
***Terkadang begitu sulit mengakui sebuah rasa
Selalu lari dari perasaan yang ada
Tak ingin terjebak dalam sebuah hubungan
Hanya akan mengurung diri dalam kegelisahan
Membuat hati kian tak menentu
Jangan lupa like π dan komen yaβΊοΈπ
π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π π ***
"Jangan berebut, pelan-pelan... semua pasti kebagian..!" Aira membagikan beberapa makanan ringan dan kue untuk anak-anak panti.
Panti Cinta Asih mendapatkan dukungan dari pemerintah dan juga sumbangan dari masyarakat, terutama dari kalangan berada. Tapi terkadang semua sumbangan itu masih belum cukup untuk mencukupi kebutuhan anak-anak panti.
Bantuan sosial terdiri dari dua macam, yaitu uang dan barang. Biasanya sumbangan paling banyak berupa mainan, peralatan belajar dan pakaian. Anak-anak panti asuhan Cinta Asih tidaklah banyak, hal yang paling diperlukan panti ini adalah sumbangan dana untuk pengobatan.
Kebanyakan anak-anak yang dikirim ke panti Cinta Asih adalah memiliki disabilitas dan penyakit. Jadi tuan Arman dan nyonya Arman selalu berusaha dan berjuang demi kesehatan anak-anak panti. Aira memang tinggal di keluarga Sanjaya. Tapi kesehariannya ia habiskan di panti, karena keluarga Sanjaya tak pernah suka akan keberadaannya. Hari ini Aira dan yang lainnya menggelar bazar , mereka menjual beberapa kerajinan yang dibuat oleh anak-anak panti.
..."Ayo...ayo dilihat, hasil kerajinannya bagus-bagus dan juga unik! Setiap kerajinan seharga dua ratus ribuan, ayo kak, ibu-ibu.. bapak-bapak dibeli! Sekalian menyumbang untuk anak-anak panti.." Aira dan Lisa menawarkan barang-barang mereka....
"Kami hanya mendapatkan sedikit uang dari pagi hingga sore hari! Huft, yang datang kesini hanyalah para pelajar dan beberapa orang tua yang memang berniat menyumbang untuk anak-anak panti!" Aira melihat uang yang mereka dapatkan seharian ini.
__ADS_1
..."Aihs, andai saja yang datang kesini adalah orang-orang kaya raya mungkin kita bisa mendapatkan lumayan banyak!" Lisa mengeluh sambil meregangkan tubuhnya karena lelah....
"Jangan bermimpi, dilingkungan kita ini tak banyak orang-orang kaya! Jika pun ada, mereka akan menyumbang dalam jumlah besar untuk mendapatkan ketenaran! Kita ini cuma panti kecil, mereka tak akan mendapatkan apa-apa jika menyumbang... jadi lupakan saja!" Putra tersenyum mengejek melihat Lisa yang selalu mengkhayalkan hal-hal yang tidak mungkin.
...Lisa adalah salah satu anak yang di temukan oleh nyonya Arman di jalanan. Ia dulu memiliki kaki yang lemah, membuatnya tak bisa berjalan. Nyonya Arman membawanya berobat ke berbagai tempat hingga kini dia dinyatakan pulih dan bisa berjalan layaknya orang biasa. Dia hanya tak bisa menggunakan sepatu dengan hak tinggi....
..."Jangan mengeluh, uang yang dimiliki oleh orang-orang kaya itu.. juga tidak jatuh dari langit! Mereka harus bekerja keras untuk mendapatkannya! Kita tak bisa seenaknya memaksa mereka untuk menyumbang, mereka tak memiliki kewajiban akan hal itu Lisa..." Aira menyodorkan sebotol minuman dingin padanya....
Sebuah mobil mewah melaju dengan cepat melewati mereka. Lisa terus memperhatikan mobil itu, tiba-tiba mobil hitam itu berhenti mendadak. Mobil itu kembali mundur ke tempat dimana Aira, Lisa dan yang lainnya berada.
..."Yey.... ada orang kaya yang datang ke sini.." Lisa berjingkrak layaknya seorang yang menang undian berhadiah....
"Astaga naga.... sangat... sangat tampan! Ugh, benar-benar membuat orang jadi gila..." Lisa melongo melihat pria yang ada didalam mobil.
