Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 3


__ADS_3

“Ayahh..!”


"................"


Reaven tercengang tidak bisa berkata-kata dan sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan reflek di menengok ke arah Dante.


Disampingnya, Dante yang terkejut juga balik menatapnya, "anak ini mirip dengan mu loh.. Kamu punya anak? Sejak kapan? Kenapa kami g pernah dengar kalo kamu punya anak perempuan??"


“Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal." Reaven agak bingung. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya, ada seorang anak kecil yang memeluk pahanya dengan penuh percaya diri dan memanggilnya ‘Ayah’.


Setelah berpikir sejenak, Reaven berjongkok, mengusap rambut gadis kecil itu, dan berkata dengan lembut. "Aku bukan ayah mu, kamu nyasar ya? yuk kakak bantu cari orang tuamu. ”


Mendengar ini, gadis kecil itu memandang Reaven dengan kaget dan tiba-tiba mulai menangis lagi dengan keras. “Ayah jaahhat!! Ayah tidak mau sama aku lagiii!! “


Reaven tercengang dan bingung, Dante hanya bisa garuk - garuk kepala melihat mereka ber dua.


Setelah beberapa usaha yang melelahkan, akhirnya dia berhasil membujuknya dan meyakinkannya untuk pergi ke konter layanan informasi dan orang hilamg di mal. Reaven memberi tahu staf layanan tentang gadis kecil itu yang tersesat dan memberikan penjelasan menyeluruh sebelum meninggalkan mall.


Ketika Reaven dan Dante beranjak pergi, gadis kecil itu menangis, sambil memanggilnya ayah, hal itu hampir menyebabkan Reaven luluh dan menyerah.


Sayangnya, dia masih memiliki hal-hal penting yang harus ditangani. Jika tidak, dia akan menemani anak perempuan itu sampai orang tuanya tiba.

__ADS_1


Segera setelah mereka pergi dan petugas konter mengumumkan tentang anak yang tersesat itu, seorang wanita cantik bergegas ke konter layanan mall dan memeluk gadis kecil yang menangis itu, dengan sangat menyesal.


“Layla.., maaf mama lama..…”


Masih ada rasa takut dalam dirinya, karena ketika dia kembali ke tempat awal dia meninggalkan anaknya, anaknya sudah tidak ada, dia sempat panik dan berkeliling di sekitar untuk mencari anaknya.


Tadinya, dia bermaksud pergi sebentar ke toilet, tetapi dia bertemu dengan klien kantor yang merepotkan dan mengganggunya untuk waktu yang lama.


Selama bertahun-tahun, dia telah membesarkan dan menyayangi putrinya, dia adalah hidup dan matinya. Jika terjadi sesuatu pada putrinya…


Dia tidak berani memikirkannya.


“ma, aku baru saja melihat Ayah. tapi dia bilang ila salah orang… masa ila salah? orang dia beneran Ayah ko! ” seru gadis itu, bibirnya mengerucut dan hampir menangis.


******


Di luar mall, ada delapan pengawal jangkung dan kekar dengan aura dominan memakai setelan jas bermerek berjalan menuju Reaven dan berdiri diam di depannya.


Semua mata pengunjung yang lewat tertuju pada mereka.


"Apa?", Reaven mengangkat alisnya, dan Dante yang tadinya di belakang, maju hingga posisiny di sebelah Reaven.

__ADS_1


“Tuan Crow"


Ketika mendengar suara tegas dan berat dari belakangnya, Para pengawal berpisah ke samping, memperlihatkan seorang pria tua dan seorang pria paruh baya di belakang mereka.


Orang tua, yang rambut dan janggutnya putih, berusia sekitar lima puluh sampai enam puluh tahun dan mengenakan setelan rapi. Dia tampak tegas dan energik. Pria paruh baya di sampingnya juga mengenakan pakaian desainer mewah yang halus. Jelas sekali bahwa mereka kaya.


Orang tua itu berjalan dengan tegap ke arah Reaven dan terus menatap matanya. Tiba-tiba, dia membungkuk pada Reaven.


“Saya Charles, kepala pelayan keluarga Andares. Saya di sini untuk membawa Anda kembali ke Capital City. ”


Tatapan acuh tak acuh di mata Lucas tiba-tiba menjadi tajam.


"Andares? Membawaku kembali ke CC? kau bercanda pak tua?!" suara Reaven terdengar dingin.


Dia menyeringai menghina. “Mengejutkan bahwa Andares yang bergengsi dan mulia masih ingat aku, aku ingat pernah diusir dari keluarga Andares dengan ibu ku oleh kalian dua dekade lalu. Kalian mengatakan bahwa saya tidak layak menjadi seorang Andares dan bahkan mengancam kami untuk tidak pergi ke CC lagi, atau kami akan menyesal seumur hidup."


“Di CC bagian mana kau akan membawaku kembali? Atau apakah semua Andares sudah mati? ”


Suara Reaven dingin dan penuh dengan permusuhan serta kemarahan tanpa akhir yang telah dia tekan selama bertahun-tahun.


Charles hanya bisa diam, tidak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Kata-kata Reaven tentu saja agresif dan kasar, tetapi dia tahu bahwa Andares memang telah berbuat hal yang mengecewakannya saat itu.


Dia menghela nafas panjang. “Tidak peduli apa, bertahun-tahun telah berlalu, dan Tuan Besar telah berubah selama waktu itu. Ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya. Bagaimanapun, Anda adalah keturunan langsung dan membawa darah Andares."


__ADS_2