
"Oh, kau merasa kesepian? Baik-baiklah malam ini, aku akan kembali ke kamar mu dan menemani mu malam ini!!" Aldi tersenyum menyeringai.
"Aldo, bukan itu maksud ku! Aku ingin menjaga mu, aku ingin kamu segera pulih! Lina dan Burhan juga sangat sibuk.. dan Aldo kedepannya juga akan memiliki keluarganya sendiri! Aku ingin merawat dan menjaga mu.. jika tidak apa artinya aku ini sebagai istri mu!" Aira menggenggam erat dan memainkan tangannya.
"Kalau begitu malam ini aku akan meminta hak ku sebagai suami mu! Jika kamu benar-benar bisa melakukannya dengan baik, maka aku akan memikirkan apa yang kau katakan pada ku tadi!" Kini Aldo tersenyum penuh arti.
Aldo mulai merasa Aira memanglah gadis yang baik seperti yang dikatakan kakaknya. Tapi setiap kali Aira memanggil nama Aldi, Aldo merasa risih dan juga kesal. Di sisi lain Aira juga merasa Aldi sangatlah mirip dengan Aldo saat berbicara. Mereka sama-sama pemarah dan juga mesum.
Sepertinya isu mengenai Aldi yang baik hati, lembut dan juga ramah itu bohong. Buktinya dihadapan Aira mereka begitu mirip bahkan sama persis menurut Aira. Mungkin malam ini Aira benar-benar tak akan bisa menghindar lagi. Bagaimanapun juga Aira adalah istri sahnya, cepat atau lambat mereka tetap harus melakukan hubungan suami istri.
Aira pergi mandi sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan nanti untuk menghadapi Aldi. Dia tak tau harus bersikap bagaimana, dan juga apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan ketegangan yang ia rasakan saat bertemu Aldi nanti.
"Tok"
"Tok"
"Nyonya, waktunya mengoleskan salep pada luka mu! Biar aku bantu untuk mengoleskannya!" Lina muncul dari balik pintu.
"Bi, ini sudah baikan! Tak perlu mengoleskan obat lagi!" Walaupun mereka sama-sama perempuan, tetap saja Aira merasa malu dan juga canggung saat tubuhnya terlihat oleh orang lain.
"Benarkah? Memang benar jika masih muda luka akan cepat pulih, tapi tetap saja nyonya harus mengoleskan obatnya sampai benar-benar tak berbekas lagi lukanya!" Lina memaksa mengoleskan obat di punggung Aira.
"Bi, bisakah kau tinggal disini dulu? Temani aku ya...!" Aira terlihat gugup dan merona diwajahnya karena malu.
"Apakah nyonya dan tuan...? Oh, nyonya jangan terlalu khawatir! Kalian masih muda, kalian pasti masih bisa punya anak! Semua wanita pasti akan melewati proses ini, aku yakin.. nyonya pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini!" Lina menggenggam tangan Aira erat dan menatapnya dengan penuh harapan.
Aira merasa Lina berpikir terlalu jauh, ia hanya merasa canggung karena belum terbiasa berada dekat dengan Aldi suaminya. Tapi apa yang dikatakan Lina justru membuat Aira semakin gugup dan juga malu.
"Nyonya, aku sudah selesai mengoleskan salep ke luka kamu! Nyonya, aku tinggal dulu.. aku masih ada banyak pekerjaan! Permisi.." Lina meninggalkan Aira sendirian di kamar.
__ADS_1
Saat Lina menutup pintu kamar, tiba-tiba kamu kamar mati. Aira berteriak ketakutan.
"Bibi ... bi....!" Aira yang berlari ingin keluar kamar menabrak seseorang.
"Siapa?" Aira gemetar ketakutan.
"Jangan takut, ini aku!" Aldo datang dan memeluk Aira, ia tak menduga Aira akan ketakutan karena listrik kamar yang dimatikan.
"Aldi! Kenapa listriknya tiba-tiba mati? Aku takut gelap Al!" Aira kebingungan dan masih berpegangan pada tangan Aldi meski ia sudah melepaskan pelukannya tadi.