Aldo menurunkan kaca mobilnya, seperti biasa dimana pun ia berada selalu membuat banyak wanita jadi tergila-gila padanya. Lisa bergegas mendekati mobil Aldo.
"Bukannya tinggal di rumah dengan baik, ia malah pergi ke sini! Bahkan dia berani mencari cowok lain di belakang ku!" Aldo bicara dalam hati sambil menatap ke arah Aira yang sedang bercanda dengan Putra.
"Kamu, panggil gadis itu untuk bicara dengan ku!" Aldo menunjuk ke arah Aira.
...Lisa langsung melihat arah yang ditunjuk oleh Aldo. Aira yang mendengar suara Aldo langsung menoleh, seketika Aira bersembunyi dibalik punggung Putra. Aldo semakin kesal melihat Aira bersembunyi di balik punggung cowok lain....
"Aira, cowok kaya yang di dalam mobil mewah itu ingin bicara dengan mu!" Lisa tanpa rasa bersalah langsung menghampiri Aira.
..."Aldo, apa lagi sih yang mau ia lakukan? Apa ia mau mempermalukan ku di depan teman-teman ku!" Aira merasa tak ingin menemui Aldo....
__ADS_1
"Sudahlah, lebih baik kalian disini saja mendata barang-barang yang masih ada! Aku akan pergi ke sana menemuinya!" Putra mengajukan diri untuk menemui Aldo.
"Cowok yang masih begitu muda bisa mengendarai mobil semewah ini, ia pasti anak orang kaya raya! Dia secara khusus meminta Aira untuk menemuinya, pasti ingin mencuri kesempatan untuk mendekati Aira! Aku sudah sering bertemu dengan cowok seperti ini... memanfaatkan kekayaan orang tua untuk menindas orang-orang lemah!" Putra bicara dalam hati sambil berjalan mendekat ke tempat Aldo berada.
"Maaf kak, apa kau mau berdonasi untuk panti Cinta Asih kami?" Putra dengan ramah bertanya pada Aldo. Aldo semakin kesal karena bukannya Aira, justru cowok yang tadi bercanda dengannya yang datang menghampiri Aldo.
..."Suruh Aira Putri Anggara datang kesini dan aku akan berdonasi untuk panti Cinta Asih!" Dengan sorot mata tajam Aldo bicara pada Putra....
"Aura ini, cowok ini bukanlah orang sembarangan! Aura yang keluar darinya membuat ku merasa ketakutan! Tatapan matanya seakan bisa membunuh ku kapan saja!" Putra bermonolog dalam hati.
..."Maaf kak, tapi Aira tak bertanggung jawab untuk masalah donasi!" Putra masih berusaha bertahan menghadapi Aldo....
"Aldo pasti ingin membuat masalah dengan Putra!" Aira mulai merasa panas.
"Tuan, jika kau mau berdonasi.. maka dengan senang hati kami akan menerima niat baik mu! Tapi jika kamu hanya ingin mempersulit kami, maaf lebih baik kamu pergi saja dari sini!" Aira melangkah maju ke depan Putra, tepat di samping jendela mobil Aldo.
..."Aira, mari kita buat kesepakatan! Aku gunakan kebaikan ku, untuk aku tukarkan dengan kebaikan mu gimana?" Aldo tersenyum penuh arti....
"Negosiasi seperti apa sih yang dia mau!" Aira merasa kesal dalam hatinya.
..."Kalau begitu, katakan kebaikan seperti apa yang akan kau tukarkan dengan ku?" Aira menaruh kedua tangannya di pinggang, ia terlihat begitu menggemaskan saat seperti itu di mata Aldo....
"Aku bisa membeli semua kerajinan yang kalian jual dengan harga sepuluh kali lipat!" Aldo menaikkan satu alisnya.
..."Sepuluh kali lipat... Kakak, kamu benar-benar baik hati!" Lisa menyela di tengah-tengah mereka berdua....
__ADS_1
"Kalau begitu, apa yang kau inginkan dari ku sebagai gantinya?" Aira masih dengan mode curiganya pada Aldo.
"Dia tak pernah membiarkan ku hidup dengan tenang! Ia pasti sedang merencanakan sesuatu lagi!" Aira merasa waspada pada Aldo.