
*Karya ini lagi ikut lomba, mohon dukungan readers ya, caranya pencet like & coment setelah baca ya*
Menatap lurus ke wajah Brandon dengan Reaven berkata pelan, "Jangan pikir kalau gak ada yang tahu hal-hal kotor yang kau lakukan di masa lalu."
Walaupun Reaven tidak banyak menunjukkan ekspresi di wajahnya, Brandon bisa merasakan hawa dingin di hatinya saat dia diliputi rasa takut karena rasa bersalah, "Apa yang kau bicarakan? Sialan! ingat saja, pada saatnya nanti, aku akan memastikan mengeluarkan kalian dari keluarga Archers, dasar sampah!"
Brandon buru-buru pergi, diikuti oleh yang lain di belakangnya.
"oh ya!" Brandon berbalik didekat pintu "Kalian sebaiknya tidak perlu ikut ke HopeShine besok, tunggu saja di kantor, ini perintah CEO baru mu.. Hahaha!" dia langsung pergi setelah melontarkan ejekan itu.
Reaven menatap tajam punggung mereka yang meninggalkan ruangan itu.
Waktu itu, Brandon adalah orang yang memberi Flint ide untuk menjebak Miya dan Reaven supaya mereka bisa merebut Smart.Co.
Akan ku pastikan kalian membayar semua yang telah kalian lakukan! Gumam Reaven dalam hati.
Hanya Reaven dan Miya yang tersisa di ruang itu.
Miya jatuh tak berdaya ke sofa dengan ekspresi kosong dan tatapan yang hampa. Saat ini, dia terlihat sangat rapuh.
"Miya…" Reaven ikut duduk disampingnya dan menyentuh pundaknya dengan lembut.
__ADS_1
Setelah mendengar suaranya yang lembut, Miya mulai meneteskan air mata, dia menangis, tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Air matanya mengalir di pipinya.
Miya memandang Reaven dengan putus asa, menangis tanpa suara.
Melihat wanita yang di cintainya seperti itu, Reaven merasakan sakit hati yang luar biasa, Reaven mengulurkan tangan untuk menariknya dengan penuh perasaan ke dalam pelukannya.
Miya mengatupkan rahangnya dan terisak sebelum memukuli dada Reaven lagi dan lagi.
"Itu semua salahmu… Dulu itu salahmu… dan sekarang juga… Apa yang kurang dari ku? Kenapa dulu kau pergi? Apa yang salah? Kenapa bisa begini... Apa yang salah dengan ku... dan.. Kau..."
Reaven memeluk Miya dan membiarkan Miya memukul dadanya terus menerus melepaskan emosinya, tidak peduli seberapa keras dia memukulnya.
Setelah beberapa saat, Miya akhirnya tenang. Dia menangis, dan hidungnya memerah. Dia menyeka air mata di wajahnya dan langsung merasa malu saat melihat pakaian Reaven yang basah dan berantakan. Sudah bertahun-tahun sejak dia terakhir kali menangis dengan emosi yang begitu besar. Parahnya lagi, dia menangis di depan Reaven.
Reaven tidak peduli tentang itu. Dia bertanya dengan serius kepada Miya, "Apa kamu beneran mau Smart.Co kembali? gak mau pindah kerja di perusahaan lain?"
Miya tertegun sejenak. "Aku.. gak mau perusahaan keluarga Archers yang lain, aku juga gak nyaman untuk kerja di perusahaan lain, Smart.Co. Adalah yang perusahaan yang ku dirikan dan kembangkan sendiri, seluruh kehidupan ku ada di perusahaan itu, aku gak mau itu hancur di tangan mereka yang tidak kompeten! Aku cuma..."
"Oke. Aku paham" Reaven mengangguk.
"Selama itu keinginan mu, aku akan mengambil perusahaan Smart ini kembali untuk mu"
__ADS_1
"Apa?" Apa membeku, hampir pikir kalau dia salah dengar.
"Kubilang, selama kau mau, aku bisa memberimu Smart.Co. dan bahkan lebih" ulang Reaven dengan jelas, nadanya percaya diri dan tegas.
Miya menatap Reaven dengan kekecewaan besar di mata cantiknya.
Dia berdiri dengan dingin dan berkata, "aku bisa terima fakta suami ku adalah orang yang biasa-biasa, tapi tolong, jangan jadi pembohong, aku gak mau Layla punya ayah yang penuh omong kosong!"
Miya menatapnya dengan pandangan yang dalam dan kemudian meninggalkan ruang tamu tanpa suara. Miya masih berpikir bahwa Reaven masih sperti dulu orang yang bukan siapa-siapa.
Reaven mengusap leher belakangnya sambil tersenyum melihat punggung miya yang menjauh.
"Yah, itu reaksi yang wajar, Tapi dia akan segera tahu kalau apa yang katakan itu bukan lah kebohongan" Reaven bergumam dalam hati.
Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon David. "Ambil alih Smart. Kamu tahu apa yang harus dilakukan."
"Anggap sudah beres tuan"
Mendengar suara dingin Reaven di seberang ponselnya, David tahu pasti ada kejadian yang menyinggung Reaven atau istrinya.
"Renald, atur ulang berkas kontrak dengan keluarga Archers, ada pasal yang ingin aku tambah."
__ADS_1
"Baik pak"