
Sebuah ikatan ada tanpa di sadari
Sebuah rasa tumbuh dalam hati
Tercipta untuk saling melengkapi
Terbiasa selalu berbagi
Bersama berbagi rasa
Tak ada kata terluka
Bahagia saat bersama
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
jangan lupa like 👍 dan komen ya🙏
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
"Tunggu dulu! Dia bukannya mau mentraktir kita... tapi dia pergi belum membayar.." Lisa dan Putra saling pandang, mereka baru sadar jika Aldo belum membayar makanan mereka.
"Lepaskan aku... Aldo.. turunkan aku!" Aira masih berteriak dan meronta-ronta.
Saat sampai di tempat Aldo memarkir mobil, Aldo melempar Aira ke dalam mobil. Ia tak memperdulikan Aira yang masih mengomel kesal padanya.
..."Aaaaa.... sakit brengsek! Apa kau mau membunuh ku!" Aira masih saja mengomel....
..."Bukannya mati karena sup panas, tapi aku bisa mati karena ia melempar ku ke dalam mobil! Ini benar-benar menyakitkan... dasar cowok brengsek!" Aira memaki Aldo dalam hatinya....
..."Hu..hu..hu.. bagaimana bisa ia merobek baju ku di tempat umum, tidak sampai disitu.. ia juga menggendong ku keluar dari warteg! Ini benar-benar memalukan! Bagaimana bisa aku bertemu dengan teman-teman ku lagi, aku benar-benar malu!" Aira bermonolog dalam hati....
__ADS_1
..."Kamu bodoh ya.. bagaimana bisa kamu menghadang sup panas itu untuk ku? Apa kamu nggak tahu, kamu bisa terseduh dan terluka!" Dalam perjalanan Aldo berteriak kesal pada Aira....
"Aku berniat baik menolong mu agar punggung mu tak terluka lagi, tapi apa yang ku dapat! Kau justru memarahi ku dan menyalahkan ku!" Aira mengomel tak terima dalam hati karena disalahkan oleh Aldo.
..."Siapa yang mau menghadang itu untuk mu! Aku hanya lagi apes aja.. kamu jangan salah paham deh!" Aira memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil....
..."Hmm, sepertinya kamu memang lagi apes! Tetapi akan ada yang lebih buruk dari pada apes.. dan hal itu adalah jatuh cinta pada ku! Aku menyarankan mu untuk tidak melakukan hal bodoh seperti itu!" Aldo melirik tajam ke arah Aira sebelum kembali fokus melihat jalanan....
..."Whatt?? Jatuh cinta padanya! Jangan gila kenapa, jadi orang narsis banget! Emangnya apa coba yang bisa buat aku jatuh cinta padanya! Tapi, kenapa tadi aku mau menghadang kuah panas itu untuknya.. itu bekan gerakan impulsif sesaat.. terlebih lagi aku sadar kalau itu bisa membuat ku terluka.." Aira juga heran dengan apa yang ia lakukan tadi....
"Berhenti, a...aku mau turun.." Tiba-tiba saja Aira merasa malu sendiri.
"Mau turun boleh saja, tapi kau harus mengembalikkan baju ku lebih dulu!" Aldo berhenti mendadak saat Aira bilang ingin turun, ia tertawa mengejek pada Aira.
"Mengembalikan baju mu, apa kau ingin aku berjalan di jalan raya dengan telanjang! Apa kau sudah gila..." Aira berteriak pada Aldo.
..."Bukankah kau masih pakai pakaian dalam! Anggap aja kamu lagi pakai bikini seperti para turis.." Aldo tertawa lepas....
"Jadi turun apa nggak? Kalau nggak mau turun, duduk yang manis dan diamlah!" Aldo kembali melajukan mobilnya.
..."Aaaaa.... jangan ngebut, kalau mau mati jangan bawa-bawa aku brengsek!" Aira berteriak karena Aldo mengemudi dengan kecepatan penuh....
"Lupakan saja, percuma berdebat dengannya! Suasananya begitu tenang, tapi kenapa jantung ku berdegup kencang begini? Sudahlah, lebih baik aku melihat pemandangan dari kaca jendela saja!" Aira menatap keluar jendela.
Aldo melirik dan beberapa kali sempat memperhatikan Aira.
