Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 56


__ADS_3

Jika bukan karena mereka adalah orang tuanya, Tifa sudah lama akan kehilangan kesabaran.


Merasa sedikit bersalah karena tatapan marah Tifa, Karen turun ke bawah dengan rasa jengkel dan sambil terus mengomel tanpa henti, "Sudah besar kalian sekarang ya, sudah bisa gak nurut dan melawan sama orang tua! Beraninya bentak-bentak orang tua sendiri?"


Untungnya, demam Miya tidak terlalu parah, dan pada dasarnya mereda setelah dia minum obat dan di beri infus.


Pada saat Miya membuka matanya lagi, dia melihat sosok cantik dan imut sedang menatapnya di samping tempat tidur.


"Mamma..., akhirnya mama bangun!" Layla melompat dan mencium pipi Miya. "Ma, tadi ila mau bangunin mama, mama lama bobonya, tapi ayah bilang mama lagi sakit, ila gak boleh ganggu, jadi.. ila nungguin disini.." Layla berbaring di samping Miya dan memeluknya perlahan dengan ekspresi gembira.


Miya dengan lembut membelai kepala putrinya dan memandang orang lain di samping tempat tidurnya, itu adalah Reaven. Dia sedang duduk di atas bangku dan menatapnya dengan tatapan lembut.


Melihat Reaven, Miya merasa ada perasaan tertentu yang membuat hatinya berdebar.


Saat dia sedang berlutut di depan gerbang besi dingin kediaman Archers dalam derasnya hujan, dan satu-satunya orang yang keluar adalah kepala pelayan tua, yang telah memberinya bukti bahwa keluarga Archers telah mengusir dan menyuruh dia dan keluarganya menjauh.

__ADS_1


Dia telah menurunkan badanya dan martabatnya di hadapan kakeknya, tapi apa? Pada akhirnya di tetap tidak mendapat pengakuan dari mereka.


Pada saat itu, seseorang melilitkan jaket hangat di sekelilingnya dan meletakkan lengannya yang kokoh di pundaknya dan membawanya pergi dari tempat itu.


Orang itu adalah Reaven.


Miya memandang Reaven dan untuk pertama kalinya dan merasa aman bersamanya.


"Tuan, kita telah mendapat Smart.Co. sesuai rencana" David melaporkan dengan hormat melalui telepon.


"Ya, lakukan pembersihan, untuk istri ku... Tunggu bagaimana kemauannya." mengiyakan dengan acuh tak acuh, tidak terganggu karena itu sesuai dengan rencananya.


"Uh… Ada banyak toko emas dimana kamu bisa membeli perhiasan, tapi akan ada lelang di Diamon Gallery di timur kota malam ini. Saya mendengar bahwa banyak perhiasan berharga akan dilelang, dan bagian akhirnya adalah cincin berlian yang sangat langka" jawab David.


"Oke, terima kasih."

__ADS_1


Malamnya, Reaven tiba di pintu masuk Diamon Gallery. Ketika dia akan masuk, seorang pria paruh baya bergegas ke arahnya.


"Selamat datang, Tuan Crow" kata pria paruh baya itu dengan hangat sambil tersenyum.


Reaven mengangkat alisnya dan menatap pria paruh baya itu. Dia adalah Thomas Rembrand, orang terkaya di Lemon County.


Meskipun Reaven berseteru dengan Andares, keluarga Rembrand tidak ada sangkut pautnya, atau setidaknya belum. Thomas juga merupakan pribadi yang sangat menarik, dia menyapa Reaven dengan ramah sejak awal. Dia bahkan memberi keluarga Miya sejumlah besar hadiah pertunangan yang mahal atas nama Reaven, walaupun ada sedikit salah paham tentang hadiah itu.


"Tuan Crow, keluargaku kebetulan menjadi tuan rumah lelang malam ini. Aku akan membawamu masuk, silahkan lewat sini, tidak ada yang akan memperhatikan kita."


Thomas cukup pintar untuk membawa Reaven melalui jalan rahasia ke ruang pribadi di lantai dua tempat pelelangan karena dia tahu bahwa Reaven tidak mau mengungkapkan identitasnya.


Ruang pribadi itu tersembunyi dengan baik dan menawarkan pemandangan yang bagus yang memungkinkan barang-barang lelang untuk dilihat dengan jelas.


Thomas memberi sebuah katalog yang terbilang sangat bagus. "Tuan Crow, ini katalog barang yang akan dilelang malam ini. Sebenarnya, jika Anda melihat sesuatu yang Anda suka, kami bisa memberikannya sebagai hadiah, anda tinggal katakan saja."

__ADS_1


Reaven menatap Thomas dengan senyum setengah hati.


"Apa menurutmu aku kekurangan uang?"


__ADS_2