
"Haah!!! Setelah pergi beberapa tahun tanpa kabar, sekarang kau sudah punya nyali melawan mertua mu ya bajingan!!" Karen berkacak pinggang lagi setelah melihat Dante pergi.
Melihat setelan murahan yang di pakai Reaven dan ekspresi tenang di wajahnya membuat Karen dengan cepat kembali ke sifatnya yang semula.
"Sampah tetaplah sampah! Apa yang kamu lakukan berdiri di depan pintu? Cepatlah masuk, dasar memalukan!” Karen mendorong pintu terbuka dengan marah dan masuk.
Ayah Miya mendengus dingin,menatap Reaven dengan pandangan remeh dari atas kebawah kemudian berbalik mengituti Karen, dia hanya menganggap Reaven merusak pemandangan.
Reaven mengikutinya dan memasuki rumah.
Ruang tamu rumah keluarga Archers sangat ramai saat ini, karena dipenuhi lebih dari sepuluh kerabat.
Keluarga Archers adalah keluarga yang cukup kaya dan punya status cukup bergengsi di Lemon county. Statusnya masuk dalam kategori antara kelas dua dan tiga.
Saat melihat Reaven, yang datang dibelakang Robert dan Karen, banyak dari mereka yang tahu siapa Reaven tampak bingung.
“Bukankah dia… si bajingan itu? Kenapa dia tiba-tiba kembali? ”
__ADS_1
"Siapa? Apakah dia orang yang tidak berguna yang kalian bilang barusan? Bukannya kamu bilang kalo dia sudah mati? “
“Siapa yang tahu? Dia telah hilang selama bertahun-tahun. Dan sekarang Tuan muda Muller akan bertunangan dengan Miya, dia pasti bergegas kembali. Siapa yang tahu dia mikirin apa?! ”
“Dia pasti puny niat jahat...”
"......."
Reaven melirik orang-orang di sekitarnya, beberapa di dari mereka pernah mengejeknya dan beberapa di lainnya dia tidak kenal tapi dia familiar dengan wajah-wajahnya.
Yang paling mencolok adalah seorang pria muda yang duduk di tengah sofa dan menarik perhatian semua orang.
Dia menebak orang itu adalah tuan muda Muller, orang yang coba di jodohkan oleh karen untuk Miya, yang dibicarakan semua orang.
Reaven diam-diam bergumam. "Mereka memperlakukan sampah ini seperti berlian?"
Namun, Miya tidak ada di ruang tamu, dan itu membuat Reaven, yang ingin bertemu dengannya, merasa sedikit kecewa.
__ADS_1
Terlihat kesal, Karen berkata, “karena kau sudah datang, masalahnya akan lebih gampang, duduk lah ada yang perlu kita bicarakan!"
Masih dengan ekspresi datarnya, Reaven pun duduk mengikuti perintah Karen.
"Oke, aku gak mau panjang lebar menjelaskannya pada sampah seperti mu. Inti dari pertemuan hari ini adalah tentang pertunangan antara Miya dan Tuan muda Muller. Karena kau sudah datang, jadi kami gak perlu repot-repot urus surat kematian mu dipengadilan. Saat Miya pulang, segera ajaklah dia untuk bercerai.” Karen bicara dengan kasar dan penuh penekanan.
Reaven tidak mengucapkan sepatah kata pun. Selain Karen, disampingnya ada Robert dan tuan muda Muller yang menatap remeh padanya.
Kumpulan saudara yang berkumpul di sini tiba-tiba mulai mengejeknya dengan sarkastik.
“hmm, kau yakin dia mau bercerai?“
“gak lah.. gak gampang buat dia untuk nikah sama gadis cantik terhebat di Lemon County dan menjalin hubungan dengan keluarga Archers. yakin lah, pasti dia gak mau cerai, dia akan nempel terus kayak benalu.”
“Gak tau malu banget.. Apa dia gak sadar kalau dia gak sebanding sama Tuan muda Muller? Gak sadar diri banget jadi orang! “
“Coba liat betapa lusuhnya dia. harga bajunya aja mungkin gak sebanding sama harga sepatu tuan muda Muller! cepat-cepat pergi sih! ”
__ADS_1
"hahaha.. Jangankan sepatu, sama kaos kakinya tuan Muller aja mungkin gak sebanding.."
"hahaha.."