Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 18


__ADS_3

Louis menginstruksikan kedua pengawal itu untuk membawa sebuah kotak besar yang dibungkus sutra merah dari dalam mobil dan meletakkannya di tengah halaman. Orang-orang tidak bisa mengalihkan pandangan dari kotak itu sama sekali.


Setelah menyelesaikan tugasnya, dan memastikan semua hadiah sudah di terina dengan baik, Louis tidak tinggal lebih lama lagi. Tapi dia dengan halus mengedipkan mata dan menunduk pada Reaven, yang berdiri di ujung kerumunan sebelum dia pergi.


Reaven yang melihat itu membalas dengan anggukan halus sambil tersenyum.


Begitu Lois pergi, orang-orang yang hadir segera membuka bungkusnya dan membuka tutupnya untuk memperlihatkan sekumpulan gepokan besar uang kertas dalam mata uang dollar, serta kunci mobil, dan lebih dari sepuluh sertifikat saham.


"Oh my gosee... Item dalam kotak ini mungkin bernilai lebih dari beberapa juta dollar, kan?"


"Apakah kau bodoh? Sudah ada satu juta uang tunai, dan puluhan serifikat saham saham. Lihat mobil sport di depan pintu. Harganya setidaknya beberapa juta!"


"Ada begitu banyak saham dari sebuah toko , Ya Tuhan! aku tidak bisa menghitungnya! Kotak ini berharga setidaknya sepuluh juta!"


Suara takjub keheranan dan tegukan air liur bisa terdengar.


"Mereka semua milikku! Jangan bergerak!" Melihat seseorang tidak bisa menahan diri untuk mengambil sesuatu, Karen menerkam ke kotak dan menatap mereka dengan hati-hati.


Pada saat ini, beberapa kerabat akhirnya bereaksi dan menyadari bahwa barang-barang di dalam kotak itu bukan milik mereka!


Mereka langsung menatap orang tua Miya dengan tatapan berapi-api di mata mereka yang menghijau karena iri.


"Paman Robert! putri Anda sangat beruntung!"


"Aku baru saja mendengar bahwa itu adalah hadiah pertunangan. Apakah salah satu Rembrant menyukai Tifa?"

__ADS_1


"Itu adalah keluarga Rembrant, keluarga terkaya di Lemon County. Mereka sangat baik hati! Tifa beneran beruntung kali ini! “


"Kenapa aku gak melahirkan anak perempuan yang begitu cerdas? Tifa, kalau kamu sudah menikah kamu dengan keluarga Rembrant di masa depan, jangan lupa untuk membantu pamanmu yah!"


Walaupun belum ada kejelasan yang pasti tentang hadiah-hadiah itu, mereka sudah mengambil kesimpulan sendiri.


Tifa yang masih ragu ketika mendengar pujian terus menerus dari para kerabatnya merasa sangat gelisah sampai wajahnya menjadi merah padam.


Wanita mana yang tidak berfantasi tentang menikah dengan keluarga kaya? Meskipun dia tidak yakin kapan keturunan dari keluarga Rembrant menyukainya, fakta bahwa mereka telah dengan murah hati mengirim hadiah yang begitu besar ke depan pintu keluarganya berarti pria itu sangat menyukainya!


Wajah Tifa bersinar karena rasa malu dan gembira.


Melihat ekspresi malu adiknya, Miya merasa iri tapi bahagia untuknya. Di saat yang sama, dia juga merasa sedikit pahit dan melankolis, pandangan ini menghancurkan hati Reaven.


Dia berjalan menuju Miya dan berkata dengan lembut, "Sebenarnya, ini semua untukmu."


Berdiri di samping, Tifa sepertinya telah mendengarnya. Dia menjadi marah dan berteriak, "Apa yang kau katakan?!"


Tifa mengambil kunci mobil sport dan setumpuk besar akta kepemilikan dia mengacungkannya seperti hampir melemparkannya ke wajah Revan.


"Lihat, keturunan Rembrant baru menyukaiku, tapi mereka sudah memberikan hadiah pertunangan yang besar dan mahal. Bagaimana dengan mu!? Kakakku telah menikah denganmu selama bertahun-tahun, tetapi apakah kau pernah memberinya sesuatu? Belum lagi hadiah pertunangan, biaya perjamuan pernikahan dan kartu undangan semuanya ditanggung oleh keluargaku saat itu! Jika kau masih punya malu, cepatlah ceraikan kakakku!!" ucap Tifa dengan emosi, karena tidak terima kata-kata Reaven.


Reaven sedikit marah. Dia sangat paham bahwa hal-hal yang dipegang Tifa itu untuk Miya. Tidak hanya Tifa mengambilnya, dia bahkan mengejeknya dan mengoleskan garam ke luka hati Miya.


Dia ingin membuat pernyataan sarkastik, tapi Miya buru-buru menghentikannya.

__ADS_1


"Cukup . Hari ini ulang tahun Layla dan momen yang menggembirakan buat Tifa. Ayo lanjutkan makan."


Kursi yang rebah dan piring yang pecah di ruang tamu telah dibersihkan sejak lama.


Robert menginstruksikan para pelayan untuk menyajikan beberapa botol anggur, karena dia berencana untuk merayakan acara yang menggembirakan ini bersama kerabatnya.


Namun, Ryan tidak tinggal. Dia sudah membodohi dirinya sendiri dengan menghadiahkan batu permata palsu dan diekspos di hadapan semuanya. Dia juga merasa malu dengan hadiah besar yang diberikan oleh Louis dan Rembrant. Karena itu, dia dalam suasana hati yang buruk dan melaju dengan mobil sport mewahnya.


******


Orang-orang saling menyanjung, makan, dan minum sampai sore.


Setelah semua orang pergi, orang tua Miya memanggil Reaven dan Miya ke ruang keluarga.


Reaven mengerti bahwa permasalahan yang sebenarnya akan segera dimulai.


Robert menghisap rokoknya dan berkata dengan ekspresi tegas, “Aku tidak akan bertele-tele denganmu. Ketika kau menikah saat itu karena dipaksa dan tidak punya pilihan lain selain menurut karena kejadian itu. Dan tidak ada perasaan di antara kalian berdua. Kau juga telah hilang selama bertahun-tahun ini, Miya telah tinggal di rumah untuk menjaga Layla, selama ini kami yang mengasuh mereka, tetapi jika kau ada, kami harus mengasuh mu juga, itu memberatkan kami, secara kau gak punya apa-apa."


Kata-kata itu kasar, tapi Reaven tidak bisa membantahnya.


Dia telah berjuang keras di negara bagianperbatasan Rotten selama bertahun-tahun, dan meskipun dia mencapai prestasi besar, dia telah gagal sebagai ayah Layla dan suami Miya.


"Saya tidak punya alasan untuk apa yang terjadi sebelumnya. Tapi saya berjanji bahwa saya akan memperlakukan mereka dengan baik di masa depan dan memenuhi tugas saya sebagai ayah dan suami. Aku tidak akan membiarkan mereka menderita lagi!" suara tegas dari Reaven menunjukkan tekadnya.


"Hmph! kau berani-berani berbicara tentang masa depan!" Karen memutar matanya dengan jijik.

__ADS_1


"Apa yang kau punya sekarang? Gimana kau akan menafkahi putri dan cucu ku di masa depan? pakai cinta? Apa gunanya cinta tanpa uang!?"


"Terus terang, orang seperti kau ini cuma beban bagi keluarga kami! Kami tidak akan menanggung hidupmu, jadi cepatlah ceraikan Miya dan segera pergilah!"


__ADS_2