Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 39


__ADS_3

*Karya ini lagi ikut lomba, mohon dukungan readers ya, caranya pencet like & coment setelah baca ya*


Pagi hari, Flint dan Brandon di temani beberapa kerabat Archers. Datang ke perusahaan HopeShine dengan perasaan bersemangat.


"Silahkan menunggu disini tuan-tuan, saya akan menginformasikan pada tuan Renald kalau anda semua sudah datang"


Mereka di antar oleh seorang resepsionis kantor ke ruang pertemuan HopeShine.


"woah.. Kantor ini mengagumkan.."


"yah, ruangan ini bahkan lebih besar dari ruang tamu di rumah ku.."


"jangan bandingkan dengan rumah mu lah.."


"hahahaha..."


Terlihat wajah-wajah cerah dari keluarga Archers. Tidak lama kemudian Renald memasuki ruangan, dia membawa tas kerja di tangannya.


"maaf tuan-tuan membuat anda menunggu" sapanya ringan.


"haha.. anda terlalu merendah tuan renald, seharusnya kami yang minta maaf karena menganggu waktu mu.." Flint berdiri dengan sedikit membungkuk hormat diikuti dengan yang lain.


Sambil tersenyum dan memperhatikan sekitarny, Renald mengambil dokumen di tasnya dan meletakkannya diatas meja.

__ADS_1


Mata Flint dan Barandon melebar ketika melihat tulisan 'Kontrak' di dokumen tersebut.


"silahkan di baca dulu tuan, saya juga menyampaikan permohonan maaf dari tuan Peterson karena tidak bisa hadir" Renald menyodorkan dokumen itu pada Flint.


"tidak..tidak.. Kami sangat mengerti anda berdua adalah orang yang sangat sibuk, bisa menjalin kerjasama seperti ini saja sudah merupakan anugrah buat kami" Flint mengambil dokumen itu dan langsung membuka lembar persetujuan di belakang tanpa membacanya terlebih dahulu karena semangatnya.


"saya lihat nona Miya tidak ikut hari ini? Tanya Renald.


"ahh.. Dia sedikit kurang enak badan kemarin, jadi saya menasehatinya untuk istirahat dulu." jawab Brandon, ada sedikit pertanyaan di kepalanya, tapi dia memaksa wajahnya untuk terlihat biasa.


Tidak mungkin dia katakan kalau dia yang melarang Miya ikut dalam pertemuan ini.


"ouh.. Semoga beliau cepat sembuh kalau begitu.." Renald menganggukkan kepalanya sedikit kemudian beralih pada Flint yang sudah selesai menandatangi kontrak mereka.


"woah cepat?, anda bahkan tidak membaca kontraknya?" tanya Renald pada Flint.


"haha.. Saya percaya pada anda tuan, saya yakin kontrak ini menguntungkan kedua belah pihak." jawab Flint.


"haha tentu.. Tentuu.." jawab Renald sambil tertawa riang, kemudian mereka mengobrol beberapa hal ringan sebelum Keluarga Archers kembali ke kantor mereka.


Sesampainya di kantor, Flint mengatur agar di adakan rapat untuk mengumumkan penunjukkan Barnadon sebagai CEO Smart Corporation.


Berita tentang Flint Archers menunjuk Brandon sebagai CEO baru dari Smart Corporation dengan cepat menyebar ke seluruh perusahaan. Dalam waktu kurang dari setengah hari, semua surat pertemuan rapat, stempel, papan nama, dan barang lain-lain disiapkan atas namanya.

__ADS_1


Duduk di kantor yang luas, Brandon berputar beberapa kali di kursi CEO dan tertawa terbahak-bahak.


Saat Flint masuk, Brandon langsung menghampirinya. "Kakek."


Melihat cucunya, yang mengenakan setelan rapi, Flint mengangguk puas. “Tidak buruk . Kamu terlihat cocok menjadi CEO. Brandon, aku menyerahkan perusahaan ini kepada mu sekarang. Berlatih keras dan dapatkan lebih banyak pengalaman. Di masa depan, seluruh keluarga Archers akan menjadi milik mu juga."


Brandon tampak gembira mendengar ucapan kakeknya. Sebenarnya, dia adalah satu-satunya cucu kandung Flint karena ayahnya sudah meninggal. Hanya masalah waktu sebelum status kepala keluarga akan diserahkan kepadanya. Dia tahu bahwa kakeknya tidak akan menyerahkan posisi itu kepada yang lain karena mereka tidak memiliki hubungan darah langsung dengannya.


"Ya, terima kasih atas kepercayaan kakek dan telah merawat ku. Aku pasti akan melakukan pekerjaan dengan baik!" Brandon berseri-seri.


Namun, ketika dia memikirkan Miya, yang masih bisa menjadi ancaman baginya, Brandon langsung merasa tidak tenang. Jadi dia berkata kepada Flint, "tapi kek, Miya pasti sangat gak senang karna kakek memberikan Smart pada ku, aku sedikit khawatir dia sengaja ngelakuin apa yang bisa merugikan perusahaan dan keluarga nanti."


"Hmph.. Jika dia berani melakukan itu atau menyembunyikan niat buruk, aku akan segera mengusirnya dan keluarga kita!" Flint menunjukkan ketegasannya.


Mendengar itu Brandon tersenyum dan merasa nyaman. Dia berharap dia bisa segera mengusir Miya dan keluarganya keluar dari Archers.


Brandon sebenarnya sudah lama memendam rasa iri pada Miya, selain cantik, Miya berhasil membangun sendiri perusahaannya, dan perusahaannya bisa di bilang sukses melebihi perusahaan keluarga Archers yang lain.


Brandon sendiri sebenarnya sadar kalau skill manajemen perusahaannya kalah dengan Miya, dan sebagai keturunan langsung serta kandidat kuat kepala keluarga berikutnya, prestasinya kalah jauh jika di banding Miya. Tapi dia tidak bisa menerima kenyataan itu.


Saat sedang asik mengobrol dengan kakeknya, ponselnya di atas meja tiba-tiba berdering.


Dipenuhi dengan kegembiraan dan semangat setelah menempati posisi barunya, Brandon mengangkat telepon dengan riang, "Halo, Brandon Archers disini, siapa yang berbicara?"

__ADS_1


Namun, senyumnya segera menegang, dia bahkan mulai tergagap. "T-tunggu sebentar! P-pasti ada kesalahpahaman yang terjadi! A-apakah ada kesalahan di suatu tempat? Bagaimana itu bisa terjadi?" Keringat dingin di dahinya langsung menetes.


__ADS_2