Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Pelajaran


__ADS_3

Dona benar-benar semakin menggila saat melihat senyum dan keramahan Aldo. Saat Aldo melewatinya dan menuruni tangga, Dona berpura-pura terpeleset di tangga. Ia berharap Aldo akan langsung menolong dan memeluknya.


Lina yang melihat tindakan Dona juga bersiap untuk menangkap tubuh Dona, ia tak akan membiarkan wanita lain mendekati Aldo.


"Aww.. kaki ku sepertinya terkilir.." Dona ingin meraih tubuh Aldo namun bergegas tangannya dicekal oleh Lina.


"Kau tak apa nona Dona? Biar aku bantu kamu turun!" Lina dengan sigapnya memeluk dan memapah tubuh Dona.


"Aku bisa jalan sendiri! Lepaskan..." Dona merasa kesal karena bukannya Aldo yang menolongnya justru pelayan rumah.


Bagi Lina, Aldo adalah suami Aira dan ia tak akan membiarkan siapapun mendekati Aldo. Nyonya rumah itu hanyalah Aira, dan Lina yang akan melindungi Nyonya mudanya itu dari pelakor.


Aldo duduk di sofa ruang tamu, sebenarnya ia risih dengan tatapan mata genit dari Dona tapi ia harus tetap berpura-pura bersikap ramah disini.


"Al, cobalah kue ini.. aku sudah berusaha keras untuk membuatnya!" Dona ingin menyuapkan sepotong kue pada Aldo.


Aira benar-benar merasa risih dan tak nyaman duduk diantara mereka, ia merasa seperti obat nyamuk. sementara Aldo justru menatap Aira, ia merasa kesal karena Aira hanya diam saja tanpa melakukan apapun saat suaminya tengah digoda gadis lain. Benar-benar besar hati sekali hingga rela berbagi suami dengan cewek lain.


Rasanya Aldo benar-benar sudah tidak tahan lagi, ia ingin melempar buku nikahnya ke wajah Aira saat ini juga. Bagaimana bisa Aira menyodorkan dirinya pada saudara sepupunya.


"Nona Dona, aku tak suka makan makanan yang manis... terutama rasa mangga!" Dengan dinginnya Aldo menolak suapan kue dari Dona.


"Apa? Kamu nggak suka rasa mangga? Gimana mungkin?" Dona begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Aldo.


"Aira, kau membohongi ku? Apa kau sengaja ingin mempermalukan aku?" Dona beralih menatap Aira dengan sengit dan penuh amarah.


Aira justru menatap sekilas ke arah Aldo, pria itulah yang sudah berbohong. Jelas sekali kalau Aldo sangat menyukai mangga, pasti pria itu ingin membuat ia dan Dona bertengkar. Aira merasa kesal dengan sikap Aldo.


"Maaf Dona! Sepertinya memang aku yang salah mengingatnya!" Aira sudah bertahun-tahun lamanya mendapat perlakuan buruk di keluarga Sanjaya, jadi jika kali ini Dona marah dan membuat masalah untuknya, Aira juga tak peduli.


"Hah, salah ingat! Ku lihat kau memang sengaja melakukannya!" Dona benar-benar meledak, ia sudah tidak tahan lagi karena merasa dipermalukan oleh Aira.

__ADS_1


"Dasar pelacur!" Dona menyiram secangkir teh yang baru saja disuguhkan oleh Lina ke arah Aira.


Dengan cepat Aldo menghadang teh panas yang hampir mengenai tubuh Aira, air teh panas itu tepat mengenai dada Aldo. Aldo benar-benar sudah tidak tahan.


"Beraninya kau melakukan itu padanya! Jika kau tak menghormati Aira, berarti sama halnya dengan kau tak menghormati ku! Cepat minta maaf padanya.. atau Andra Sanjaya sendiri yang harus minta maaf kesini pada Aira!" Aldo membentak Dona yang terlihat mulai menciut nyalinya.


"A...Aira aku minta maaf!" Dona harus menahan kesal karena sudah dipermalukan seperti ini oleh Aira.


"Nona, silahkan pergi!" Lina bergegas membawa Dona keluar dari rumah keluarga Pangestu.


Selama bertahun-tahun Aira ditindas di keluarga Sanjaya tak ada yang membela dan melindunginya. Ini adalah pertama kalinya ia dibela dan dilindungi oleh seseorang.


