
Setelah lebih dari dua puluh menit Miya berlutut di depan gerbang keluarga Archers, seseorang keluar dengan membawa payung dan mengulurkan beberapa lembar kertas ke depan Miya.
Dia yang sudah menggigil kedinginan secara tidak sadar mengambilnya. Saat dia membuka dan membacanya, matany melebar, tangannya bergetar lebih cepat, dia menatap bolak balik antara kertas itu dan orang yang berdiri didepannya.
Menatap Miya tanpa ekspresi, kepala pelayan tua yang bekerja untuk keluarga Archers itu berkata, "Ini adalah salinan surat resmi pencabutan nama keluarga. Nama-nama anggota keluarga Anda dan Anda telah dihapus dari catatan keluarga Archers, dan mereka akan segera mengumumkannya. Anda bukan lagi bagian keluarga Archers, dan semua properti, bonus, dan hak kalian atas dividen akan dicabut."
CTARRR!!!
Kilatan petir muncul, memantul di wajah pucat Miya. Kertas yang di pegangnya lepas dari tangannya dan melayang ke tanah, dengan cepat basah oleh hujan.
Kakek benar-benar tidak mengakui kita!
"Ke-kenapa? Apa sebenarnya salah kami hingga kalian tega melakukan ini pada kami!? Bukankah aku sudah berbuat lebih dari cukup untuk keluarga selama bertahun-tahun ini!?" Miya merosot ke tanah dan mulai menangis histeris ketika dia melihat potongan kertas yang sudah dihancurkan karena hujan.
"Ini adalah keputusan yang Tuan Flint dan Keluarga lainnya telah sepakati bersama. Gerbang ini juga milik keluarga Archers. Jika Anda ingin berlutut, tolong menjauhlah!" kata kepala pelayan itu dengan dingin.
__ADS_1
PLAK!
Begitu dia selesai berbicara, kepala pelayan itu merasakan aura menakutkan yang membuat bulu kuduknya meremang, diikuti dengan tamparan keras di wajahnya.
"Kau siapa!? Beraninya kamu berbicara dengannya seperti itu!?"
Reaven muncul di samping Miya, dan dia memiliki tatapan membunuh saat dia menatap tajam kepala pelayan.
Jika bukan karena kepala pelayan berada didepan Miya, Reaven tidak akan segan untuk memutar kepalanya.
Dia yakin jika dia berani membuat satu suara, Reaven akan membunuhnya. Dia dengan perlahan-lahan mundur sambil memegangi pipinya yang sakit, kemudian masuk ke dalam gerbang, melarikan diri.
Reaven tidak menghiraukannya, dia menundukkan kepalanya dan menatap Miya yang sedang berlutut di tanah, rambut dan pakaiannya basah kuyup sehingga dia terlihat sangat menyedihkan.
Miya adalah wanitanya, namun dia dianiaya seperti ini!
__ADS_1
Kemarahan muncul di mata Reaven saat dia menatap tajam ke kediaman Archers di belakang gerbang. Tatapan sedingin esnya sepertinya mampu menembus hujan dan kaca, mengarah ke keluarga Archers di dalam rumah tersebut, termasuk Brandon dan Flint.
"Suatu hari, kalian akan menyesali keputusan kalian hari ini dan membayar harganya!"
Reaven melepas jaketnya, menyematkannya di sekitar Miya yang basah kuyup, menggendongnya, dan kemudian menghilang di tengah hujan.
Tak lama setelah Reaven pergi, Flint menerima panggilan telepon di rumahnya.
Orang yang menelepon sangat bingung, dan kata-katanya tidak jelas. "Tuan, kabar buruk! perusahaan HopeShine mengirim pengacara dan tim hukumnya ke Smart.Co. untuk menuntut kita atas pelanggaran kontrak.
"Mereka juga telah mengeluarkan surat berita acara yang menyatakan bahwa kita harus memberikan kompensasi sesuai dengan jumlah yang diminta, atau akan menuntut melalui prosedur hukum untuk mendapatkan kompensasi yang mereka mau!"
"Apa?!" Flint langsung bangkit, wajahnya pucat karena ngeri, tangannya bergetar dan menjatuhkan teleponnya ke lantai.
"Kakek?!" Brandon yang tidak terlalu jelas mendengar, tapi dia tahu ada yang tidak beres ikut berdiri, beberapa kerabat yang ada disitu ikut terdiam tegang.
__ADS_1
Dengan ekspresi muram, Flint berseru, "Panggil semua direktur untuk segera datang ke kantor!"