..."Apa kau pikir kulit mu lebih tebal dari pada kulit ku, besar sekali nyali mu! Jika wajah mu melepuh, aku akan mengembalikan mu ke keluarga Sanjaya!" Aldo menyeringai....
"Hal itu tergantung kakak mu Aldi! Tidak perlu seorang adik ipar seperti mu yang mengkhawatirkan ku!" Aira dengan nada ketus menjawab kata-kata Aldo.
..."Dia benar-benar menganggap ku sebagai adik iparnya! Benar-benar menarik, tapi kenapa setiap dia menyebut ku sebagai adik ipar.. aku merasa kesal dan marah ya..! Saat itu aku menggunakan identitas Aldi untuk menikah, tak ku sangka ada seorang gadis yang benar-benar bersedia menikah dengannya..!" Aldo berfikir akan sikapnya sendiri....
__ADS_1
..."Katakan pada ku, apa tujuan mu mau menikah dengan Aldi? Jangan berpura-pura, aku ingin mendengar yang kebenarannya!" Aldo bicara dengan nada tajam seolah sedang memperingatkan Aira....
"Heh, kebenaran.. berapa kali lagi aku harus menjelaskannya! Berulang kali sudah ku katakan padanya, aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk Aldi agar bisa membalas jasa paman Andra yang sudah membesarkan ku! Kapan dia pernah percaya dengan ucapan ku!" Aira bermonolog dalam hati.
..."Tentu saja karena uang! Aku menyukai perhiasan! Dan aku cinta uang!" Dengan nada yang di buat-buat Aira bicara seakan tanpa beban....
"Jika aku bicara yang sebenarnya ia tak percaya, lebih baik sekalian saja aku terlihat buruk di depannya! Bukankah ia hanya percaya hal-hal buruk saja!" Aira bicara dalam hati.
"Tenang saja, aku bisa memuaskan rasa suka mu itu!" Aldo melirik ke arah Aira, dia sadar bahwa Aira sengaja bicara hal-hal buruk.
"Memuaskan? Kesukaan? Maksudnya uang? Ku pikir dia akan menghina ku, apa ini demi kakaknya? Itu lebih baik!" Aira berfikir akan kata-kata Aldo barusan.
..."Apa punggung mu masih sakit?" Aldo melirik ke arah Aira sambil menyetir mobil....
"Wah, benar-benar aneh! Dia mengkhawatirkan ku... aku jadi ngeri! Tapi benar masih perih dan sakit sih, semoga aja nggak beneran melepuh! Tapi jika benar melepuh dan meninggalkan bekas juga tak masalah, bukankah itu jadi lebih cocok dengan Aldi... sama-sama ada bekas lukanya!" Aira melirik ke belakang punggungnya sambil memikirkan kemungkinan yang terjadi.
..."Tidak sakit!" Aira menjawab singkat pertanyaan Aldo sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela....
Aldo melirik sekilas ke tempat Aira duduk. Ia menekan tombol pada mobilnya, membuat kursi yang diduduki Aira sedikit condong agar tak mengenai punggungnya. Aira sempat terkejut dan sekilas melirik ke arah Aldo.
..."Luka ku jadi nggak kena gesekan kursi! Apa ia melakukan ini agar luka ku tak semakin parah?" Aira merasa sedikit lega....
"Lebih baik kamu lepas aja baju itu! Jika luka mu terus tergesek maka akan meninggalkan bekas luka.. dan kamu nggak cantik lagi!" Aldo mulai menjahili Aira lagi.
"Coba saja jika berani! Aku potong tangan mu itu.." Aira bersikap seperti kucing yang siap mencakar siapapun yang mendekatinya.
"Ha...ha ..ha.." Aldo justru tertawa lepas melihat ekspresi wajah Aira.
"Sesekali menggodanya juga lumayan menarik, setidaknya hal itu bisa membuat ku merasa bahagia!" Aldo bicara dalam hatinya sambil menertawakan Aira.
Mobil terus melaju dengan cepat menuju rumah keluarga Pangestu. Aldo masih saja menertawakan Aira yang terlihat semakin besar dan marah padanya.
__ADS_1
( Jadi seperti Tom and Jerry deh, kalau nggak ada di cariin.. kalau ada pasti berantem)