Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Penyesalan Aldi


__ADS_3

"Hey... kenapa kau terlihat begitu serius, santai sedikit kenapa?" Brian meneguk minuman miliknya.


..."Aku tak ada waktu untuk main-main dengan mu, aku ingin kau menemukan gadis ini!" Aldo menyodorkan selembar foto pada Brian....


^^^"Wow, bukankah ini gadis yang selalu bermain piano di sini dulu! Bukankah dia kekasih kakak mu... hey..hey apa kau kini mengubah selera bercinta mu dengan para gadis karena kau ingin bermain dengan gadis kakak mu!" Brian melihat foto itu sambil melirik ke arah Aldo.^^^


"Aku ingin kau menemukannya dengan cepat, ini penting bagi ku!" Aldo masih saja bicara dengan nada dingin dan ekspresi wajah yang datar.


..."Hey...hey.. kau berbicara begitu serius pada orang yang tak bisa serius! Dan lagi, apa begini cara mu meminta tolong... tak ada ketulusan sama sekali!" Brian semakin menguji Aldo dengan bertingkah seperti anak kecil....


Aldo menarik Brian ke atas, lalu menendang senjatanya. Brian yang terkena serangan mendadak tak dapat mengelak.


"Aaaaaa.... Aldo, aku pasti akan menghancurkan keturunan mu!" Teriak Brian hingga terdengar keluar ruangan.


"Hm, apa kau masih ingin bermain?" Aldo terlihat menyeringai licik.


"Tidak...tidak.. ugh, kau benar-benar orang yang kejam!" Brian berusaha bangun dan menahan rasa sakitnya.


"Apapun caranya kau harus temukan dia! Bahkan jika perlu, bawa dia hidup-hidup kehadapan ku!" Aldo bicara sambil berlalu pergi meninggalkan Brian yang masih menahan ngilu pada pahanya.


Keesokan harinya, Aldo dan Aldi berdebat di ruang perawatan. Lagi-lagi Aldi menolak melakukan operasi dan juga pengobatan secara intensif.


"Hah...hah.. kenapa kamu nggak ngasih tau Aira yang sebenarnya! Dia berhak tau kalau kamu itu suaminya dan bukan aku!" Aldi begitu sulit mengatur pernafasannya.


..."Heh, lalu kenapa kau tak mau melakukan perawatan intensif dan juga operasi!" Aldo berkacak pinggang seolah tak peduli dengan tanggapan Aldi tentang pernikahannya....


"Hah... hah.. Al, hiduplah dengan baik bersama Aira! Dia gadis yang baik, kau harus memperlakukan dia dengan baik!" Aldi masih berusaha membujuk Aldo agar tak menyakiti Aira lagi.

__ADS_1


..."Kau menyerah pada hidup mu dan tak mau melakukan pengobatan.. kamu begini karena Serly bukan? Hanya karena seorang gadis, kamu bahkan nggak memikirkan ku! Apa aku nggak sebanding dengan gadis itu?" Aldo menatap Aldi sinis....


^^^"Cukup Al... menyerah saja pada ku! Kematian adalah hal yang lebih baik untuk ku!" Aldi memejamkan mata mencoba meredam emosinya.^^^


"Menyerah pada mu! Ha... lalu kenapa saat kecelakaan mobil waktu itu kau tak menyerah pada ku!" Aldo tertawa sinis.


"Cih, sudahlah.. aku tak ingin berdebat dengan mu! Intinya aku tak mengijinkan mu untuk menyakiti Aira lagi!" Aldo masih saja keras kepala.


..."Aku akan membuatnya menjadi mainan ku! Setelah puas, akan ku buang dia... bukankah kau sudah memutuskan untuk mati! Lalu untuk apa kau peduli lagi pada kehidupan yang aku dan dia jalani! Pergilah mati dan aku akan membuatnya menjadi janda yang tak seorang pun berani menikahinya lagi di kota ini! Akan ku buat kehidupannya seperti di neraka" Aldo menyeringai licik....


"Aldo... aku nggak mengijinkan mu bersikap begitu pada Aira!" Aldi berteriak dengan seluruh sisa tenaganya, hingga membuatnya terengah-engah hampir tak bisa bernafas.