"Aku hanya tak mau kamu merasa takut dan gugup karena melihat wajah ku, jadi aku menyuruh Burhan untuk mematikan listriknya!" Aldo yang menyamar menjadi Aldi menarik Aira kedalam pelukannya.
"Aldi, aku nggak takut melihat mu! Tolong nyalakan lampunya ya... aku takut gelap Al!" Aira membalas pelukan Aldi. Entah kenapa ia merasa deg-degan saat memeluknya begini.
"Tak apa, ada aku disini! Lagi pula dengan keadaan yang gelap begini akan lebih indah Ra!" Aldo mengelus pucuk kepala Aira dengan lembut.
Aldo tak tahan memakai kulit palsu itu terlalu lama. Itu terasa panas dan gatal dikulitnya, jadi ia melepaskan kulit palsu yang menempel diwajahnya dan hanya menyisakan kulit palsu yang menempel pada tangannya saja. Agar Aira tak menyadari hal itu, Aldo menyuruh Burhan mematikan listriknya.
"Berhenti! Aku punya hobi yang aneh, ingatlah.. saat kita melakukan itu jangan menyentuh atau melihat wajah ku! Dan kamu juga jangan mencium ku! Kamu hanya perlu berbaring dan diam saja!" Aldo merasa gelisah karena Aira masih berusaha menyentuh wajahnya.
"Aldi, apa kau menganggap ku seperti boneka?" Aira merasa aneh dengan hobi Aldi suaminya.
"Mau gimana lagi, itu adalah hobi ku! Kau sudah menjadi istri ku, mau tak mau kau harus menerima hal itu!" Aldo menggenggam tangan Aira.
"Tapi aku benar-benar tak mau melayani hobi aneh mu ini! Aku benar-benar takut dengan kegelapan, jadi nyalakan lampunya oke!" Aira bersikeras untuk menyalakan lampu kamar.
"Tidak, berhenti membuang-buang waktu!" Aldo menjatuhkan Aira di atas tempat tidur lalu menindih Aira dengan tubuhnya.
"Aw... Aldi jangan begini... aku kesakitan.. tubuh mu sangat berat!" Aira merasa sakit karena tertindih tubuh Aldi.
__ADS_1
Aira memikirkan kata-kata Dona dulu, apa mungkin benar bahwa Aldi memiliki gangguan jiwa akibat kecelakaan yang menimpanya dulu. Dia ingin menyiksa wanita yang ingin menyiksa wanita sebelum berhubungan intim. Meskipun mereka adalah suami istri, tapi Aira tak ingin melakukan hubungan dengan terpaksa. Bagaimanapun juga ini adalah yang pertama baginya. Apakah dia benar-benar harus memberikan dirinya dengan cara seperti ini. Aira benar-benar tidak mau.
"Tenanglah! Nanti kau juga akan terbiasa dan merasa nyaman seperti ini!" Aldo tak menghiraukan Aira yang sakit akibat beban tubuhnya.
"Aldi, ku mohon jangan begini pada ku! Tolong berikan sedikit waktu untuk ku!" Aira mencoba memohon pada Aldi.
"Diammmm.. sudah ku katakan, panggil aku suami ku!" Aldo berteriak lalu menggigit pundak Aira.
"Aaa" Aira terkejut dengan sikap Aldi.
Saat ingin memberontak, Aira merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Benar-benar datang disaat yang tepat. Tiba saja Aira datang bulan.
"Berhenti... berhenti.. !" Aira menyuruh Aldi untuk berhenti.
"Kau Benar-benar ya! Tak peduli kau mau ribut seperti apa, kau harus tetap melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri malam ini juga!" Aldo benar-benar sudah di ambang batasnya, ia tak bisa menahannya terlalu lama lagi.
"Suami ku... a..aku sepertinya datang bulan!" Aira sedikit gemetar mengatakannya.
( Apes banget si Aldoπ€£)
π π π π π π π π π π π π π π π π
"Aku mengalah bukan menyerah
Aku diam tak berarti tak apa-apa
Ku hanya ingin dimengerti
Ku ingin kau tau isi hati ku
__ADS_1
Mengerti akan posisi ku
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉJangan lupa like π dan komen ya βΊοΈπ