Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Prasangka


__ADS_3

Hujan deras mengguyur sekujur tubuh Aira kini telah basah kuyup. Aira duduk di pinggir jalan sambil menangis, ia tak tahu lagi harus minta bantuan pada siapa. Selain keluarga pamannya, ia tak punya saudara lagi.


..."Kemana lagi aku harus meminta tolong?" Aira bicara sendiri di tengah keramaian orang lalu lalang mencari tempat berteduh....


Aira berjalan gontai pulang menuju mansion keluarga Pangestu. Saat berjalan pulang, terlintas dalam benak Aira untuk meminta bantuan Aldo.


..."Apa aku coba aja minta bantuan Aldo! Mungkin dia mau membantu" Aira sedikit memiliki harapan meski tak tahu apakah Aldo bersedia membantu atau tidak....


Aira bergegas mengganti pakaiannya dan menuju dapur, ia ingin masak makanan kesukaan Aldo. Lina yang melihat Aira memasak semua makanan yang di sukai Aldo tersenyum dengan Burhan.


"Sepertinya nyonya Aira sudah mulai perhatian pada tuan Aldo!" Lina menyenggol lengan Burhan yang tengah sibuk mempersiapkan keperluan Aldo yang sebentar lagi pulang dari kantor.


..."Hmm, semoga saja hubungan mereka bisa semakin dekat!" Burhan menjawab tanpa menoleh pada Lina....


"Tuan, biar saya bawakan jas dan tas anda!" Burhan bergegas ke pintu depan menghampiri Aldo yang baru saja datang dari kantor.


"Tuan sudah pulang? Saya akan naik ke lantai atas untuk mengantarkan makanan tuan Aldi! Nyonya sudah masak makanan kesukaan tuan Aldo, silahkan tuan ke ruang makan untuk mencicipinya!" Lina bergegas ke lantai atas mengantarkan makanan untuk Aldi.


...Lina dan Burhan sama-sama tersenyum sambil meninggalkan mereka berdua di lantai bawah....


..."Cih, apa yang sedang di rencanakan gadis itu sebenarnya?" Aldo bergegas ke ruang makan....


"Apa benar ia yang masak? Pasti ada maunya!" Aldo bicara dalam hati sambil memperhatikan beberapa hidangan yang tersedia di meja makan.

__ADS_1


..."Apa kau yang masak semua ini?" Aldo melirik ke arah Aira....


Aira hanya menganggukkan kepalanya, ia merasa sedikit was-was bicara dengan Aldo. Ia takut Aldo akan salah paham dan tak mau membantunya.


"Jadi berapa harga yang harus ku bayar untuk makan malam ini? Apa yang kau inginkan dari ku?" Aldi memakan masakan yang di buat Aira.


"Bisakah kau meminjamkan sedikit uang pada ku?" Aira menelan salivanya dengan susah payah.


"Berapa yang kau butuhkan?" Aldo masih memakan masakan yang di hidangkan Aira.


"Seratus juta, aku butuh uang seratus juta untuk biaya operasi seorang anak di panti!" Aira memberanikan diri melihat ke arah Aldo.


"Ikut aku ke lantai atas! Akan ku berikan uang itu di sana!" Aldo menaruh sendoknya, sekilas terlihat Aldo tersenyum sinis.


"Tak ku sangka dengan mudahnya Aldo mau memberikan uang itu! Ku pikir akan sulit minta bantuan padanya!" Aira bicara sambil sedikit berlari mengikuti Aldo dari belakang. Mereka berdua berjalan menuju lantai atas, di kamar Aldo.


Aira sedikit berlari mengikuti Aldo dari belakang, Aldo berjalan begitu cepat membuat Aira sedikit terengah-engah dan kelelahan.


..."Kenapa ia berjalan cepet banget sih huft...huft..!" Aira bicara dalam hati sambil terus berusaha mengejar Aldo....


Aira mengikuti Aldo masuk ke dalam kamar, entah kenapa ia merasa gugup. Tiba-tiba Aldo berbalik dan mengunci pintu kamar itu, membuat Aira mulai berdebar gugup dan takut.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Aira sedikit berteriak saat Aldo mendekatkan wajah dan tubuhnya pada Aira, sementara itu Aira tak bisa lagi menghindar karena tubuhnya sudah terhimpit antara dinding kamar dengan tubuh Aldo.

__ADS_1


"Seratus juta itu nominal yang begitu kecil bagi ku! Sepertinya kau sadar diri bahwa nilai itu memang sepadan dengan nilai mu!" Aldo menyeringai menakutkan.


..."Apa...apa dia bilang?" Aira bicara dalam hati....


"Jadi ia dari awal tak berniat membantu ku! Ia hanya ingin mempermalukan ku! Dasar bajingan!" Aira merasa sakit dalam hatinya.


"Aku telah salah menilai mu! Kau bajingan, kau pikir kau siapa hingga bisa menilai rendah akan diri ku! Aku tak butuh uang mu! Lepaskan aku bajingan!" Aira berteriak pada Aldo, ia merasa benar-benar terhina akan sikap Aldo kali ini.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


***Begitu rendah diri ku di mata mu


Tak pernah menganggap aku ada


Perhatian ku kau anggap angin lalu


Cinta ku kau anggap debu


Kau bawa ku ke dunia mu bagai ratu


Kau jatuhkan ku bagaikan debu


Sakit ku tak berarti bagi mu

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***


__ADS_2