Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 2


__ADS_3

Dalam foto itu tergambar wajah wanita itu cantik, halus, dan indah dengan rambut hitam kecoklatan. Bibirnya mengerucut dengan dua jari membentuk pose piss ala anak muda pada masa itu, dan matanya yang agak sipit dan jernih seperti menatap langsung ke Reaven melalui foto itu.


Adegan masa lalu yang terlihat seperti lelucon saat itu masih segar dan jelas dalam ingatannya.


Reaven tersenyum pahit ketika dia mulai mengingat kembali kejadian enam tahun lalu.


Saat itu, Miya Archers, seorang mahsiswi yang baru saja lulus dari perguruan tinggi, telah mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Smart.Co dengan keberanian dan kecerdasannya yang luar biasa, sehingga menjadikannya seorang CEO wanita yang cantik dan terkenal, serta menjadi panutan para wanita di Lemon County dan mendapat julukan sang kecantikan Lemon County.


Namun, citranya segera hancur.


CEO muda dan cantik ini ternyata memiliki kehidupan pribadi yang memalukan, seperti pernah melakukan hubungan dengan sopir perusahaan.


Media membuat masalah besar dan merilis segala macam berita yang berbahaya, spekulatif, dan tidak benar.


Citra Miya hancur dalam semalam, dan dia jatuh ke titik terendah bersama dengan Smat.Co-nya yang tekena dampak negatif dari pemberitaan.


Tidak ada yang peduli untuk mengetahui bahwa sebenarnya mereka telah di jebak dalam skenario skandal yang kejam.


Media dan masaa hanya tertarik pada gosip, dan pemberitaan yang heboh tentang keluarga Archers yang ingin menutupi skandal itu.


Akhirnya, sopir itu menikah dengan keluarga Archers dan menjadi suaminya.


Namun, pernikahan itu tidak serta merta menyelamatkan citra Miya dan keluarga Archers.

__ADS_1


Semua orang mengejek dan mengkritik tentang pernikahan seorang wanita yang menjadi kecantikan terhebat Lemon County, yang dulunya membuat iri semua orang, dengan seorang supir yang dipandang rendah dan tidak punya uang, berkomentar tentang sopir yang tidak punya uang dan nama besar, bahkan setelah kejadian itu supir tersebut diberhentikan oleh perusahaan tempatnya bekerja dengan alasan dia telah mencoreng nama perusahaan.


Sopir malang yang tidak punya uang itu adalah Reaven.


Keduanya sangat menyadari kebenaran pernikahan mereka.


Karena itu, Reaven mendaftar dan pergi ke kamp militer dan bersumpah untuk membuat nama untuk dirinya sendiri sehingga dia akan layak menjadi suami wanita yang menjadi lambang kecantikan kota tersebut.


Delapan tahun telah berlalu, dan dia akhirnya kembali setelah mencapai kesuksesan, yang tidak didapat dengan mudah, karena dia harys berkali - kali berhadapan deituasi yang dekat dengan kematian.


Reaven memandang wanita di foto itu, emosinya bercampur dengan penyesalan dan permintaan maaf yang tak bisa dijelaskan.


Dia bertanya-tanya bagaimana kabarnya setelah bertahun-tahun berada jauh darinya.


Keduanya melewati Bandara Internasional Lemon County yang ramai dan dengan santai jalan menuju restoran makanan cepat saji di mal di luar bandara.


“Jendral, anda berasal dari kota ini kan?”


"Kita sudah bukan di militer, panggil nama ku aja, aneh jika kamu memanggil begitu sekarang, apalagi kita terlihat seumuran" jawab Reaven acuh sambil berjalan.


"maaf jend... Reaven.." jawab dante agak kikuk.


Reaven dengan santai mengangguk.

__ADS_1


"Teknisny aku lahir i di CC (Capital City : ibukota/pusat pemerintahan negara UA) tapi aku besar disini, bisa di bilang ini kampung halaman ke dua ku."


Sudah lama sekali sejak dia meninggalkan Lemon County, dan sekarang mereka baru saja kembali, ada banyak hal yang harus mereka urus.


“Mammaa… Aku ingin Mamaa..…” Tiba-tiba, suara tangisan yang kekanak-kanakan terdengar di dekat mereka.


Reaven dan Dante menghentikan langkahnya.


Entah kenapa, tangisan lembut itu menarik hatinya.


Reaven berajalan dan menyingkirkan kerumunan mengikuti suara itu.


Ada seorang gadis kecil berdiri di bawah papan reklame di dekatnya dan menangis, wajahnya berlinang air mata.


Gadis itu berusia sekitar enam atau tujuh tahun dan sedang menggendong boneka kelinci di pelukannya. Wajah mungilnya sehalus batu giok, dan air mata mengalir di matanya yang besar dan gelap. Hidungnya yang kecil dan halus mengendus karena tangisannya, dan dia terlihat sangat menggemaskan dan menyedihkan, membuat jantung Reaven berkerut.


Entah kenapa, anak itu tampak sangat akrab dengannya, apalagi warna rambut silver yang dimiliki anak itu, sangat mirip dengan rambutnya.


tanpa sengaja tatapan anak gadis itu melihat Reaven, dan dia tiba-tiba berhenti menangis.


Matanya melebar penuh kejutan, dia berlari dan tiba - tiba melompat ke arah Reaven dan memeluk pahanya!


“Ayah!”

__ADS_1


"................"


__ADS_2