungan itu, apalagi dengan karakter Miya yang baik hati dan berhati lembut. Terbukti selama ini Miya tetap menuruti apa permintaan Flint dan keluarga walaupun itu membuatnya sengsara.


Miya hanya akan hancur jika dia terus tinggal di keluarga matrealistis di mana semua orang membully dan mengeksploitasinya tanpa tahu berterima kasih.


*******

__ADS_1


"Miya..!"


Tifa buru-buru berlari dan memeluk Miya dengan ekspresi gembira. "Miya, aku baru saja terima hasil tes dan wawancara.. dan sekarang aku resmi jadi karyawan dan kerja disini.." Tifa memperlihat kan name tagnya.


"kamu belum bisa bertemu CEO atau tuan Renald?"


"belum, mungkin mereka masih sibuk, selamat ya kamu lulus" jawab Miya sambil memaksakan senyumnya.


"kamu tenang saja, biar aku yang langsung tanya sama mereka" Tifa langsung melepas pelukkannya dan berbalik menuju gedung kantor.


"Kamu baru di terima kerja disini, jangan terlibat, ini gak bagus buat kerjaanmu kedepannya. Jangan dipikirkan masalah ini, biar aku yang selesaikan, ayo kita rayakan kelulusan mu malam ini, dan bersenang-senang" Miya mencoba untuk membujuk adiknya agar membatalkan niatnya.


"Ayolah.. Aku bukan ank kecil lagi, aku adik mu, kau bisa berbagi beban padaku. Lagian kenapa juga harus kamu yang menyelesaikan masalah ini? kenapa bukan kakek atau Brandon yang jadi CEO itu? Ini kan tanggung jawabnya. Kalau aku jadi kamu, ku biarkan saja mereka selesaikan sendiri. Toh mereka juga gak kembalikan Smart.Co gimanapun usaha yang kamu lakukan untuk mereka." Tifa mulai mengomel dengan kesal karena menurutnya perlakuan Flint sangat tidak adil terhadap Miya.

__ADS_1


Apa yang di katakan Tifa masuk akal, tapi Miya tidak bisa melakukannya, “Aku gak bisa berhenti khawatir tentang Smart.Co. Aku tidak mau melihatnya hancur seperti ini."


Tifa tahu, saudara perempuannya sangat terikat dengan Smart.Co karena Miya lah yang mendirikannya. Tifa melepaskan tangannya, "ya sudah, biar aku yang tanya mereka!"


Sebelum Miya bisa menghentikannya, Tifa berlari masuk kedalam gedung dengan kartu izin kerjanya, menekan tombol lift, dan langsung bergegas ke kantor CEO di lantai paling atas.


Begitu lift terbuka dia melihat Renald yang sedang menunjukkan berkas pada David didepan pintu ruang CEO.


Karena mengenal Renald yang merupakan sekertaris dari CEO, Tifa menebak orang yang di sebelahnya adalah David Peterson, sang CEO. Tifa mendekati mereka kemudian bertanya "Apakah Anda Tuan Peterson? Saya punya beberapa pertanyaan untuk Anda."


Melihat itu Renald mengerutkan kening, dia ingin menegur Tifa, tapi David mengangkat tangannya untuk diam.


Sejatinya perilaku Tifa bisa dibilang sangat tidak sopan pada atasannya, apalagi David adalah CEO perusahaannya.

__ADS_1


"ya, saya David Peterson, dan anda??"


__ADS_2