Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border

Suami Sampah!!! Reaven Crow : The Demon From East Border
Bab 28


__ADS_3

PLAKK!!


Saat Reaven hendak berbicara, Miya menampar wajahnya dengan keras dan keras!


"Ini semua salahmu! Kenapa juga kau setuju…" Setelah menampar Reaven, Miya tidak bisa menahan beban di pikirannya dan mulai menangis.


Kemarahan di dada Reaven tiba-tiba sirna melihat Miya menangis karena dia.


"Tahu gak kau sulitnya tugas ini? Tahu gak kalau mereka sengaja, mereka mau melihat aku gagal mendapatkan kontrak dan akhirnya bisa mengusir kita?" Miya menangis dengan perasaan putus asa di hatinya yang luar biasa.


Melihatnya, Reaven mersakan pahit di hatinya dan tertekan. Dia berkata dengan lembut, "Jangan khawatir. Aku akan membantumu." Reaven ingin mengelus kepala Miya tapi terhenti. Miya tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan mata merah.


"Bagaimana kau akan membantu ku? Apa kau kenal orang-orang di sana? Apa kau punya koneksi dan tahu cara menandatangani kontrak? kau tidak tahu apa-apa. Kau itu baru kembali dan sudah membuat keributan. Bagaimana kau membantu ku!?"


Dia mendorong Reaven menjauh dan pergi dengan terhuyung-huyung.


Reaven mengikutinya dengan tenang dari belakang, sampai Miya tiba dengan selamat dirumah sebelum dia pergi dengan getir.

__ADS_1


Begitu Miya masuk, Karen mendekatinya. "Ku dengar sampah itu membuat keributan di kantor hari ini. Apa yang terjadi? Dia bikin masalah apa? Kenapa tidak kau awasi dia?! Siapa dia kok berani mengganggu rapat dikantor?"


Miya melambaikan tangannya karena kelelahan. "Aku capek bu. Berhenti bertanya."


"Hah! kenapa kau jawabnya gitu. Sudah ngerasa hebat sekarang, ya!?"


Miya menekan kepalanya dengan jempol dan telunjukny, dia sangat kesal dan frustrasi.


Kakeknya memeberi dia waktu mendapatkan kontrak hanya dalam dua hari. Waktunya mepet dan tugas ini bisa dikatakan hampir tidak mungkin diselesaikan. Dia begitu gelisah hingga dia merasa kepalanya akan meledak.


"Masih ada yang harus aku lakukan. aku akan pergi sekarang. Tolong minta Tifa untuk menjemput Layla di sekolahnya nanti ya bu."


Karen mendengus dan mebgomel sendiri melihat tingkah anaknya yang menurutnya kurang ajar padanya.


Miya tidak menghiraukan Karen dan buru-buru pergi kekamarnya untuk menghindari perdebatan yang tidak perlu dengan. Dia membasuh wajahnya, merapikan riasannya, menyemangati dirinya, dan kemudian berlari keluar pintu.


Waktunya hanya dua hari, dan dia harus bergegas menemui orang yang bertanggung jawab terhadap HopeShine.Co. Meskipun peluang suksesnya rendah, dia harus melakukan yang terbaik.

__ADS_1


******


Tak lama, sebuah Lamborghini merah metalik menepi di depan pintu, dan Tifa keluar dengan marah.


"Dimana kakak!?" tanyanya begitu dia memasuki rumah.


"Kakakmu keluar. Oh ya, dia ingin kamu menjemput Layla nanti." Karen sedang duduk di sofa dan meletakkan beberapa irisan mentimun di wajahnya saat dia berbicara.


Tifa menarik lengan ibunya dan menyalak, "Bu! Sekarang bukan waktunya untuk facial!"


Dia sangat marah sampai wajahnya memerah. "Bu, kamu tidak tahu kalau Pecundang itu datang ke kantor hari ini dan memprovokasi Kakek. Dia bahkan dengan berani mengambil tugas untuk membuat perjanjian kerja sama dengan HopeShine.Co.! Begitu banyak keluarga di Lemon County sangat ingin bekerja sama dengan mereka. Siapa kita? Tugas ini tidak mungkin diselesaikan oleh mereka berdua!"


"Sampah itu benar-benar kurang ajar sampai berani gitu. Aku akan memarahinya nanti kalau dia kembali!" Karen juga marah setelah mendengar kata-kata Tifa. Baginya Reaven hanyalah sampah tidak berguna yang cuma bisa numpang dengan mereka.


"Bu!! masih ada yang lebih parah. Kakek bilang, dia akan mengeluarkan kita semua dari keluarga Archers kalau mereka sampai gagal dapat kontrak kerja itu dalam dua hari!"


"Apa?!" Karen menjerit dan tiba-tiba berdiri, dia sama sekali mengabaikan irisan mentimun yang jatuh ke lantai.

__ADS_1


__ADS_2