Dengan amarah dan rasa malu yang bercampur aduk, Dona menuruti Lina keluar dari rumah keluarga Pangestu. Aira merasakan perasaan aneh dalam hatinya namun semuanya jadi ambyar karena tiba-tiba saja Aldo melepas bajunya di depan Aira.


"Aaaaa..." Aira berteriak melihat Aldo yang sudah melepas bajunya.


"Teriak apaan sih!" Aldo dengan santainya mengambil baju yang diberikan Lina dan memakainya tanpa peduli pada Aira yang kini wajahnya sudah merah seperti tomat.


"Mau kemana hah? Masalah diantara kita berdua belum selesai!" Aldo menatap Aira dengan senyum yang tak bisa diartikan.


Aira merasa kesal, karena tadi jelas-jelas Aldo yang berbohong dan membuat masalah hingga terjadi keributan. Tapi sekarang ia justru bersikap seolah-olah ini semua terjadi karena kesalahan Aira.


"Buang kotak dan kuenya sekarang! Aku merasa kesal dan jijik saat melihatnya!" Dengan santainya Aldo memerintah Aira.


"Sebenarnya apa sih yang ingin kau rencanakan? Jelas-jelas kau begitu suka dengan mangga... kenapa kau bohong tadi?" Aira yang merasa geram akhirnya berteriak pada Aldo.


"Aku emang suka rasa mangga.. tapi juga harus lihat dulu siapa yang membuatnya! Aku hanya suka kue buatan mu! Cepat buang kue itu, aku benar-benar tidak suka dan merasa jijik saat melihatnya!" Aldo menyeringai menatap wajah Aira.


"Kalau kau tidak suka dan merasa jijik, kau bisa buang sendiri kan? Kenapa harus menyuruh ku!" Aira tak mau kalah, ia tak terima dengan sikap Aldo yang arogan.


"Itu adalah hukuman untuk mu karena berani membocorkan makanan kesukaan ku pada wanita lain!" Kini tatapan mata Aldo berubah menjadi tajam.

__ADS_1


Aira benar-benar tidak bisa bicara lagi dengan pria arogan sepertinya, Aira memilih berpaling dan pergi meninggalkan tuan muda arogan sepertinya. Jika ia tetap disana, semua perdebatan dan drama itu tak akan kunjung selesai.


"Jika kau tak membuang benda itu, jangan harap aku akan pergi menghadiri undangan makan malam dari paman mu besok malam!" Aldo menyeringai licik, ia tahu Aira tak akan bisa mengelak jika itu berhubungan dengan pamannya.


"Buang ya buang! Gini aja repot banget!" Aira yang tadinya sudah berjalan menjauh berbalik dan mengambil kue yang berada di atas meja sambil menghentakkan kakinya karena kesal.


Aldo yang melihat tingkah Aira justru merasa senang karena berhasil memberi pelajaran padanya. Aira merasa sayang jika harus membuang kue mangga itu, bagaimanapun juga pasti mereka sangat bersusah payah demi membuatnya. Tiba-tiba saja, Miko anjing kesayangan Aldo berlari mendekati Aira. Matanya seolah mengatakan ingin memakan kue itu, tanpa pikir panjang Aira mengajak Miko ke teras depan rumah dan memberikan kue itu pada Miko.


Anjing itu dengan lahapnya makan kue pemberian Aira. Dari lantai atas Aldo melihat tingkah Aira dan anjing kesayangannya tersenyum sendiri, tapi beberapa saat Aldo menyadari di depan gerbang Dona masih mengintip Aira. Wajah Aldo terlihat cemas saat melihat reaksi wajah Dona yang tengah memperhatikan Aira.


"Dia sengaja berbohong lalu mempermalukan ku di depan Aldo! Kini ia bahkan dengan sengaja memberikan kue yang sudah payah ku bawa pada anjing... awas kau Aira, aku pasti akan membuat perhitungan dengan mu!" Dona mengepalkan tangannya sambil menatap Aira dengan penuh kebencian.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹Ya Allah..,.


Aku lelah...


Aku benar-benar lelah....


Aku ingin berada disisi mu...


Di tempat terindah mu...


Namun ku sadar, amal dan perbuatan ku belumlah cukup untuk ku bisa berada ditempat terindah mu...


Namun diri ini sudah letih...


Lelah dengan segala yang ada...


Lelah menghadapi panggung sandiwara dunia...


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2