Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 27


__ADS_3

"Bukankah kau yang paling tahu tentang kebenaran insiden itu? kita tahu dengan jelas siapa yang gak tahu malu disini!"


Dengan tatapan yang sedingin es di matanya, Reaven menatap wajah Flint, yang berubah menjadi merah karena marah.


Setelah dia mengetahui kebenaran dari Dante tadi malam, dia sangat marah.


Ya, skandal yang mencoreng reputasi Miya ternyata adalah skema yang dibuat oleh keluarganya sendiri, semua demi merebut Smart.Co. darinya!


Sifat tidak tahu malu dan keserakahan mereka yang mendorong mereka untuk menggunakan cara curang seperti itu benar-benar mengerikan!


Namun Flint Archers masih berani mencaci-maki Miya dan dirinya. Orang tua yang tidak tahu malu!


Jika bukan karena takut Miya tidak bisa menerima kenyataan yang akan membuatnya kecewa dan patah hati karena kelakuan keluarganya, Reaven tidak akan ragu untuk menceritakannya.


"Ka..Kau!" Flint menunjuk ke arah Reaven, dengan jari-jarinya gemetar hebat karena marah dan syok yang luar biasa karena takut dan ragu bahwa rahasianya telah terungkap. Sesaat kemudian, dia seperti hampir pingsan.


"Kakek!" Dipenuhi dengan keterkejutan, Miya dengan panik ingin menghampirinya, tapi di cegah oleh Brandon.


"Minggir!" Brandon membopong Flint dan menatap tajam ke arah Miya dengan sikap mengancam. "Kakek begini karna kau dan suami mu! Kalau sampai kakek kenapa-napa, awas aja kalian!!"


Ketika Flint jatuh, semua orang langsung menyalahkan Miya.

__ADS_1


"Miya, kau sudah kelewatan! sengaja nyuruh suami mu itu memprovokas kakek Flint, mau mu apa sih?"


"Apa kau pikir Smart.Co. Akan jadi punya mu? Setelah apa yang kau buat?"


"Seperti saya katakan, mereka adalah keluarga benalu. Aku yakin mereka punya niat jahat!"


Banyak cibiran yang setajam belati menusuk ke dalam hati Miya


Dia telah memberikan begitu banyak kepada keluarga di masa lalu, tapi seperti tidak ada artinya, mereka bahkan mengkritiknya seperti dia tidak pernah melakukan apa-apa.


Flint meneguk dua teguk air dan duduk bersandar di kursinya sendiri sebelum memelototi Miya dan Reaven, matanya penuh rasa jijik.


"Apa pun yang terjadi, Kalian punya andil besar dan ikut bertanggung jawab atas keadaan keluarga saat ini. Saat ini fokus kita adalah mencapai perjanjian kerja sama dengan HopeShine.Co. Kau Miya, bisa menikahi Ryan Muller dan membuat keluarga kita bergabung dengan keluarganya, atau pergi dan selesaikan sendiri perjanjian kerja sama dengan HopeShine. kalay kau menolak, aku akan menghapus nama kalian dan orang tuamu dari keluarga Archers."


Brandon telah meminta lima ratus ribu dolar untuk dana operasional dan bahkan telah memberikan ide gila agar dia menikah dengan Ryan Muller agar rencananya dapat dilaksanakan. Bagaimana dia bisa mencapai perjanjian kerja sama sendiri?


"Oke, kita akan pergi dan menyelesaikan perjanjian kerja sama itu. Tuan Archers kuharap kau menepati janjimu untuk posisi CEO itu" tiba-tiba Reaven menjawab sambil tersenyum sinis.


Semua orang memandang Reaven seperti dia gila.


Apasampah ini tidak paham betapa sulitnya mencapai perjanjian kerja sama dengan Perusahaan HopeShine?

__ADS_1


"Tunggu …" Miya hendak berbicara tapi Brandon dengan cepat memotongnya.


"Suamimu yang tidak berguna ini sudah menjanjikannya sendiri, jadi jangan salahkan kami karena memaksamu!" Brandon menyeringai puas dan menatap Flint. "Benarkan kek?"


"Bagus. Karena kalian sudah memutuskannya sendiri, jangan salahkan aku kalau tidak memberi ampun jika kalian gagal menyelesaikan tugas ini. Kalian punya waktu dua hari untuk menandatangani kontrak. Kalau gagal, kalian dan keluarga kalian bisa pergi!" Flint beranjak pergi setelah memberikan ancamannya.


Semua orang memandang mereka dengan meremehkan, dan mereka segera mulai mencibir mereka begitu Flint keluar dari ruangan.


"Bodoh sekali. Kalau segampang itu untuk mencapai perjanjian kerja sama dengan HopeShine, aku sudah jadi CEO dari dulu"


"Yah.., beberapa orang memang pusnya sifat gak tahu diri. Aku bertaruh, mereka bahkan gak bisa masuk kantor HopeShine."


"Kau cuma punya dua hari. Gak usah repot-repot untuk berusaha. Aku sarankan kau pulang, berkemas, dan bersiap-siap untuk pergi dari kota ini."


Wajah Brandon penuh dengan keangkuhan saat dia pergi dengan sekelompok orang di belakangnya.


"Kenapa setuju?"


Mendengar suaranya Reaven menundukkan kepalanya, dia disambut dengan wajah kecil Miya yang marah.


"Sebenarnya aku …"

__ADS_1


PLAKK!!


__ADS_2