
"kenapa bu?"
"Pake nanya lagi! ke toilet lama betul, di susul malah gak ada! Oh iya hari Ini ulang tahun pernikahan mu dengan Reaven kan? Sampah itu... Apa dia ngasih hadiah?" Karen bertanya, menjaga suaranya tetap rendah.
Miya kembali teringat semua yang terjadi di lantai atas.
"Sudah kubilang, sampah itu berpura-pura miskin di depan kita. kamu harus membuatnya memberi mu lebih banyak hadiah! Jangan biarkan dia menggunakan hartanya untuknya sendiri!"
Miya tiba-tiba tercengang. Apa Ibu tahu begitu cepat kalau Reaven adalah pria misterius yang muncul di pelelangan?
Sebelum Miya sempat bertanya, Karen melanjutkan, "Hmph, kamu bahkan tidak tahu, kan? Hadiah pertunangan yang diberikan keluarga Rembrant kepada keluarga kita bukanlah untuk Tifa, tetapi sebagai tanda terima kasih atas bantuan sampah itu! Lucu, bukan? Bagaimana sampah itu bisa layak mendapatkan hadiah sebesar itu dari Keluarga Rembrant?"
Miya berkedip dan butuh waktu lama untuk bereaksi. "Maksud ibu hadiah-hadiah yang diantar kerumah itu bukan untuk Tifa? tapi hadiah terima kasih untuk Reaven?"
Dia baru sebentar kembali, kenapa bisa begitu banyak hal terjadi? Apa sebenarnya yang dia lakukan?
Namun, ketika Miya melihat raut tidak senang di wajah Tifa, dia memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh. Tidak ada gadis yang nyaman dengan kesalahpahaman seperti itu.
__ADS_1
Kemudian mereka mencari Robert, ayah Miya, yang sudah mabuk dan bersembunyi di sudut aula. Kemudian mereka pulang.
Setelah tiba di rumah, Miya akhirnya mendengarkan cerita Karen tentang bagaimana mereka bertemu dengan Thomas Rembrant dan mengetahui bahwa hadiah itu hanyalah kesalahpahaman.
Namun, Karen tidak menyebutkan bahwa dia hampir setuju untuk membiarkan Miya menjadi istri kedua dari Thomas Rembrant. Dia hanya menekankan betapa disayangkannya putra Thomas Rembrant sudah menikah dan Tifa telah melewatkan kesempatan untuk pernikahan dengan keluarga baik dan kaya. Dia kemudian mulai mengkritik Reaven didepan Miya.
"Miya, suami sampah mu itu membantu keluarga Rembrant dan menerima begitu banyak hadiah dari mereka, tapi dia tetap diam! Sangat tidak tahu diri!"
Miya sedikit terdiam. "Bu, bukankah ibu menyimpan semua hadiah di rumah? Sebenarnya, karena hadiah itu untuk Reaven, ibu harus mengembalikannya padanya."
"Apa?!" Karen berteriak seperti disengat lebah. "Kamu ingin aku mengembalikannya ke sampah itu? Mustahil! Dia adalah menantu kita yang tinggal di rumah ini, jadi hal-hal yang diberikan kepadanya seharusnya menjadi milik kita. Kenapa juga kita harus mengembalikannya kepadanya?" Karen mentoyor(apa sih bahasa Indonesianya?😅) pelan kepala Miya, berharap lebih baik darinya.
"Apa sebenarnya yang ingin ibu katakan?" Tanya Miya, merasa tidak nyaman.
"Apa kamu bodoh?! Coba pikir. Keluarga Rembrant telah mengatakan kalau Reaven banyak membantu mereka, mereka pasti telah memberinya lebih dari sekedar sekotak hadiah yang kemarin! Dia pasti memegang lebih dari itu! Apa yang dia miliki adalah milikmu. Kamu harus cepat memikirkan solusi untuk mendapatkan semua darinya! Kalau gak, dia akan membawa semuanya saat kamu cerai dengannya. ”
Karen terdengar sangat logis, tapi Miya sudah tidak bisa mendengarkan kata-katanya lebih lama lagi.
__ADS_1
"Bu, tidak peduli berapa banyak uang yang dimiliki Reaven, itu semua adalah miliknya. Itu tidak ada hubungannya dengan kita! Juga, aku bilang kami tidak ada niat dan tidak akan bercerai! Mengapa ibu terus mengungkit hal ini? ”
Setelah mengatakan itu, Miya menggendong Layla yang terlihat mengantuk menuju ke atas.
Karen sangat marah dengan reaksi Miya sehingga dia tidak bisa berkata-kata. Dia kemudian menghadap tangga dan berteriak dengan tidak senang, "Untuk siapa aku melakukan ini? Itu semua untukmu! Sampah yang tidak berguna itu akhirnya punya uang sekarang. Kamu akn rugi kalau kamu gak terburu-buru mengambilnya, kenapa juga sampah itu harus di pertahankan? Serius, sekarang kamu tidak mendengarkan apa pun yang ibu katakan!"
Robert, yang minum terlalu banyak alkohol, terbaring di sofa dalam keadaan mabuk tersentak terbangun oleh jeritan tajam Karen, dia membentak kesal, "Kenapa kamu berteriak!? kalian terlalu berisik!"
Karen segera melampiaskan amarahnya padanya. "Yang bisa kau lakukan hanyalah mabuk dan mengamuk! Kamu sangat tidak berguna! hanya aku yang sangat khawatir untuk keluarga ini, dan kalian semua membuat ku sakit kepala! Aku sangat tidak beruntung menikah dengan orang yang tidak berguna sepertimu!"
Karen meratap ketika pintu tiba-tiba terbuka dengan derit keras, dan Reaven masuk.
Sejak dia membayar sewa tempat tinggal, Karen menutup mata dan tidak menghentikannya untuk memasuki rumah.
Bagaimanapun juga, dia tidak akan melakukan apa pun pada Miya. Paling banyak, dia akan bermain dengan Layla. Selain mengkritik dan memarahinya sesekali, Karen akan memperlakukannya seperti dia tidak ada hampir sepanjang waktu.
Namun, semuanya berbeda sekarang. Karena Reaven begitu mudah memberinya lima belas ribu dolar sebelumnya, itu berarti dia pasti memiliki lebih banyak uang tunai.
__ADS_1
Tapi dia tidak pernah menyebutkannya! Karen jelas tidak akan bisa mentolerirnya.