
"Maaf...Maafkan aku.. Aku gak bermaksud bikin kamu nangis... Maafkan aku.." Reaven dengan lembut membelai punggung Miya yang gemetar
"Aku gak akan pergi lagi. Aku akan membuat kehidupan kalian berdua lebih baik mulai sekarang!" dia berjanji.
Mata Robert dan Karen melebar nelihat adegan itu.
"Tidak!!!"
Biarpun mereka sedikit terkejut ketika Reaven bersujud didepan mereka, hati mereka sangat senang saat Miya mulai mengusir Reaven.
Tapi, melihat ini mereka khawatir Miya akan nembatalkan niatnya.
Sekarang saat melihat mereka berdua berpelukan dan sepertinya akan segera berdamai, mereka bergerak secara bersamaan.
Karen panik dan mencoba mendorong Miya menjauh. "Apa kau bodoh? Biarkan dia pergi!"
Robert juga mendorong Reaven menjauh. "Pegi!! Cepat pergilah! Kau gak diterima di rumah ini!"
Reaven menghela napas dan tidak punya pilihan selain pergi lebih dulu.
Namun, suasana hati Reaven lebih baik sekarang.
Dia setidaknya tahu kalau Miya tidak ingin mereka berpisah demi Layla, putri mereka. Reaven tidak peduli alasannya, selqma mereka masih bersama. Karena dia sudah bertekad untuk menebus semua kesalahannya pada keluarga kecilnya, di tambah dengan kehadiran Layla yang menguatkan tekadnya.
Setelah Reaven meninggalkan rumah keluarga Archers, Dante, yang telah lama menunggu di luar, menyusulnya.
__ADS_1
“Rev, Hadiah-hadiah yang di antar ke rumah mertua mu tadi, di kirim oleh Thomas Rembrant, orang terkaya di Lemon County. Ada juga surat buat mu." Dante memberikan informasi ketika Reaven masuk ke dalam mobil.
Reaven mengambil amplop yang diserahkan Dante, membukanya, dan membacanya dengan senyum tipis di wajahnya.
"Kepala keluarga Rembrant ini menarik. Latar belakangnya?"
"Mereka termasuk dari empat keluarga teratas di Lemon County, belum jelas mereka berhubungan langsung dengan Andares apa gak, tapi tampaknya dia punya hubungan khusus sama Charles yang ketemu kita di bandara tadi. Tuh ku kirim data-datanya." jawab Dante sambil memainkan HPnya.
Melihat data di layar ponselnya Reaven tersenyum. "hm.. Biarpun dia tahu aku bermasalah dengan Andares, dia tetap maju, dia bisa jadi pion. Bilang sama mereka, aku terima niat baiknya."
"Oke"
"Gimana dengan data HopeShine.Co. Yang ku minta?"
"ini" jawab Dante lagi sambil menyerah kan koper yang disiapkannya di kursi penumpang depan.
Setelah berkendara beberapa menit, Reaven tiba di Gedung kantor HopeShine.Co., yang terletak di kawasan pusat bisnis Lemon County.
Ketika dia melihat gedung perkantoran yang sangat besar dan mencolok, serta logo yang sudah dikenalnya, emosinya menjadi sangat rumit.
Perusahaan ini didirikan secara mandiri oleh ibunya, Rivana Crow, yang merupakan wanita yang luar biasa, cerdas, dan cantik.
Jika bukan karena ibunya telah bertemu ayahnya, dia mungkin akan mengembangkan kariernya dan menjadi wanita karier yang melegenda.
Sayangnya, dia telah salah paham tentang keluarga Andares sepanjang hidupnya. Dan perusahaan, yang telah dia usahakan untuk dikembangkan, diambil darinya. Dia dipermalukan dan diusir dari rumah keluarga Andares. Akibatnya, dia harus melalui kesulitan besar untuk membesarkan Lucas, tetapi dia meninggal karena kelelahan akibat kerja berlebihan.
__ADS_1
Reaven mengepalkan tangannya dan bersumpah bahwa suatu hari, dia akan kembali ke Andares untuk mencari keadilan untuk ibunya dan dirinya sendiri!
Pada saat ini, sebuah mobil sport Lamborghini merah metalik yang mewah berhenti di depan menara kantor HopeShine.Co., setelah itu dua gadis cantik turun dari mobil.
"Tifa.., you're so luckyy! Keturunan keluarga Rembrant, menyukaimu! Dia benar-benar ahli waris generasi kedua yang kaya yang punya kekayaan cukup untuk tujuh turunan tuh.. Aku iri!"
Seorang wanita berambut pendek berseragam HopeShine.Co. menyentuh mobil sport Lamborghini yang mengilap dan ramping dengan penuh rasa iri.
"Setelah kamu menikah dan hidup enak, jangan lupakan sahabatmu ini ya..!"
"Ayolah.... gimana ceritanya aku bisa lupa?" jawab gadis satunya sambil cekikikan, dengan gaya rambut sedikit keriting yang modis. Dia adalah Tifa, adik perempuan Miya. Dia meletakkan tangannya di bahu wanita berambut pendek itu. "Tapi aku masih butuh bantuan mu nih.. Tolong bantu pas interview nnti.. Hehe.."
"Aman. Aku, Julia Beru, adalah kepala departemen sumber daya manusia, interviewnya sama aku nanti. Aku suruh kamu datang biar gak ada gosip aneh-aneh."
"Hehe, ntar pulang kerja aku traktir"
Keduanya mengobrol dengan riang. Begitu mereka menoleh, Tifa melihat Reaven, yang berdiri di pintu masuk gedung.
"Kau ngapain disini? Kau nguntit aku ya? Wajahnya segera berubah cemberut dan marah.
Reaven langsung berada dalam suasana hati yang buruk ketika dia melihatnya keluar dari Lamborghini yang khusus diberikannya kepada Miya.
Dia juga tidak melupakan perlakuan buruk diberikan orang-orang menjijikkan dari keluarga Archers barusan. Hah, apakah dia memamerkan kado yang bukan miliknya kepadaku?
"Kau kenapa?" Reaven bertanya balik dengan nada bermusuhan.
__ADS_1
"Kamu!"