Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 46


__ADS_3

Ekspresi Miya putus asa. Dia terhuyung, tenaganya untuk berdiri lenyap seketika dan lututnya jadi lemas, dia hampir jatuh ke tanah. "Jadi... Smart.Co. akan... Bangkrut..?"


"Miya!!" Tifa buru-buru memeluk untuk menahan tubuh miya dan berseru dengan cemas, "Jangan paksakan dirimu. Kamu sudah mencoba yang terbaik!"


Telepon Miya mulai berdering.


Miya menenangkan dirinya sebelum mengangkatnya. "Halo?"


Di seberang telepon, suara Brandon bertanya dengan nada bermusuhan, "Miya Archers! dua hari sudah habis. Apa kamu sudah selesaikan masalah HopeShine?"


Bibir Miya bergerak ingin mengucapkan sesuatu, tapi suaranya tidak keluar, dia kehilangan kata-kata.


Brandon langsung tahu bahwa masalah ini belum terselesaikan dan berkata dengan angkuh, "Hei, kamu tidak bisa menyelesaikannya kan!? Jadi jangan salahkan aku! Bersiap saja keluar dari rumah sebelum diusir bersama dengan keluargamu!"


Dia menutup telepon.


Miya dan Tifa saling memandang, keduanya memiliki firasat yang tidak menyenangkan.


"fa, ayo cepat pulang! kita gak tahu apa yang bakal akan dilakukan Brandon!"

__ADS_1


"Iya!" Tifa mengangguk dan buru-buru menarik Miya ke mobil Lamborghini merah metalik. Saat dia melaju di jalanan menuju kediaman mereka, mobil sport itu meraung keras.


Reaven, yang masih memperhatikan dari CCTV ruangannya di lantai atas gedung kantor HopeShine, juga merasakan ada sesuatu yang salah ketika dia melihat mereka berdua yang tampak panik sebelum pergi. Apa terjadi sesuatu?


Dia bergegas ke luar kantor dan mengikuti mereka.


Saat ini, Karen sedang duduk di ruang tamu rumahnya sedang menonton TV. Tiba-tiba, ada suara ledakan keras dari luar, membuatnya sangat terkejut.


"Kutu kupret anak an**ng!! Siapa itu?!!" Karen berjalan keluar rumah dengan tidak senang karena kaget dengan suara tersebut, dia melihat sekelompok orang berdiri di depan halaman rumahnya. Pagar tempat tinggal mereka juga telah di robohkan, ada sebuah excavator di jalanan.


"Kerjaan siapa ini?! Apa kalian buta!? Pagar gede gini ko gak liat!? Aku gak mau tau, ganti rugi atau...."


Karen menyadari bahwa sekelompok orang di halaman ini adalah para karyawan dan petugas keamanan dari Smart.Co , dan Brandon memimpin mereka ke sini.


"Brandon… ada apa ini? Ke-Kenapa mereka..." Karen tergagap saat kepanikan melanda dirinya.


Mendengar keributan diluar dan merasakan ada yang tidak beres, Robert pun buru-buru keluar dari rumah, "Brand, ada apa ini?" dia menatap sekeliling rumah.


"Hah, ada apa? Kalian gak tahu atau pura-pura gak tahu? Dua hari yang lalu, Kakek bilang kalau Miya tidak dapat menyelesaikan masalah kontrak dengan HopeShine, dia akan mengusir kalian semua dan tidak mengakui kalian bagian dari keluarga Archers! Sekarang, waktunya habis. Menurutmu apa yang sedang terjadi?"

__ADS_1


Karen dan Robert langsung panik.


Mereka telah mendengar tentang masalah ini sebelumnya tetapi tidak terlalu memperhatikannya karena yang mereka tahu bahwa Miya-lah yang telah mendapatkan kontrak antara Smart.Co dan HopeShine. Mereka menganggap bahwa seharusnya menjadi tugas sederhana baginya untuk mengklarifikasi kesalahpahaman dan meyakinkan CEO dari HopeShine untuk bekerja sama dengan perusahaan Smart lagi.


Mereka tidak pernah menyangka bahwa Miya akan gagal menyelesaikannya dan Brandon akan begitu kejam hingga dia membawa anak buahnya untuk mengusir mereka!


"Kosongkan tempat ini, seret mereka bersama dengan semua harta benda mereka jika tidak mau menurut!" Brandon melambaikan tangannya dan memerintahkan bawahannya.


"Berhenti!" William berteriak dengan keras karena marah. Dia menatap Brandon. "Brandon, aku pamanmu. Apa kau tidak menganggap ku sama sekali!?"


Brandon mendengus kesal, "Hmph, kau hanya bajingan yang dibawa nenek ke dalam keluarga. Gimana bisa kau dianggap paman saya? Saat itu, Kakek hanya mengizinkanmu mengambil nama belakang Archers karena Nenek. Kalian memanfaatkan keluarga Archers dan hidup dalam kemewahan untuk waktu yang lama. Apa kau sudah lupa? Orang-orang seperti mu dan keluarga mj seharusnya sudah lama diusir dan di keluarkan dari keluarga!" Brandon membalas dengan cemoohan.


Kata 'bajingan' yang di ucapkan Brandon membuat Robert berubah menjadi merah, dan pernyataan Brandon membuatnya marah, tetapi dia tidak bisa membalasnya karena itu adalah faktanya.


"Lakukan!"


Mendengar perintah Brandon, petugas keamanan tdak berani menolak, dan mereka mula menghancurkan semua yang mereka bisa. Karen dan Robert di seret paksa saat mencoba menghalangi mereka. Keributan besar terjadi di halaman kecil itu


Miya dan Tifa yang bergegas ke rumah mereka, disambut dengan kekacauan itu.

__ADS_1


"Kalian semua.., berhentii!!"


__ADS_2