Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 50


__ADS_3

"Miya, pergi dan mohon pada kakekmu! Minta untuk dia untuk menarik tuntutannya dan gak mengusir kita! kalau kita benar-benar diusir, bagaimana kita bisa hidup di kota ini?" Karen menarik lengan Miya.


Terkejut mendengar permintaan ibunya, Tifa berseru, "Bu! apa-apaan sih? Kenapa nyuruh Miya begitu!?"


"Miya, aku dan ibu mu tidak terlalu mampu, dan kita hanya mengandalkan beberapa deviden dari perusahaan keluarga untuk bertahan. Aku sudah tua Jika kita benar-benar diusir sekarang, itu akan memalukan. Miya, temui dan mohon pada kakekmu" kata Robert setelah terdiam untuk beberapa waktu.


"Ayah! Kenapa ayah bertingkah seperti ini juga ?! Harga diri ayah memang penting, tapi Miya juga punya harga diri yang harus di jaga! Dia putri mu!!" Tifa memandang ayahnya dengan kaget dan kecewa.


Miya sangat marah mendengar kata-kata kedua orang tuanya. Dia menggigit bibirnya dengan keras dan menatap orang tuanya. "Baik, aku pergi memohon kepada mereka seusai permintaan kalian!"


Matanya memerah, dan dia bangkit dan sedikit berlari keluar dibawah derasnya guyuran hujan menuju kediaman keluarga Archers, air mata jatuh bercampur dengan tetesan air hujan di wajah cantiknya.


"Miyaa!!" Tifa panik dan hendak mengejar, tapi Karen menghentikannya.


"Kenapa kamu tidak mengerti juga?!" Karen memarahi Tifa.

__ADS_1


Tifa menyaksikan siluet saudara perempuannya yang kurus dan lemah menghilang ke dalam derasnya hujan.


"Kalian keterlaluan!!" Tifa berteriak pada orang tuanya dengan ekspresi marah dan kecewa. Dia sangat marah sampai dia akan menangis.


Tifa berlari menuju kamarnya dan membanting pintunya, meninggalkan kedua orang tuanya yang tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Di luar gerbang kediaman Archer…


"Tuan, apa kita benar-benar tidak akan membiarkannya masuk? Di luar, hujan sangat lebat…" tanya pelayan yang mengasihani Miya yang terlihat kurus dan acak-acakan yang berlutut di luar gerbang besi.


Brandon sedang duduk di aula yang mewah dan hangat, menikmati melihat keadaan Miya yang berada di luar melalui CCTV. Ada perban putih di sekitar pergelangan tangannya yang masih terasa sakit.


Kapanpun dia merasakan sakit di lengannya, dia menjadi semakin kesal, dan dia merasa terhibur dengan menatap Miya yang berlutut di luar.


Ini konsekuensi yang harus kau tanggung karena memukulku! Meskipun Miyaberlutut di luar, dia tidak perduli.

__ADS_1


Di lantai atas, Flint juga menatap sosok yang berlutut di luar dengan wajah datar, tidak mengungkapkan emosi sama sekali.


beberapa kerabat yang lain yang sedang berkumpul ikut membicarakan Miya dengan sinis dan sombong.


"Hah, jadi kenapa kalau Miya adalah wanita karir yang sukses dan pernah jadi CEO? Itu semua sudah lama, akhirnya, pergi memohon dan berlutut juga seperti anjing agar tidak lepas dari Archers. Hahaha.."


"Dia mungkin masih berpikir bahwa dia bisa bernegosiasi dengan Kakek dan mengambil Smart.Co kembali. Dia bisa terus mimpi!"


"ya, padahal memang Brandon yang lebih cocok untuk posisi itu, dia dan keluarganya sama sekali tidak tahu malu. Mereka jelas orang luar, tapi mereka terus saja menemoel pada kita."


"Dia dan keluarganya selalu membuat masalah dengan menyinggung kakek dan Brandon. Lalu sekarang dia memohon belas kasihan karena dia diusir. Dia pantas mendapatkannya!"


"Yah, itu tidak ada gunanya. Mereka seharusnya sudah lama diusir!"


".............."

__ADS_1


Mereka terus bergosip tentang kejelakan Miya dan keluarganya dan selalu menyanjung Flint dan Brandon agar mereka berdua senang, benar-benar keluarga penjilat!


__ADS_2