^^^"Kakak, kamu jangan marah-marah! Kamu yang memilihnya untuk menjadi istri ku.. harusnya kamu juga bertanggung jawab bukan untuk masa depannya! Atau kau ingin melihatnya menjadi seperti mainan rusak!" Aldo dengan tajam bicara pada Aldi.^^^


"Aldo, kamu berbuat begitu buruk padanya.. suatu saat kamu pasti akan menyesal!" Aldi mulai memelankan nada bicaranya, ia tahu percuma berdebat dengan Aldo.


..."Menyesal, sudah berbulan-bulan berlalu.. namun satu hari pun aku tak pernah menyesal! Saat bermimpi pun, aku berharap.. akulah yang ada di mobil pada saat kecelakaan mobil itu terjadi!" Aldo membalikkan tubuhnya membelakangi Aldi....


"Kak, keinginan ku untuk menyelamatkan mu.. sama seperti kamu waktu itu! Jadi, pikirkan baik-baik kapan kamu akan menerima perawatan intensif dan juga melakukan operasi!" Aldo meninggalkan ruangan perawatan.


Aldi benar-benar tak bisa berfikir lagi. Dia tak menyangka, keputusannya menikahkan Aira dengan Aldo berujung penderitaan bagi gadis itu.


..."Jika aku tahu dari awal, lebih baik aku mati pada saat kecelakaan itu terjadi! Kini mati tak bisa hidup juga tak berarti! Harapan hidup ku sudah hilang bersama dengan kematian Serly!" Aldo kini tanpa sadar menitikkan air mata....


Aldo yang sedang kalut karena terlalu banyak pikiran pergi ke kamarnya bersama Aira. Dia benar-benar marah sekaligus kesal pada dirinya sendiri. Entah apa yang ada dalam pikirannya, saat ini ia hanya ingin melihat gadis kecil yang menjadi istrinya itu. Saat sampai di kamar, Aldo semakin marah karena tak ada Aira.


"Beraninya dia pergi keluar! Apa ia kabur ke keluarga Sanjaya lagi! Siapa yang memberinya keberanian begitu besar hingga berkali-kali mencoba kabur dari rumah ini!" Aldo menendang pintu kamar dan bergegas keluar. Ia ingin pergi mencari Aira ke keluarga Sanjaya.

__ADS_1


Saat berjalan menuruni tangga, Aldo bertemu Lina yang sedang menyapu.


"Tuan, aku baru saja ingin mencari mu! Aku ingin bertanya, makanan apa yang kamu mau untuk makan malam!" Lina tak menyadari ekspresi suram Aldo.


"Dimana nyonya?" Tanpa sadar Aldo mengakui Aira sebagai nyonya di rumah itu.


..."Tuan tak perlu khawatir! Nyonya sedang membaca di ruang tamu, seharian nyonya di rumah.. ia tak pergi kemanapun!" Lina tersenyum gemas melihat Aldo yang nampak mengkhawatirkan Aira....


"Ruang tamu, gadis bodoh ini benar-benar banyak tingkah! Untung aku belum pergi menyusulnya ke rumah keluarga Sanjaya, jika tidak ia pasti besar kepala!" Aldo bicara dalam hati.


Tanpa bicara apapun pada Lina, Aldo bergegas pergi ke ruang tamu.Aldo tak menemukan Aira di ruang tamu, saat ingin memanggil Lina, Aldo mendapati pintu kamar tamu yang sedikit terbuka. Di sana ia termangu melihat Aira yang membaca buku sambil tiduran di kamar tamu, Aira yang mendapati Aldo melihatnya bergegas bangun dan membenahi posisi tubuhnya.


Aldo berjalan mendekati Aira, Aira bergegas menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Aldo tak perduli pada Aira yang bersikap waspada. Aldo menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sambil menghela nafas berat.


Aira melirik ke arah Aldo, terlihat diwajahnya seakan penuh beban pikiran. Perlahan Aira menggeser duduknya, ia ingin kabur keluar dari kamar itu.


"Jika kamu berani kabur, akan ku pastikan.. aku akan meniduri mu sekarang juga!" Aldo mencekal pergelangan tangan Aira.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***Hanya berani berangan


Bermimpi tinggi hingga terjatuh lagi


Terbangun hanya untuk jatuh berkali-kali lagi


Terus melangkah meski beban ini terasa berat


Terus bermimpi meski hanya sebatas angan

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like πŸ‘ dan komen ya β˜ΊοΈπŸ™***


__ADS_2